Sipil
Jan16

Cara Memotong Keramik Menggunakan Tile Cutter

Bagaimana cara memotong keramik menggunakan tile cutter? Keramik masih menjadi pilihan utama material penutup lantai yang paling disukai oleh masyarakat Indonesia. Alasan utamanya yakni harga keramik yang lebih terjangkau serta penampilannya tidak kalah dengan granit dan marmer. Coba perhatikan rumah-rumah di sekitar tempat tinggal Anda, kami yakin sebagian besar dari rumah tersebut pasti menggunakan keramik.

Bagi tukang bangunan, penggunaan keramik oleh pemilik rumah juga dapat memberikan keuntungan tersendiri. Tidak lain yaitu kemudahan dalam memasang keramik dibandingkan dengan material penutup lantai lainnya. Apalagi jika keramik yang dipakai tersebut berkualitas premium dan memiliki bentuk yang siku. Anda hanya perlu menyiapkan bidang, menarik benang, memberikan adukan semen, kemudian menyusun keramik satu per satu.

memotong-keramik-tile-cutter.jpg

Dalam membangun rumah, orang awam biasanya tidak terlalu memperhatikan ukuran standar bahan bangunan yang beredar di pasaran. Begitu pula dengan ukuran keramik yang bakal dipasang di lantai rumahnya. Akibatnya susunan keramik-keramik ini tidak bisa menutupi lantai dengan sempurna. Bagian tepi lantai tidak bisa dipasangi keramik. Sehingga mau tidak mau Anda harus mengecilkan ukuran keramik tersebut dengan memotongnya.

Anda bisa menggunakan alat pemotong khusus untuk keramik yang disebut tile cutter. Alat ini bisa diaplikasikan untuk memotong semua jenis keramik yang terbuat dari tanah liat dengan lapisan gelas yang tipis. Hasil potongannya berbentuk garis yang lurus. Jangan pernah memakai tile cutter untuk memotong batu alam, porselain, atau marmer. Silakan Anda bisa membeli tile cutter ini secara online di www.alatperabotan.com.

Berikut ini panduan menggunakan tile cutter untuk memotong keramik :

Langkah 1. Buat Tanda Pada Keramik

Ukurlah bidang kerja yang akan ditutupi potongan keramik terlebih dahulu. Kemudian ukurlah keramik yang tersedia. Buatlah tanda pada keramik tersebut sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan. Anda bisa memakai pensil dan penggaris besi untuk menandai permukaan keramik agar garis yang terbentuk benar-benar lurus. Hindari memakai penggaris dari plastik. Ada baiknya Anda menyiapkan mal untuk mempercepat proses pembuatan tanda ini.

Langkah 2. Cek Kondisi Tile Cutter

Sebelum digunakan, Anda harus memeriksa kondisi tile cutter. Pastikan alat tersebut masih layak dipakai serta tidak mengalami kerusakan. Cek kondisi mata pisaunya apakah masih tajam atau tidak. Penggunaan tile cutter dengan mata pisau yang sudah tumpul atau berkarat justru akan mengakibatkan keramik menjadi pecah. Anda juga perlu memastikan komponen-komponen penyusun tile cutter yang lain masih berfungsi dengan sempurna.

Langkah 3. Siapkan Area Kerja

Proses pemotongan keramik sebaiknya dilakukan di area kerja tersendiri yang letaknya tidak jauh dari lokasi proyek. Anda bisa memanfaatkan lantai yang memiliki permukaan rata dan datar sebagai area kerjanya. Alternatif yang lain yaitu meja kerja yang terbuat dari bahan baja atau kayu jati. Aturlah penempatannya sedemikian rupa supaya Anda bisa bekerja secara aman dan nyaman.

Langkah 4. Atur Posisi Tile Cutter

Letakkan keramik di atas tile cutter. Atur posisinya agar lurus terhadap pegangan mata pisau. Anda bisa memperhatikan tanda yang terdapat di tile cutter untuk mengetahui apakah posisi keramik sudah lurus atau belum. Kemudian aturlah posisi alat penahan batas keramik. Langkah berikutnya menempatkan mata pisau di tempat yang paling jauh dari pinggir keramik dan menariknya sepanjang bidang keramik yang ingin dipotong.

Langkah 5. Potong Keramik dengan Benar

Anda harus memastikan sekali lagi apakah posisi keramik yang ada di atas tile cutter sudah 100% benar dan sesuai. Perhatikan sekali lagi posisi mata pisau sudah tepat berada di atas garis penanda pemotongan pada keramik. Setelah itu dengan gerakan hati-hati dan mantap, Anda bisa menarik penuh bagian kaki penekan tile cutter. Tekanlah keramik tersebut ke bawah sampai terpotong sempurna oleh mata pisau.