Cara Membuat Dak Beton Konvensional

Dak beton dibutuhkan ketika Anda ingin menambah luas lantai secara vertikal. Misalnya saat Anda ingin membangun rumah bertingkat. Dak beton ini biasa disebut pula sebagai plat lantai. Biasanya digunakan metode konvensional untuk membuat dak beton. Di sini kita memakai cor beton untuk membuat dak beton. Keunggulan dari metode ini adalah prosesnya yang dapat dikerjakan dengan mudah, jauh lebih mudah daripada pemasangan dak keraton.

Pembuatan dak beton konvensional harus memperhatikan luas plat lantai yang akan dicor. Jika luasnya lebih dari 3 x 3 m, maka Anda bisa menggunakan balok anak. Balok anak ini berfungsi untuk membantu menahan beban dari plat lantai selama proses pembuatan dak beton tengah berlangsung. Plat lantai yang menggunakan balok anak dibuat dengan ketebalan cor minimal 12 cm. Sedangkan plat lantai tanpa balok anak bisa dibuat dengan ketebalan 15 cm.

Tahap I. Pencampuran Bahan-bahan

Dek beton memanfaatkan beton sebagai material penyusun utamanya. Penggunaan beton sendiri biasanya ditujukan untuk pekerjaan struktural dan nonstruktural. Pekerjaan struktural umumnya menggunakan beton mutu B1 dan K125 yang terbuat dari campuran 1 semen, 2 pasir, dan 3 kerikil. Sedangkan untuk pekerjaan nonstruktural biasanya memakai beton mutu B1, di mana komposisi pasir dan kerikilnya jangan sampai melebihi takaran 8:1.

Campuran dari bahan-bahan tersebut lantas ditambah dengan air. Rasio air yang digunakan berkisar antara 10-20% tergantung berat semen yang dipakai. Pemakaian air yang berlebihan pada campuran dapat mengakibatkan beton yang dihasilkan menjadi retak-retak di bagian dalamnya. Hal ini dikarenakan air yang tidak ikut bereaksi akan menguap sehingga membentuk pori-pori. Akibatnya adalah kekuatan beton tersebut menjadi berkurang.

cara-membuat-dak-beton.jpg

Tahap II. Pengadukan Campuran Beton

Tujuan utama mengaduk campuran beton adalah menyatukan bahan-bahan penyusunnya agar menjadi satu kesatuan. Usahakan saat Anda melakukan pengadukan ini sampai menghasilkan adukan yang bersifat homogen. Ciri-cirinya yaitu warna adukan merata, campuran tidak terlalu kental atau cair, dan tidak terbentuk butir-butir terpisah (segregasi). Apabila pengadukannya tidak sampai homogen, maka hasilnya kualitas beton yang terbentuk kurang baik.

Proses pengadukan campuran beton bisa dikerjakan secara manual atau menggunakan mesin khusus. Wajib diperhatikan bahwa pekerjaan pengecoran ini harus selesai dalam waktu sehari. Jadi apabila proses ini dilakukan secara manual, maka Anda harus menyediakan tenaga tukang yang cukup. Perhitungan jumlah kebutuhan tenaga standarnya adalah 0,5 m3 per pekerja. Jadi untuk membuat plat lantai dengan volume 10 m3, dibutuhkan 20 orang pekerja.

Tahap III. Pengecoran Beton Pada Bekisting

Bekisting harus dibuat terlebih dahulu sebelum dilakukan pengecoran beton. Setelah bekisting ini berhasil dipasang, selanjutnya Anda bisa melakukan pembesian. Buatlah pembesian struktur yang mencakup kolom, balok, dan plat. Usahakan pembesian ini saling mengikat sehingga menjadi kesatuan rangkaian. Setelah itu, semua elemen pembesian ini dicor dalam waktu bersamaan secara cepat agar jalinannya semakin kaku dan kokoh.

Buatlah adukan beton dengan mutu B1 dan K125 untuk membuat dak beton. Adukan yang telah jadi tidak boleh dibiarkan terlalu lama di tempat pengadukan karena bisa mengeras. Sebaiknya Anda harus segera menuangkannya ke bekisting. Setelah dituangkan, adukan beton ini akan cepat sekali mengeras. Agar adukan tersebut bisa mengering secara perlahan-lahan, Anda harus menyiraminya dengan air bersih sedikit demi sedikit. Barulah hasil optimal dari dak beton tersebut bisa dilihat setelah 2 minggu kemudian.