Sipil
Apr14

Cara Membuat Kusen Beton yang Benar

Bagaimana cara membuat kusen beton yang benar? Beton terbuat dari campuran agregat halus dan agregat kasar sebagai bahan pengisi yang kemudian ditambah dengan air dan semen sebagai bahan pengikat. Penggunaan beton tidak hanya terbatas pada konstruksi bangunan, tetapi juga bagian struktur seperti kusen.

Yap, kusen dari beton bertulang dianggap memiliki kekuatan yang lebih baik. Material ini diklaim tidak mengalami muai dan susut sehingga ukurannya tetap. Beton juga dikenal sebagai bahan yang awet dan tahan terhadap serangan rayap. Meski dikenai cuaca yang ekstrim secara terus-menerus, kusen beton mampu bertahan lebih bagus daripada material-material pembentuk kusen lainnya.

cara-membuat-kusen-beton.jpg

Lantas, bagaimana sih proses pembuatan kusen beton yang benar? Simak panduannya berikut ini!

Langkah 1 : Pembuatan Cetakan Kusen

Cetakan berfungsi untuk membentuk beton sesuai dengan dimensi dan desain kusen yang diinginkan. Cetakan tersebut dibuat menggunakan bekisting yang berbahan baku papan kayu atau triplek. Selanjutnya papn kayu/triplek ini dibentuk sedemikian rupa menurut perencanaan. Sebagai bahan pengikatnya, Anda bisa memakai paku dan kawat bandrat. Perhatikan, tahap pertama ini sangat menentukan kualitas dari kusen beton yang dihasilkan sehingga wajib dilakukan dengan tepat dan teliti.

Langkah 2 : Pemasangan Besi Tulangan

Sebagai penahan gaya tarik, kusen juga harus dipasangi besi tulangan sehingga dapat memperkuat sambungan ke dinding. Karakteristik besi tulangan yang dipakai perlu disesuaikan dengan kekuatan struktur kusen yang dibutuhkan. Sebagai contoh, pintu yang berukuran 80 x 210 cm memerlukan penyangga berupa sebuah besi tulangan yang berdiameter 5 mm. Besi tersebut selanjutnya dipasang pada area yang diharapkan dapat menambah perkuatan. Sedangkan pada area yang bakal dipasangi engsel, Anda perlu menambahkan serbuk kayu untuk mempermudah pemasangannya nanti.

Langkah 3 : Pembuatan Adukan Beton

Adukan beton terbuat dari campuran semen, pasir, dan kerikil dengan perbandingan 1:2:3. Setelah rampung dibuat, selanjutnya adukan tadi dituangkan ke dalam cetakan kusen. Hati-hati saat mengerjakannya dan pastikan adukan tersebar secara merata dan sama sekali tidak berlubang. Setelah itu, diamkan adukan ini selama kurang lebih 8 jam agar dapat mengering sempurna. keesokan harinya, buka cetakan dan perhatikan hasil pencetakannya. Jika ada beton yang tampak kurang bagus dan berlubang, maka Anda bisa menambalnya dengan adukan beton.

Langkah 4 : Penyempurnaan Kusen Beton

Proses finishing terhadap kusen beton bisa dilakukan dengan menguaskan cat ke permukaan kusen tersebut sehingga tampak menyerupai kayu atau besi. Pastikan hasil penyempurnaannya rapi dan tidak menimbulkan kecacatan pada kusen. Perlu diketahui, kusen beton barulah boleh digunakan untuk menyangga beban bangunan setelah dua hari sejak finishing akhir dilaksanakan. Jauh lebih bagus lagi apabila Anda menunggu selama sebulan sehingga beton benar-benar telah mengalami perkerasan secara sempurna.