Sipil
Feb24

Mengenal Bagian-bagian Atap Yuk!

Tahukah Anda, atap terdiri dari bagian-bagian yang saling mendukung satu sama lain. Secara garis besar, bagian-bagian tersebut meliputi struktur atap, penutup atap, dan pelengkap atap. Tidak hanya indah, untuk menciptakan atap yang ideal bagi suatu bangunan, semua bagian atap juga harus dapat menjamin keamanan konstruksi bangunannya.

bagian-atap.jpg

Struktur atap merupakan bagian bangunan yang berperan sebagai penyokong dan pengalir beban-beban yang berasal dari atap. Ada dua bagian yang menyusun struktur atap yaitu rangka atap dan penopang rangka atap. Rangka atap umumnya berupa balok-balok bambu, kayu, atau baja yang disusun secara vertikal dan horisontal, serta berguna untuk menahan beban dari bahan penutup atap. Sedangkan penopang rangka atap biasanya disebut pula kuda-kuda merupakan balok-balok kayu, bambu, atau baja yang dirangkai membentuk segitiga dan berfungsi sebagai penyangga rangka atap.

Berikut ini merupakan bagian-bagian yang menyusun struktur atap, di antaranya :

1. Gording

Kegunaan gording adalah untuk membagi bentangan atap pada proyeksi horisontal ke dalam jarak yang lebih kecil. Gording juga berperan penting dalam meneruskan beban dari penutup atap, usuk, dan reng. Biasanya gording dipasang tepat di atas kuda-kuda dengan arah yang tegak lurus. Hal ini dimaksudkan agar gording bisa digunakan untuk tumpuan usuk sehingga posisinya pun perlu disesuaikan dengan panjang usuk. Material yang dapat dipakai untuk membuat gording misalnya kayu, baja profil canal, dan baja profil WF.

2. Jurai

Jurai adalah titik-titik pada pertemuan antar-sudut atap, baik yang berbahan kayu, batang baja, maupun framework. Berdasarkan letak posisinya, jurai dapat dikelompokkan menjadi jurai dalam dan jurai luar. Jurai dalam terletak di sisi bagian dalam struktur atap, begitupun dengan juru luar yang berada di sisi bagian luar struktur atap.

3. Sagrod

Sagrod ialah batang besi bulat yang lumrahnya terbuat dari tulangan polos. Pada kedua ujung sagrod ini dilengkapi dengan ulir dan baut yang telah dirancang sedemikian rupa. Hal ini lantas memudahkan kita dalam memperpanjang atau memperpendek sagrod dengan cara menggeser posisi ulir dan baut tersebut.

4. Usuk

Beberapa orang juga sering menyebut usuk dengan nama kaso. Ini merupakan bagian struktur model atap rumah yang bermanfaat untuk menerima beban dari penutup atap dan reng kemudian meneruskannya ke gording. Di pasaran, usuk biasanya terbuat dari kayu berketebalan 5-7 cm dan panjangnya sekitar 4 m. Cara pemasangannya, usuk diatur dengan jarak 40-50 cm dengan arah tegak lurus pada gording menggunakan pengikat dari paku.

5. Reng

Reng yaitu batang untuk tumpuan bahan penutup atap dan meneruskan bebannya ke usuk. Rata-rata reng dibikin dari batang kayu yang mempunyai ketebalan 2-5 cm serta panjangnya mencapai 3 m. Pemasangan reng dilakukan secara tegak lurus pada usuk dengan jarak menyesuaikan dimensi bahan penutup atap yang dipilih.

6. Penutup Atap

Penutup atap terletak di bagian teratas dan terluar dari struktur atap. Karenanya, penutup atap harus mampu melindungi bagian-bagian di bawahnya dari perubahan cuaca yang ekstrim seperti terik matahari dan curah hujan. Selain itu, pemilihan bahan penutup atap ini juga perlu disesuaikan dengan desain rumah yang diusung.

Setidaknya, ada 3 persyaratan yang harus dipenuhi oleh bahan penutup atap yang baik. Yang pertama adalah faktor keringanan di mana bahan sebaiknya tidak terlalu berat sehingga tidak membebani struktur bangunan. Faktor kedua yaitu keawetannya termasuk daya tahan terhadap panas, hujan, angin, salju, dan lain-lain. Faktor yang ketiga ialah kesesuaian antara bahan penutup atap dekorasi rumah tersebut.

Selain daripada bagian-bagian atap yang utama di atas, atap juga mempunyai bagian-bagian pelengkap. Dinamakan pelengkap karena sifat bagian-bagian ini tidak mutlak harus dipenuhi karena berfungsi untuk mendukung struktural dan estetika. Bagian-bagian tersebut antara lain :

Talang

Talang adalah saluran air untuk mengarahkan air hujan yang jatuh di atap supaya meluncur ke titik yang dikehendaki. Kebanyakan talang dipasang mendatar mengikuti tiris atap. Kemudian bagian tiris ini disambung lagi ke bawang menggunakan pipa yang dipasang secara vertikal.

Lisplang

Lisplang berfungsi untuk mengunci susunan kasau agar tetap berada di tempatnya. Di samping itu, lisplang juga mempunyai kegunaan untuk menutupi kasau yang berjajar di bawah bahan penutup atap sehingga tampilannya terlihat rapi.