Cara Menyambung Baja Ringan

Kini baja ringan semakin banyak dimanfaatkan sebagai material pembentuk kerangka bangunan. Penggunaan yang paling sering tentunya adalah rangka atap serta kanopi. Kenapa bahan bangunan ini semakin sering dipakai? Hal ini tidak lain karena harganya yang lebih murah daripada kayu tetapi kekuatannya setara. Selain itu, baja ringan juga mudah dirawat serta tidak rawan dirusak hama.

Baja ringan pada umumnya diproduksi oleh pabrik sehingga sudah memiliki standarisasi ukuran dan bentuk. Dalam pemasangannya, komponen-komponen baja ringan ini perlu dirakit sedemikian rupa sehingga saling tersambung membentuk suatu struktur yang kokoh. Tidak sulit kok untuk dapat menyambungkan baja ringan ini. Biasanya semua baja ringan memiliki mekanisme cara perakitan yang sama. Langkah-langkah kerjanya pun sama persis.

cara-menyambung-baja-ringan.jpg

Alat yang digunakan sebagai penyambung antara balok-baja ringan adalah drilling screw, yakni sekrup yang ujungnya berbentuk menyerupai mata bor. Ukuran sekrup ini berbeda-beda sesuai standar pabrik dan kegunaannya. Drilling screw hanya bisa digunakan untuk satu kali pemakaian. Ini berarti apabila saat pemasangannya sekrup tersebut salah, maka akibatnya ujung drat sekrup bakal rusak/aus sehingga tidak bisa digunakan lagi.

Secara teori, Anda membutuhkan minimal 2 buah screw drilling untuk mengikat sambungan konstruksi baja ringan. Namun pada kenyataannya Anda harus menggunakan 3 buah screw drilling. Dengan demikian, konstruksi yang tercipta pun memiliki kekuatan yang tinggi. Jika sewaktu-waktu ada salah satu sekrup yang mengalami kerusakan, beban bangunan masih dapat ditahan dengan baik oleh kedua sekrup yang lainnya. Posisi pemasangan sekrup ini dipengaruhi oleh desain konstruksi menurut kapasitas beban yang dapat ditopang sekrup.

Pada umumnya, bagian yang menjadi tumpuan konstruksi baja ringan ialah kuda-kuda yang disambung ke ring balok menggunakan dynabolt. Ring balok tersendiri merupakan struktur bangunan berupa beton yang terletak di atas dinding. Biasanya tinggi ring balok sekitar 20 cm dengan panjang menyesuaikan panjang dinding. Cara penyambungan kuda-kuda tersebut dilakukan dengan memasukkan dynabolt ke dalam beton yang sudah dibor dengan ukuran sesuai dynabolt yang dipakai. Setelah itu, baut bisa dikencangkan sehingga batang dynabolt pun akan tertarik dan bagian sayapnya  akan mencengkeram beton secara kuat.

Apabila tidak memungkinkan dibangun ring balok di atas dinding, sebagai penggantinya Anda bisa menggunakan bracket yang disambungkan ke kuda-kuda. Kemudian bracket tersebut bisa dijepitkan ke pasangan bata. Caranya dimulai dengan membuat lubang pada dinding ke arah atas dengan kedalaman sesuai ukuran bracket yang dipakai. Setelah semua bracket selesai dipasang, Anda bisa memplester kembali permukaan pasangan bata tadi agar kuat.