Sipil
Feb19

Cara Membuat Buis Beton (Gorong-gorong)

Bagaimana cara membuat buis beton secara manual? Buis beton biasa disebut pula sebagai gorong-gorong. Material ini biasanya digunakan untuk saluran pembuangan air kotor. Dibandingkan dengan pipa PVC, buis beton mempunyai keunggulan yaitu lebih kuat dan lebih murah. Penggunaan buis beton paling banyak diterapkan pada lorong, jembatan, jalan, dan bangunan yang membutuhkan konstruksi yang kuat.

Buis beton sudah banyak dijual di toko bangunan di seluruh Indonesia. Ukuran diameternya pun sangat variatif sehingga dapat memudahkan kita dalam menentukan buis beton mana yang paling sesuai. Biar lebih hemat, Anda bahkan bisa membuat buis beton sendiri secara manual dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan. Namun syarat utamanya ialah Anda harus memiliki cetakan buis beton untuk membentuk adukan beton sebagai bahan dasarnya.

cara-membuat-buis-beton.jpg

Di bawah ini langkah-langkah dalam pembuatan buis beton, antara lain :

  1. Siapkan cetakan buis beton dengan ukuran diameter yang sesuai perencanaan Anda. Letakkan cetakan tersebut di area kerja yang bersih dan terbuka. Jangan lupa untuk memberikan alas di bawahnya agar kualitas buis beton yang dicetak nantinya memiliki mutu yang tinggi. Setelah itu, oleskan oli bekas ke seluruh permukaan bagian dalam cetakan tersebut sehingga buis beton yang sudah tercetak dapat dilepaskan dengan mudah.
  2. Pada dasarnya, bahan baku yang dipakai untuk membuat buis beton mirip seperti batako. Anda membutuhkan semen dan pasir dengan perbandingan 1:6. Pasir yang digunakan harus memiliki ukuran yang sangat halus dengan ukuran maksimal 5 mm. Setelah tercampur secara mata, kedua bahan ini lantas dikentalkan menggunakan air secukupnya lalu diaduk kembali sampai benar-benar merata.
  3. Adukan beton yang sudah terbentuk kemudian dimasukkan ke dalam cetakan gorong-gorong. Masukkan adukan ini secara perlahan-lahan ke dalam cetakan. Pastikan kapasitas ruangan di dalam cetakan terisi penuh sehingga buis beton yang dihasilkan nantinya memiliki struktur yang padat serta tidak mudah pecah. Ulangi langkah ini sampai seluruh adukan beton yang telah dibuat sudah masuk ke dalam cetakan. Selanjutnya biarkan adukan beton di cetakan tersebut selama 15-30 menit supaya mengering.
  4. Proses pengeringan adukan untuk pembuatan buis beton paling baik dilakukan secara alami dengan mengangin-anginkannya saja. Apabila proses ini dilaksanakan di bawah sinar matahari yang begitu panas maka akan membuat proses pengeringannya terjadi secara mendadak dan tidak merata. Akibatnya buis beton yang dihasilkan pun mempunyai struktur yang pecah-pecah.
  5. Setelah waktu tunggu sekitar 15-30 menit berlalu, Anda bisa mengeluarkan hasil cetakan tersebut. Hati-hati saat mengerjakan proses ini sebab kondisi buis beton tadi masih setengah kering sehingga rawan mengalami kerusakan. Setelah berhasil dikeluarkan dari cetakannya, buis beton yang masih setengah basah ini dikeringkan kembali dengan mengangin-anginkannya selama 3-5 hari sehingga kering sempurna. Barulah kemudian buis beton buatan Anda tersebut bias digunakan.