Sipil
Mar14

Jenis Pondasi Bangunan yang Cocok untuk Tanah Rawa

Setiap bangunan selalu memiliki pondasi di bawahnya yang berfungsi untuk menahan beban dan meneruskannya ke lapisan tanah yang kuat. Mengingat perannya yang sangat vital terhadap berdirinya suatu bangunan, maka pembuatan pondasi harus benar-benar memperhatikan faktor kestabilannya baik terhadap berat sendiri, beban yang bekerja, maupun gaya dari luar. Pondasi yang bagus juga tidak boleh mengalami penurunan level melebihi ambang batas yang telah ditentukan.

Sebelum proses pembuatan pondasi dilaksanakan, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui susunan lapisan tanah pada area yang akan dibangun. Setidaknya terdapat 3 (tiga) jenis tanah menurut karakteristiknya antara lain tanah cadas (berbatu), tanah liat (kebun dan sawah), serta tanah gambut (rawa). Pada pembangunan pondasi di tanah cadas dan tanah liat cenderung tidak mendatangkan masalah yang serius karena keduanya sama-sama mempunyai daya dukung yang tinggi. Sebaliknya, proses pembuatan pondasi di tanah gambut membutuhkan trik-trik tersendiri, khususnya untuk mengatasi daya dukung tanah yang rendah, kandungan airnya yang cukup banyak, serta potensi penurunan level yang berlebihan.

jenis-pondasi-tanah-rawa.jpg

Tidak sedikit para pekerja yang kebingungan dalam menentukan pondasi untuk tanah rawa yang cocok. Oleh sebab itulah, kali ini Arafuru akan berbagi pondasi-pondasi apa saja yang menurut kami akan tepat saat diaplikasikan di tanah rawa. Di antaranya :

1. Pondasi Plat Setempat

Pada dasarnya, pondasi plat setempat dibuat secara terpisah-pisah. Misalnya pondasi untuk kolom, tiang, pilar, dan sebagainya. Material yang digunakan dalam pembuatan pondasi ini berupa balok beton bertulang, atau batu alam untuk bangunan non-permanen. Karakteristik dari pondasi plat setempat yaitu memiliki kedalaman lebih dari 1.5 meter, hanya dibuat di bawah kolom, dan memakai pondasi menerus untuk tumpuan saat mengecor sloof.

2. Pondasi Sumuran

Pondasi sumuran adalah pondasi yang terbuat dari susunan pipa-pipa beton yang dicor di bagian dalamnya. Pertama-tama, tanah rawa perlu digali hingga mencapai lapisan tanah yang keras. Kemudian masukkan pipa-pipa beton ke dalam lubang galian tanah tersebut dengan susunan yang rapi. Setelah itu, bagian dalam pipa beton ini dicor menggunakan beton cyclope. Untuk prosedur pembangunan pondasi sumuran yang lengkap bisa Anda peroleh di sini.

3. Pondasi Tiang Pancang

Karena mebutuhkan alat-alat berat yang cukup banyak, pembuatan pondasi tiang pancang jauh lebih mahal daripada kedua pondasi sebelumnya. Namun hal ini sebanding dengan kualitas hasilnya yang mampu mendukung beban yang besar. Pondasi tiang pancang umumnya diaplikasikan pada bangunan yang berlantai lebih dari tiga, serta jarang sekali bangunan rumah tinggal yang menggunakannya.

Selain menentukan jenis pondasi yang paling tepat, masalah tanah rawa yang labil juga bisa diatasi dengan memperluas ukuran pondasi dan memperbaiki karakteristik dari tanah tersebut. Metode perbaikannya bisa dilakukan dengan mengaplikasikan proses elektrokinetik sehingga kadar tanah menurun dan daya dukung tanah pun bakal meningkat. Dengan demikian secara otamatis daya dukung pondasi juga turut naik dan stabil.