Jenis dan Fungsi Lapisan Perkerasan

Perkerasan jalan terdiri atas beberapa lapisan yang saling menyusun hingga membentuk suatu struktur. Pada dasarnya, ini merupakan konstruksi bangunan yang terbuat dari campuran antara material pengikat dan bahan agregat yang berfungsi untuk melayani beban lalu lintas. Berdasarkan karakteristiknya, ada dua macam perkerasan yaitu perkerasan kaku dan perkerasan lentur.

Perkerasan kaku menggunakan bahan pengikat berupa semen. Berbeda dengan perkerasan lentur yang memakai aspal sebagai bahan pengikatnya. Sedangkan untuk material agregatnya yaitu batu pecah, batu belah, batu kali, atau hasil samping peleburan baja. Sebelum dilakukan pembangunan struktur perkerasan, perlu dilakukan pengujian terhadap kemampuan muka bumi untuk menampung kendaraan.

Pada kesempatan kali ini, kita akan belajar tentang lapisan-lapisan yang membentuk perkerasan beserta kegunaannya!

Lapisan 1 : Surface Course

Lapisan permukaan (surface course) merupakan lapisan paling atas yang membentuk konstruksi perkerasan kaku. Fungsi utama dari lapisan ini yaitu menahan beban roda kendaraan selama masa pelayanan. Oleh karena itu, lapisan permukaan harus bersifat mempunyai stabilitas yang tinggi serta kedap air untuk melindungi lapisan-lapisan di bawahnya.

Lapisan permukaan menurut fungsinya dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu lapisan struktural untuk menahan dan menyebarkan beban, serta lapisan non-struktural sebagai lapis aus dan kedap air. Pemilihan bahan bangunan yang akan dipakai sebagai pembentuk lapisan ini harus didasarkan pada kegunaan, perencanaan, dan pentahapan konstruksi. Bahan-bahan yang sering digunakan yaitu batu pecah, kerikil, dan stabilisasi tanah menggunakan semen dan kapur. Pemakaian aspal dibutuhkan agar lapisan bersifat kedap air dan tenaga tarik yang dimilikinya meningkat.

Lapisan 2 : Base Course

Lapisan pondasi atas (base course) terletak persis di bawah lapisan permukaan dan di atas lapisan pondasi bawah atau lapisan tanah dasar. Lapisan ini mempunyai fungsi di antaranya menahan gaya lintang dari roda dan meneruskan beban ke lapisan di bagian bawahnya. Selain itu, lapisan ini berguna sebagai peresapan untuk lapisan pondasi bawah serta bantalan terhadap lapisan permukaan.

jenis-fungsi-lapisan-perkerasan.jpg

Lapisan 3 : Sub-base Course

Lapisan pondasi bawah (sub-base course) adalah lapisan yang posisinya terletak di bawah lapisan pondasi atas. Peran utama lapisan ini juga untuk membantu fungsi lapisan pondasi atas. Lapisan ini bersifat opsional yang digunakan hanya apabila lapisan pondasi atas dirasakan tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik akibat kondisi lapisan tanah dasar yang buruk. Selain itu, lapisan ini pun berperan sebagai lapis peresapan supaya air tanah tidak berkumpul di pondasi. Lapisan tanah bawah biasa dipakai untuk meningkatkan efisiensi penggunaan material bangunan.

Lapisan 4 : Sub-grade Course

Lapisan tanah dasar (sub-grade course)ialah permukaan dasar atau paling bawah untuk meletakkan lapisan-lapisan perkerasan lain di atasnya. Meskipun letaknya terbawah, lapisan ini sangat mempengaruhi usia pakai dan daya tahan struktur perkerasan jalan. Lapisan ini bisa dibuat dari permukaan tanah semula, permukaan tanah galian, atau permukaan tanah yang dipadatkan. Adapun fungsi utama lapisan sub grade yaitu mendukung lapisan-lapisan perkerasan yang terletak di bagian atasnya.