Sipil
Apr23

Apakah Pengertian Struktur Beton Prategang?

Pada dasarnya, pengertian struktur beton prategang adalah struktur yang terbuat dari perpaduan antara beton dan baja. Beton merupakan materi yang memiliki kekuatan tekan yang tinggi, tetapi kekuatan tariknya rendah. Sedangkan baja mempunyai kekuatan tarik yang sangat tinggi. Jadi dengan mengkombinasikan kekuatan beton dan baja maka akan menghasilkan struktur yang kuat terhadap beban tekan dan beban tarik.

Jika dibandingkan dengan beton bertulang, beton prategang memiliki tingkat kekuatan yang lebih baik. Hal ini karena beton bertulang tidak dapat menahan tegangan lentur pada struktur bangunan bentang lebar. Apabila dipaksakan, bangunan tersebut akan mengalami keretakan terutama di bagian yang memikul tegangan lentur, tegangan geser, dan tegangan puntir yang tinggi.

struktur-beton-prategang.jpg

Berdasarkan beberapa peraturan, di bawah ini merupakan pengertian-pengertian dari beton prategang :

  1. Peraturan Beton Indonesia (PBI 1971) : Beton prategang adalah beton bertulang yang sudah ditimbulkan tegangan-tegangan intern dengan pembagian dan nilai sedemikian rupa sehingga tegangan-tegangan yang disebabkan oleh beton bisa dinetralkan hingga mencapai taraf yang dikehendaki.
  2. Draft Konsesus Pedoman Beton (1998) : Beton prategang ialah beton bertulang yang sudah diberikan tegangan dalam yang bertujuan untuk mengurangi teganga tarik potensial pada beton sebagai akibat dari pemberian beban yang berkerja kepadanya.
  3. American Concrete Institute (ACI) : Beton prategang merupakan beton yang mengalami tegangan secara internal dengan besar dan distribusi yang sedemikian rupa sehingga mampu mengimbangi sampai ambang tertentu dari tegangan yang ditimbulkan oleh beban eksternal.

Terdapat dua metode yang dapat dilakukan untuk memberikan gaya konsentris pada beton prategang yaitu metode pratarik dan metode paska tarik. Metode pratarik (pre-tensioned prestressed concrete) dikerjakan dengan menegangkan konstruksi tendon memakai alat bantu terlebih dahulu sebelum beton mengeras. Gaya konsentris pada metode ini harus tetap dipertahankan sampai beton bangunan benar-benar mengeras dengan sempurna. Sedangkan pelaksanaan metode paska tarik (post-tensioned prestressed concrete) memberikan gaya konsentris dengan menarik kabel tendon manakala kondisi konstruksi beton prategang tersebut sudah cukup keras.