Sipil
Mar25

Cara Membuat Bata Ringan (Hebel) Secara Manual

Bagaimana cara membuat bata ringan secara manual? Bata ringan (hebel) adalah bahan bangunan yang biasa digunakan untuk mendirikan struktur dinding. Ini merupakan material yang terbuat dari semen, pasir, kapur, fly ash (abu batubara/tebu), dan air yang dicampur merata. Kemudian ditambahkan dengan busa kimia dari pasta alumunium sebagai foam agent (bahan pengembang). Barulah adukan ini lantas dibentuk menggunakan cetakan khusus hebel dan dijemur sampai benar-benar kering.

Saat ini, bata ringan lebih disenangi daripada batubata dan batako karena mempunyai kelebihan-kelebihan tertentu. Di antaranya seperti bobotnya enteng, bentuknye presisi, dan harganya pun miring. Pembangunan dinding menggunakan hebel juga tidak memerlukan plester lagi, melainkan langsung bisa diaci. Sehingga dapat menghemat rencana anggaran biaya.

membuat-bata-ringan-manual.jpg

Ternyata, proses pembuatan bata ringan bisa dilakukan secara manual lho. Simak langkah-langkahnya dari Arafuru sebagai berikut!

Alat yang diperlukan :

  • Cetakan khusus bata ringan
  • Ember
  • Cetok
  • Cangkul

Bahan yang dibutuhkan :

  • Semen sebagai bahan pengikat
  • Pasir sebagai bahan pengisi
  • Fly ash sebagai bahan pengisi
  • Kapur sebagai bahan pengisi
  • Air sebagai bahan pengencer
  • Pasta alumunium sebagai bahan pengembang

Cara Membuat :

  1. Buat adukan hebel terlebih dahulu yang terdiri atas binder dan filler dengan perbandingan 1:2. Perlu diketahui, yang dimaksud binder adalah semen sedangakan filler berupa campuran pasir, fly ash, dan kapur. Jika Anda hanya menggunakan fly ash atau kapur atau campuran keduanya tanpa pasir, maka komposisi filler yang diijinkan yaitu 17% dari total adukan hebel.
  2. Tuangkan air secukupnya ke dalam adukan hebel tadi untuk mengencerkannya. Penambahan air ini sebaiknya jangan terlalu banyak maupun terlalu sedikit sebab dapat merusak kualitas bata ringan yang dihasilkan. Pada umumnya, jumlah air yang ditambahkan ke adukan hebel sebanyak 0,4-0,6 dari total semen yang digunakan.
  3. Proses pengadukan harus dikerjakan sampai komposisi bahan penyusun adukan benar-benar tercampur rata. Sifat adukan juga tampak berubah menjadi homogen dan massa jenisnya pun sesuai perencanaan yakni berkisar antara 1,8-2,2 kg/liter. Jikalu massa jenis adukan hebel tersebut belum sesuai, Anda bisa menambahkan air seperlunya.
  4. Setelah adukan bata ringan selesai dibuat, selanjutnya ialah membentuknya dengan menggunakan cetakan khusus. Caranya yaitu tuangkanlah pasta adukan hebel tersebut ke dalam cetakan, lalu ratakan seluruh permukaannya. Agar bisa mengering dan tercetak sempurna, biarkan cetakan ini selama kurang lebih sekitar 12 jam.
  5. Keesokan harinya, bukalah cetakan bata ringan tersebut dengan hati-hati. Berikutnya pindahkan hebel-hebel yang masih mentah ini ke tempat pengeringan (curing area) yang terbuka namun terhindar dari sinar matahari langsung.
  6. Bentuk perawatan yang harus diberikan pada bata ringan selama proses pengeringan meliputi penyiraman hebel tersebut selama 10 hari berturut-turut. Hal ini dimaksudkan supaya pengeringannya berlangsung secara perlahan sehingga hebel tidak mengalami kerusakan atau keretakan. Kemudian pada hari ke-15, bata ringan ini bisa diletakkan di gudang penyimpanan. Material hebel baru boleh dipakai setelah usianya mencapai lebih dari 20 hari sejak awal pembuatan.