Sipil
Jan29

Berbagai Jenis Saluran Drainase yang Wajib Diketahui

Secara harfiah, drainase bisa dididefinisikan mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan air. Jadi, drainase adalah suatu bangunan berbentuk saluran yang berguna untuk mengurangi debit air dengan cara membuang kelebihannya yang tidak diinginkan dari suatu daerah. Tujuannya yaitu untuk mengembalikan peran dari daerah tersebut sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya serta tercipta lingkungan yang aman, nyaman, bersih, dan sehat.

Ada berbagai manfaat dari drainase, antara lain :

  1. Menurunkan permukaan air tanah pada level yang ideal
  2. Mengendalikan kapasitas air hujan yang berlebihan sehingga tidak menimbulkan banjir
  3. Mengeringkan daerah lembab dari genangan air sehingga tidak terdapat akumulasi air tanah
  4. Mengendalikan erosi tanah yang rawan mengalami kelongsoran
  5. Mencegah timbulnya kerusakan pada jalan dan bangunan

jenis-saluran-drainase.jpg

Jika ditinjau dari berbagai sudut pandang, saluran drainase bisa dibagi-bagi menjadi beberapa jenis. Sebut saja pengelompokkan drainase menurut sejarah terbentuknya, letak salurannya, bentuk konstruksinya, serta fungsi kegunaannya. Dan berikut uraian jenis saluran drainase dari Arafuru yang wajib Anda ketahui!

A. Jenis Saluran Drainase Menurut Sejarah Terbentuknya

1. Drainase Alami

Drainase alami terbentuk secara natural tanpa adanya campur tangan manusia. Pada umumnya, drainase alami juga tidak dilengkapi oleh bangunan penunjang apapun. Sungai merupakan salah satu contoh saluran air yang terbentuk dengan sendirinya.

2. Drainase Buatan

Drainase buatan ialah saluran air yang dibentuk oleh manusia untuk tujuan tertentu. Itu sebabnya, guna mendukung fungsi drainase tersebut, didirikan juga bangunan penunjang yang mempunyai peranan khusus. Drainase buatan perlu dirancang berdasarkan analisa tentang ilmu drainase untuk menentukan dimensi saluran yang ideal dan debit air hujan. Contoh drainase buatan yaitu kanal, talang, gorong-gorong, terjunan, got, dan terowongan air.

B. Jenis Saluran Drainase Menurut Letak Saluran

1. Drainase Permukaan Tanah

Disebut drainase permukaan tanah sebab drainase ini terletak di atas permukaan tanah. Manfaat drainase permukaan tanah yakni untuk mengalirkan air limpasan permukaan sehingga mencegah terjadinya genangan air. Oleh karena itu, analisa drainase dilaksanakan menurut open channel flow.

2. Drainase Bawah Permukaan Tanah

Drainase ini dibuat di bawah permukaan tanah, atau dengan kata lain ditanamkan. Penyebabnya antara lain untuk alasan estetika serta alasan lokasi yang tidak memungkinkan dibangunnya drainase permukaan tanah. Konstruksi drainase bawah permukaan tanah juga biasanya dibangun di area perkebunan.

C. Jenis Drainase Menurut Konstruksi

1. Drainase Terbuka

Drainase terbuka memiliki bentuk berupa saluran air yang terbuka. Biasanya drainase terbuka dipakai untuk mendukung berbagai fungsi saluran air terutama untuk menampung dan mengalirkan air hujan. Drainase terbuka yang dibuat di pinggiran kota tidak perlu dilapisi lining. Tetapi drainase yang dibangun di tengah kota harus dilapisi pelindung seperti beton, pasangan batu, atau pasangan bata.

2. Drainase Tertutup

Drainase tertutup mempunyai konstruksi yang tertutup dari luar. Drainase ini dibuat demikian karena air yang mengalir di dalamnya berpotensi dapat mencemari lingkungan hayati. Kebanyakan drainase tertutup sering diterapkan di daerah-daerah perkotaan khususnya area perindustrian. Material yang paling sering dipakai untuk membuat drainase tertutup ialah pipa PVC.

D. Jenis Drainase Menurut Fungsi

1. Drainase Satu Fungsi

Drainase ini digunakan untuk menyalurkan satu macam air buangan saja. Misalnya yaitu air hujan dan limbah cair. Pada umumnya, saluran drainase satu fungsi dibuat dengan menggunakan konstruksi tertutup dan diletakkan di bawah permukaan tanah.

2. Drainase Multifungsi

Drainase multifungsi adalah drainase yang berguna untuk mengalirkan berbagai macam air buangan. Metode yang diaplikasikan bisa dilakukan secara bercampuran maupun bergantian. Pembuatan drainase multifungsi wajib memperhatikan antara dimensi dengan kapasitas air yang akan dialirkan pada suatu waktu.