Cara Menggali Sumur yang Benar

Bagaimana cara menggali sumur yang benar? Sumur adalah bangunan hidraulis berupa lubang yang digali ke dalam bumi yang memungkinkan penyadapan air secara ekonomis dari akuifer. Pada suatu rumah tinggal, sumur berfungsi sebagai sumber air bersih. Air di dalam sumur seharusnya bersih dan sehat sehingga aman digunakan sebagai minuman serta mengolah makanan. Oleh karena itu, sumur harus dibuat secara matang dengan memperhatikan kelayakan airnya.

Berdasarkan metode pembuatannya, sumur dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu sumur gali dan sumur bor. Sumur gali dibuat dengan menggali tanah sampai kedalaman tertentu hingga menemukan sumber air yang layak pakai. Biasanya seluruh rangkaian pembuatan sumur gali masih dikerjakan secara manual. Sedangkan proses pembuatan sumur bor dilakukan menggunakan mesin bor.

cara-menggali-sumur.jpg

Ada beberapa tahap untuk membuat sumur gali, di antaranya :

  1. Tentukan lokasi yang ingin dibuat menjadi sumur. Usahakan lokasi tersebut bersih dan aman serta jauh dari posisi septic tank. Beruntung bagi Anda yang tinggal di dataran rendah karena kandungan air tanahnya sangat melimpah. Namun untuk Anda yang berada di lingkungan yang tandus, Anda bisa mencari sumber mata air yang ada di bawah tanah memakai teknik di sini.
  2. Pilih bentuk sumur yang hendak Anda buat. Apakah Anda ingin membuat sumur yang berpenampang bundar atau kotak? Jika Anda ingin membangun sumur berbentuk bundar, maka buatlah galian tanah dengan diameter sekitar 80-120 cm dan kedalaman sesuai posisi air tanah. Sementara itu, sumur yang berpenampang kotak dapat dibuat dengan menggali tanah memakai ukuran panjang 100-120 cm dan lebar 100-120 cm pula.
  3. Proses penggalian tanah untuk membuat lubang sumur dapat dilaksanakan secara manual. Ini berarti jumlah pekerja sangat mempengaruhi waktu pekerjaannya. Agar lebih efektif, para pekerja ini harus menentukan tugasnya masing-masing, baik pekerja yang menggali tanah maupun pekerja yang mengangkut tanah ke tempat yang aman. Alat-alat yang biasa digunakan antara lain cangkul, linggis, garpu, songkro, cetok, ember, dan lain-lain. Pekerjaan penggalian tanah dianggap selesai setelah air yang layak pakai sudah ditemukan.
  4. Kini waktunya untuk memasang dinding pada lubang galian tanah tersebut untuk mencegah terjadinya longsor. Selain dapat mencemari air, tanah yang longsor juga akan memperlebar ukuran sumur dan berbahaya bagi manusia. Sumur yang memiliki penampang bundar dapat menggunakan buis beton sebagai dindingnya. Berbeda dengan sumur yang berbentuk kotak, Anda bisa membangun pasangan bata sebagai dinding sumur tersebut.
  5. Sumur yang telah selesai dibuat tidak boleh digunakan terlebih dahulu karena kondisinya masih kotor dan tercemar. Anda perlu melakukan pengurasan dengan membuang semua air yang terkandung di dalam sumur tersebut sampai surut. Jangan khawatir, air akan kembali muncul di dalam sumur Anda dalam waktu yang tidak lama. Biarkan sumur tersebut selama 3-5 hari lalu cek kualitas airnya. Apabila air sumur masih tampak kotor, tidak jernih, atau berbau, Anda bisa mengatasinya dengan tips di sini. Air sumur baru boleh digunakan untuk keperluan sehari-hari jikalau telah memenuhi standar kelayakan air yang baik yaitu tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak mempunyai rasa.