Sipil
Feb28

Cara Mengecat Dinding yang sesuai Aturan

Bagaimana cara mengecat dinding yang sesuai aturan? Setidaknya Anda harus memastikan terlebih dahulu bahwa permukaan dinding yang hendak dicat sudah dalam kondisi yang benar-benar kering. Artinya kandungan kapur dan semen yang terdapat di dinding tersebut telah bereaksi dengan karbondioksida dan air secara sempurna hingga membentuk garam netral (CaCO3). Kalau menurut teori, proses pengeringan ini akan berlangsung selama 28 hari. tetapi dengan adanya bantuan sinar matahari dan udara, waktu pengeringan bisa dipercepat.

Namun Anda jangan salah sangka terlebih dahulu. Pasalnya dinding yang sudah keras dan kering sempurna pun bisa tiba-tiba mengandung kadar air yang berlebihan. Hal ini dapat terjadi lantaran pondasinya tidak bagus sehingga mengakibatkan air tanah bisa meresap masuk ke atas melalui celah-celah dinding tersebut akibat daya kapilaritas yang dimiliki oleh air. Selain itu, dinding yang sudah kering pun dapat menjadi basah karena atap/talang yang bocor atau kebocoran pipa yang tertanam di dalamnya.

tata-cara-mengecat-dinding.jpg

Kualitas dinding berpengaruh besar terhadap cat yang melapisi permukaannya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas dinding di antaranya mutu bahan bangunan, komposisi adukan, cara pembuatan adukan, kondisi tempat kerja, dan kondisi cuaca. Kelima faktor ini mutlak dipenuhi apabila Anda ingin hasil pengecatan yang baik dan sesuai keinginan. Jika tidak, maka Anda perlu bersiap-siap sebab dinding yang sudah dicat tersebut pasti akan mengalami beberapa masalah.

Kali ini kami akan berbagi panduan proses pengecatan dinding yang benar sesuai aturan-aturan yang berlaku.

DINDING YANG BARU

Anda harus menunggu waktu minimal selama 28 hari untuk memastikan reaksi pengerasan pada plesteran dan beton sudah sempurna. Lakukan pemeriksaan kelembaban dinding memakai alat ukur bernama protimeter. Kadar air di dalamnya harus berada di bawah 18 persen. Kemudian lakukan pemeriksaan kadar alkali dinding memakai kertas lakmus. Tingkat keasaman (pH) dinding yang ideal adalah 8. Jika pH dinding masih berada di atas 8, maka semen belum bereaksi sempurna. Apabila kadar air sudah rendah namun kadar alkali masih tinggi, Anda bisa membasahi permukaan dinding tersebut.

Setelah kadar air dan kadar alkali di dinding yang baru dibangun sudah memenuhi syarat, maka permukaannya boleh dicat. Mulailah dengan membersihkan terlebih dahulu permukaan dinding tersebut dari kotoran, bekas percikan semen, pengapuran debu, minyak, pengkristalan garam, dan lain-lain. Caranya adalah gosok permukaan dinding tadi menggunakan kertas ampelas kasar dan sikat sembari permukaannya dibasahi dengan air bersih. Selanjutnya keringkan permukaan dinding tadi menggunakan kain lap yang bersih.

Langkah berikutnya ialah mencuci permukaan dinding kembali menggunakan larutan asam klorida (HCl) dengan kadar 10-15 persen. Tujuan dari penggunaan larutan tersebut yaitu menetralkan kandungan alkali yang mungkin masih ada di dalam dinding serta memperbesar ukuran pori-pori tembok agar mempunyai daya rekat yang lebih baik. Apabila permukaan dinding tersebut ditumbuhi lumut atau jamur, Anda bisa mencucinya menggunakan larutan kaporit dengan kadar 10-15 persen. Setelah itu, lap permukaan dinding sampai kering.

DINDING YANG LAMA

Lakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi dinding tersebut. Apabila daya rekatnya masih bagus, Anda tinggal mencuci permukaannya dengan air sabun sambil dibersihkan memakai ampelas dan sikat. Namun jika permukaan tembok ditumbuhi lumut/jamur, Anda harus menghilangkan lumut/jamur tadi terlebih dahulu menggunakan air kaporit sembari menggosok permukaannya dengan sikat kasar. Gunakan air kaporit yang memiliki konsentrasi sekitar 10-15 persen.

Lain lagi kalau dinding yang lama ini mengalami pengapuran, Anda harus mengampelasnya terlebih dahulu untuk menghilangkan debu-debu kapur sampai ke lapisan dinding yang tidak mengapur. Begitu pula jika dinding mengelupas, Anda harus mengikis semua lapisan dinding yang terkelupas hingga ke bagian dasar tembok yang aman. Termasuk bila lapisan cat lama menggunakan produk berkualitas rendah yang gampang larut dengan air, Anda harus menghilangkan seluruh lapisan cat lama hingga bersih tak tersisa.

PEMBERIAN CAT DASAR

Terdapat dua jenis cat dasar untuk tembok antara lain varnish dan cat dinding warna putih. Varnish adalah cat dasar tanpa pigmen yang mengandung emulsi acrylic 100 persen. Cat ini biasa disebut wall sealer water base. Kelebihan cat dasar ini adalah dapat menutupi retak-retak rambut dan menguatkan lapisan cat lama. Sementara itu, cat dinding berwarna putih dengan emulsi acrylic juga bisa dipakai untuk cat dasar. Cat ini umum disebut alkali resisting primer atau undercoat tembok. Kelebihannya yaitu tahan terhadap alkali, memiliki daya rekat dan daya isi yang sangat baik, serta bersifat anti jamur.

Anda bisa memilih cat dasar mana yang akan digunakan dengan menyesuaikannya terhadap kondisi tembok dan kebutuhannya. Untuk mengaplikasikannya, Anda perlu mengencerkan cat tersebut terlebih dahulu sesuai dengan petunjuk pemakaian yang terlampir di kemasannya. Jangan pernah mengencerkan cat dasar seenak hati karena dapat menghilangkan fungsi dari cat dasar tersebut. Aplikasikan cat dasar tersebut sebanyak 1-2 kali lapisan di permukaan dinding.

PEMBERIAN CAT AKHIR

Berikut ini langkah-langkah dalam memberikan cat akhir di permukaan dinding :

  1. Pastikan kondisi permukaan dinding sudah layak untuk dicat.
  2. Bagian-bagian dinding yang tidak akan dicat seperti kusen, pintu, dan jendela sebaiknya ditutupi menggunakan kertas koran atau plastik.
  3. Siapkan alat-alat yang Anda butuhkan untuk mengecat meliputi kuas, roller, ember, pengaduk, tangga, dan sebagainya.
  4. Periksa kaleng cat untuk memastikan sesuai dengan ketentuan pabrik. Bila perlu catat nomor batch/lot nya.
  5. Aduk cat sapai merata. Kemudian encerkan sesuai dengan petunjuk yang tercantum di kemasannya.
  6. Proses pengenceran cat sebaiknya dilakukan di ember yang terpisah. Namun bila Anda yakin bisa menghabiskan cat pada hari itu juga, tidak masalah kalau mau mengecerkannya langsung di dalam kaleng cat.
  7. Durasi waktu tunggu antara lapisan cat pertama dan kedua harus cukup lama untuk memastikan kondisinya sudah kering. Sebaiknya tunggu selama 8 jam atau kalau perlu hingga semalaman.
  8. Sebaiknya proses pengecatan dilaksanakan saat kondisi cuaca sedang cerah. Bukalah semua lubang ventilasi agar sirkulasi udara di dalam ruangan menjadi lancar.