Cara Membuat Pondasi Sumuran dan Rumus Perhitungannya

Pondasi sumuran adalah pondasi yang terbuat dari buis-buis beton yang tersusun secara vertikal hingga membentuk pipa raksasa dengan tingkat kedalaman tertentu. Setelah itu, di dalam pipa ini dimasukkan pasir atau beton siklop sebagai pengisinya. Pondasi sumuran sangat cocok diaplikasikan pada area yang memiliki lapisan tanah keras yang terletak di kedalaman 3-5 m. Dengan diterapkannya pondasi ini, maka tidak diperlukan lagi upaya memadatkan tanah atau mengurugnya memakai pasir.

Pondasi sumuran terbentuk dari peralihan antara pondasi dangkal dan pondasi tiang. Pondasi ini sendiri termasuk dalam kategori pondasi dalam. Pengecoran pondasi sumuran dilaksanakan di tempat memakai bahan-bahan pengisi yaitu beton dan batu belah. Pondasi yang telah dibangun berfungsi sebagai media perantara untuk memindahkan beban bangunan yang terletak di atasnya menuju ke lapisan tanah dasar yang mempunyai daya dukung besar. Sehingga bangunan pun dapat berdiri dengan kokoh.

cara-membuat-pondasi-sumuran.jpg

Proses pembuatan pondasi sumuran dapat dilaksanakan dengan metode di bawah ini!

Menyusun Pipa Beton Satu Per Satu

Pipa beton yang pertama diletakkan dengan benar pada tempat yang sebenarnya terlebih dahulu sesuai perencanaan. Kemudian tanah yang ada di dalam pipa ini dikeluarkan sembari dilakukan penurunan pipa beton secara perlahan-lahan. Pekerjaan ini dikerjakan terus-menerus dan diulangi. Setelah mencapai kedalaman tertentu, tempatkan pipa beton kedua di atas pipa beton pertama. Lalu lakukan pekerjaan seperti sebelumnya. Demikian dilakukan secara bertahap hingga mencapai kedalaman tertentu sesuai apa yang telah direncanakan.

Mengerug Tanah dan Mengecor Beton

Jikalau terdapat gangguan-gangguan yang timbul akibat munculnya air tanah, maka Anda bisa mengeruk tanah galian yang ada di dalam pipa sumuran untuk mengeluarkannya. Kerjakan dengan hati-hati dan penuh dengan perhitungan. Banyaknya kandungan air di dalam sumuran ini dapat dikurangi memakai pompa air sebelum pekerjaan pengecoran dimulai. Sementara untuk melakukan pengecoran beton di dalam sumuran, Anda bisa menggunakan metode corong tuang (tremi). Metode ini sangat cocok dipilih untuk pengecoran beton dalam pembuatan pondasi sumuran.

tips-membuat-pondasi-sumuran.jpg

Melakukan Pemandatan Tanah Dasar

Metode pembuatan konstruksi sumuran di atas dapat dipilih manakala proses pengeringan air tanah di dalam sumuran tidak dapat dikerjakan menggunakan pompa pasir, sebab pada dasarnya pasir memang mudah dipadatkan. Anda bisa memadatkan pasir dengan menggenanginya memakai air hingga berubah sifat menjadi jenuh. Sedangkan khusus untuk bangunan besar, Anda bisa memanfaatkan beton siklop yang terbuat dari 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil sebagai bahan pengisinya. Anda juga dapat menambahkan batu kali sekitar 30% untuk menghemat anggaran biaya.

Mengecek Kembali Hasil Pekerjaan

Upayakan untuk meletakkan pipa-pipa sumuran dalam satu sumbu di bawah dinding/tembok bangunan. Begitu pula dengan jarak antara satu pipa dengan pipa yang lainnya diusahakan agar sama. Kecuali jika memang pembagian ruangannya tidak sama persis, maka boleh-boleh saja menyusun pipa sumuran ini dengan jarak yang berbeda. Pipa-pipa sumuran juga sebaiknya dibuat di bagian sudut-sudut bangunan serta sambungan-sambungan dinding (delatasi).

struktur-pondasi-sumuran.jpg

Setelah pekerjaan membuat pondasi sumuran selesai dilaksanakan dengan baik, tahap berikutnya yaitu Anda perlu memasang balok terusan di atas pondasi sumuran tadi. Balok terusan dari beton bertulang ini berfungsi untuk mendukung kekuatan dinding yang dibangun di atasnya.

cara-menghitung-pondasi-sumuran.JPG

RUMUS

Cara menghitung besarnya garis tengah (diameter) sumuran yang sebaiknya digunakan, Anda bisa menghitungnya memakai ketentuan tanpa memperhitungkan berat bahan pengisi sumuran itu sendiri. Namun Anda harus tetap mengurangi besarnya daya dukung tanah dasar pondasi. Sehingga rumus perhitungan besarnya daya dukung tanah dasar pondasi sumuran yang diperkenankan menjadi :

s Tanah Dasar Sumuran = s Tanah – 0,04 . h (kg/cm2)

Keterangan :

s = daya dukung tanah

h = tinggi sumuran (m)