Sipil
Apr15

Ciri-ciri Tanah Liat/Lempung dan Macam-macamnya

Tanah liat (lempung) adalah tanah yang lekat. Secara alami, tanah ini terbentuk dari pelapukan batuan feldspatik seperti batuan granit dan batuan beku. Karena banyak mengandung silikon, oksigen, dan aluminium, selanjutnya batuan-batuan tersebut mengalami proses pelapukan akibat aktivitas panas bumi terutama oleh asam karbonat. Dari sinilah lambat laun menumpuk tanah lempung yang dapat kita jumpai dengan mudah saat ini.

Tanah liat/lempung mempunyai ciri-ciri di antaranya memiliki pori-pori yang posisinya cukup rapat. Itulah sebabnya tanah ini terbilang sulit dalam menyerap air. Pada saat dalam kondisi basah, tanah lempung juga bersifat lengket dan bisa menyatu dengan kuat. Sedangkan ketika kondisinya kering, butiran tanah liat tadi justru akan terpecah-belah secara halus.

ciri-ciri-tanah-liat.jpg

Macam-macam Tanah Liat

Berdasarkan asal muasalnya, tanah lempung dapat dibagi menjadi dua macam yaitu :

  1. Tanah Liat Primer

Tanah liat primer merupakan tanah hasil dari pelapukan feldspatik yang dilakukan oleh tenaga endogen. Hal ini menyebabkan tanah tidak berpindah tempat dari lokasi batuan induknya sehingga sifatnya pun lebih murni. Tenaga endogen yang dimaksud dalam hal ini misalnya tenaga air dan tenaga uap panas yang keluar dari dalam bumi.

Tanah liat primer berwarna putih atau putih kusam sebagai pertanda bahwa proses pembentukannya tidak tercampur dengan bahan organik. Tanah ini memiliki suhu matang yang berkisar antara 13.000-14.000 derajat celcius, bahkan ada pula yang mencapai 17.500 derajat celcius. Beberapa contoh dari tanah lempung primer antara lain kaolin, bentonite, kwarsa, dan dolomite.

Pada saat dalam kondisi kering, tanah liat primer memiliki struktur yang sangat rapuh karena bentuk partikel penyusunnya asimetris dan bersudut. Karakteristik lainnya, tanah ini juga mempunyai butiran-butiran yang kasar, tidak begitu plastis, daya leburnya tinggi dengan daya susut yang kecil, serta tahan terhadap api.

  1. Tanah Liat Sekunder

Tanah liat sekunder adalah tanah yang terbentuk dari batuan feldspatik akibat terkena tenaga eksogen seperti tenaga air permukaan dan tenaga angin. Itulah kenapa posisi tanah ini berpindah jauh dari letak batuan asalnya. Butiran-butiran lempung primer biasanya mengendap di dataran rendah seperti sungai, lembah, rawa-rawa, dan danau.

Di dalam tahapan pembentukannya, tanah sekunder tercampur dengan bahan organik dan anorganik sehingga mengubah sifat kimia dan fisikanya. Hal tersebut lantas membuat tanah lempung yang berwarna merah kekuningan ini mempunyai wujud yang lebih halus dengan tekstur yang juga lebih plastis. Selain itu, suhu matang yang dimiliki oleh tanah ini hingga mencapai kisaran 9.000-14.000 derajat celcius.

Sementara itu, ada lima ragam tanah liat (lempung) menurut titik leburnya, antara lain :

  1. Tanah liat tahan api : tanah liat yang berwarna putih kelabu dan mempunyai titik lebur mencapai 1.500 derajat celcius.
  2. Tanah liat stoneware : tanah ini umumnya berkelir abu-abu serta memiliki titik lebur hingga 1.400 derajat celcius.
  3. Tanah liat sedimen : memiliki warna abu-abu, titik lebur tanah lempung ini berkisar antara 1.250-1.350 derajat celcius.
  4. Tanah liat earthenware : tanah liat ini mempunyai kelir merah kecokelatan dengan titik lebur sekitar 1.100-1.200 derajat celcius.
  5. Tanah liat monmorilinit : biasanya dipakai sebagai bahan campuran massa kaolinit dalam jumlah yang sedikit.