Sipil
Oct10

Cara Mengelas Aluminium dengan Las Listrik

Bagaimana cara mengelas aluminium dengan las listrik? Solusi yang tepat untuk menyambungkan aluminium adalah melalui pengelasan. Proses ini sangat membutuhkan presisi terbaik untuk menghasilkan sambungan yang kuat. Mengingat langkah-langkah pengerjaannya yang cukup rumit, proses pengelasan aluminium ini memerlukan peralatan pendukung yang lengkap, kesabaran dan kehati-hatian, serta pengalaman yang memadai.

Jarang memang seorang tukang las mengelas aluminium. Namun dari fakta tersebut bukan berarti aluminium tidak dapat dilas. Kenyataannya bahan ini tetap bisa dilas hanya saja prosesnya jauh lebih sulit dibandingkan dengan baja. Hal ini dikarenakan aluminium mempunyai kalor jenis dan daya hantar panas yang tinggi, paduan aluminium gampang teroksidasi, koefisien muainya besar, selisih perbedaan kelarutan hidrogen yang besar, berat jenisnya rendah, serta titik cair dan viskositasnya rendah.

cara-mengelas-aluminium.jpg

Berbekal dengan proses pengelasan yang tepat dan alat yang lengkap, aluminium bisa dilas secara baik dan benar. Bagaimana caranya? Ikuti panduan dari Arafuru sebagai berikut!

Alat dan Bahan yang digunakan :

  • Mesinlas listrik TIG (Tungsten Inert Gas) AC; sengaja menggunakan arus listrik AC untuk meluruhkan lapisan oksida
  • Kawat las aluminium; biasanya kawat ini akan meleleh pada suhu berkisar antara 300-400 derajat celsius
  • Gas AR (Argon); berguna sebagai perisai yakni melindungi tubuh selama proses pengelasan berlangsung

Langkah-langkah pengerjaan :

  1. Siapkan diri Anda terlebih dahulu dengan mengenakan pakaian pendukung keamanan yang meliputi masker las, sarung tangan tahan api, kemeja lengan panjang, dan celana jeans panjang. Perlu diketahui, proses pengelasan menggunakan mesin TIG akan menghasilkan radiasi ultraviolet yang tinggi.
  2. Bahan aluminium mempunyai lapisan aluminium oksida di permukaan luarnya yang hanya bisa dilelehkan pada suhu panas yang jauh lebih tinggi daripada aluminium itu sendiri. Jadi agar hasil pengelasan nantinya bagus, Anda perlu membuang lapisan tersebut. Caranya yakni semprotlah aluminium tadi menggunakan aseton lalu bilas dengan air bersih dan jemur di bawah terik matahari. Setelah bahan aluminium ini mengering, gosok seluruh permukaannya memakai sikat stainless steel untuk memastikan seluruh lapisan aluminium oksidanya sudah menghilang.
  3. Sebelum Anda menggunakan kawat las aluminium, disarankan untuk membersihkannya dahulu. Anda bisa mengandalkan cairan pembersih pad abarsif untuk menyucikan kawat tersebut. Dengan begini, kualitas hasil pekerjaan Anda pun bakal lebih terjamin.
  4. Cobalah berlatih mengelas aluminium sebentar untuk membiasakan tangan Anda dalam menguasai peralatan kerja. Nyalakan mesin TIG, kemudian tahan posisinya pada jarak sekitar 1/4 inci dari bahan alumunium dengan posisi kemiringan sekitar 10 derajat. Jangan meletakkan mesin las terlalu jauh sebab akan menimbulkan percikkan api yang lebih banyak sehingga mesin sulit dikendalikan. Gerakkan mesin dengan cara didorong secara hati-hati di sepanjang jalur yang ingin dilas. Sedangkan kawat las diposisikan pada sudut 90 derajat dari mesin. Atur jarak antara mesin las dan kawat supaya jangan sampai bersentuhan langsung karena dapat menimbulkan hasil yang buruk.
  5. Tiba saatnya untuk praktek langsung. Panaskan bahan aluminium yang akan dilas terlebih dahulu agar lebih mudah disambung. Jangan pernah melewati proses ini sebab dapat menyebabkan lemahnya ikatan las yang terbentuk. Suhu yang ideal adalah sekitar 176 derajat celsius. Atur amper pada posisi 1 A per 0,025 mm.
  6. Mulailah pengelasan dengan mengatur mesin las aluminium agar tidak melebihi diameter nozle pada mesin las TIG. Misalnya bila Anda menggunakan nozle selebar 1/4, maka ujung tungsten pun tidak boleh melebihi 1/4 dari nozle tersebut.
  7. Letakkan ujung kawat las aluminium berhimpitan dengan aluminium yang akan dilas. Kemudian tarik las tersebut sepanjang 3 mm. Lelehkan kawat tadi sampai kapasitasnya cukup memadai digunakan untuk penyambungan. Tempelkan lelehan tersebut pada bidang yang akan diisi sambil tetap berpindah ke bidang selanjutnya secara perlahan-lahan. Ingat gerakan mesin TIG yang benar ialah didorong bukan ditarik. Lanjutkan proses penempelan lelehan kawat aluminium ini sampai seluruh sendi aluminium tersambung dengan sempurna.