Sipil
Dec8

Cara Memasang Paku Pasak Bumi/Tiang Pancang Gedung

Setiap bangunan bertingkat membutuhkan pondasi yang kuat sebagai penopangnya. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kekuatan pondasi. Salah satunya yang paling sering digunakan ialah memasang pondasi paku pasak bumi alias pondasi tiang pancang.

Pondasi pasak bumi adalah suatu jenis pondasi bangunan yang bekerja dengan menahan gaya akibat bidang tegak lurus (orthogonal) ke sumbu tiang dengan meredam lenturan yang timbul. Keunggulan dari pondasi ini antara lain mutunya terjamin, bisa mencapai tanah yang keras, didukung ujung dan sekeliling tiang, daya topangnya sangat kuat, serta harga relatif murah. Sebaliknya kelemahan dari pondasi pasak bumi yaitu menimbulkan getaran dan kebisingan yang sangat mengganggu serta dapat merubah struktur tanah di sekelilingnya.

cara-memasang-paku-pasak-bumi-gedung.jpg

Umumnya, paku pasak bumi berbentuk silindris memanjang dengan ukuran 10-30 meter. Paku tersebut diangkut dari pabrik ke lokasi proyek menggunakan truk tronton yang dilengkapi crane. Sedangkan proses pemasangannya memakai diesel hammer yakni memukul paku tiang pancang tersebut sampai kedalaman tertentu. Saat ini juga sudah tersedia alat pemasang pasak bumi yang menerapkan sistem hidrolik hammer.

Berikut ini tahap-tahap dalam pemasangan paku pasak bumi versi Arafuru selengkapnya!

  1. Pemeriksaan terhadap jenis dan karakteristik tanah di lokasi proyek. Dilakukan pula pengecekan kedalaman lapisan tanah yang keras.
  2. Penghitungan struktur pondasi pasak bumi yang diperlukan. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan meliputi ukuran paku pasak bumi, kedalaman pemancangan, dan spesifikasi material bahan bangunan yang dipakai.
  3. Pembuatan paku pasak dikerjakan di pabrik dengan menyesuaikan kualitasnya terhadap spesifikasi yang dibutuhkan. Setelah itu, paku tersebut dibawa ke lokasi proyek.
  4. Pengangkutan paku pasak bumi atau tiang pancang dilakukan menggunakan truk tronton yang dilengkapi crane. Perhitungkan posisi titik angkat paku tersebut supaya tidak mengakibatkan patah.
  5. Lakukan pengukuran di lokasi proyek untuk menentukan titik-titik pemasangan paku sesuai dengan gambar perencanaan. Berikutnya paku pasak bumi diangkat tegak lurus, lalu letakkan ujung diesel hammer dinaikkan dan topi paal disambungkan ke dalam kepala paku.
  6. Tingkat ketegakan posisi paku dapat dikontrol memakai teodilit yang dipasang di dua lokasi. Pastikan posisi tiang tersebut tegak lurus dengan melakukan kontrol kemiringan setiap dua meter.
  7. Paku dipukul memakai diesel hammer sampai menancap ke kedalaman yang diharapkan. Pemukulan dianggap selesai bilamana di sepuluh kali pukulan terakhir, paku tersebut masuk dengan kedalaman kurang dari 2 cm.
  8. Permukaan paku pasak bumi yang masih berada di atas kedalaman tanah yang direncanakan dikupas bagian betonnya. Dengan demikian tersisa besi tulangan yang bisa dimanfaatkan sebagai tiang stek untuk disambungkan dengan pile cap pada konstruksi bangunan.

Dalam proses pemasangan paku pasak bumi pada bangunan gedung perlu memperhatikan hal-hal tertentu. Di antaranya kualitas bahan bangunan, spesifikasi material, posisi pengangkatan tiang, tingkat ketegakan pemancangan, dan keterampilan pekerja. Kesalahan dalam memasang paku pasak bumi ini akan menimbulkan akibat yang sangat fatal karena kekuatan pondasi yang dihasilkan tidak sesuai dengan perencanaan awal pembangunan gedung.