Sipil
Mar28

Apa yang Dimaksud dengan Mortar?

Apakah yang dimaksud dengan mortar? Apakah fungsi dan kegunaan dari mortar tersebut? Apa pula keunggulan pemakaian mortar utama jika dibandingkan dengan adukan semen biasa? Bagaimana caranya membuat campuran mortar yang berdasarkan SNI?

pengertian-mortar.jpg

Tahukah Anda, pada zaman dahulu orang-orang biasanya menggunakan putih telur sebagai bahan perekat bangunan seperti candi. Ditemukannya semen mendorong pemanfaatan material ini sebagai bahan pengikat pasangan batubata, plesteran, dan acian. Kemudian perkenalan mortar pada tahun 1990-an lantas menarik perhatian masyarakat Indonesia untuk beralih ke bahan bangunan yang satu ini.

Mortar adalah suatu campuran yang terdiri atas agregat kasar dan agregat halus dengan perbandingan tertentu. Kemajuan teknologi mendorong pembuatan mortar tidak hanya dari semen, melainkan ada pula tambahan filler dan additive di dalamnya. Beberapa orang juga biasanya menyebut mortar sebagai semen instan.

Kegunaan utama dari mortar yaitu sebagai material yang dapat dimanfaatkan untuk pekerjaan pembuatan bangunan. Di antaranya pasangan batubata, pemlesteran, pengacian, pasangan keramik, dan sebagainya. Tidak seperti semen, mortar telah diproduksi sedemikian rupa sehingga pemakaiannya lebih efektif dan efisien. Selain itu, penggunaan mortar untuk pendirian dinding pun mampu menghasilkan tembok yang strukturnya lebih baik dan tidak mempunyai keretakan.

Di pasaran, mortar memiliki banyak jenis dengan fungsi tertentu yang ditandai dari kode atau penamaan yang melampirinya. Sebagai contoh, misalnya plester, acian, thinbed, tile adhesive, skim coat, floor screed, dan lain-lain. Ada pula mortar MM-100, MM-200, MM-300, dan seterusnya.

Karena semen, pasir, kapur, dan additive sudah dikemas dengan perbandingan yang tepat, penggunaan mortar sangatlah praktis. Anda cukup membuka kemasan produk tersebut, lalu menuangkan isinya ke dalam ember. Kemudian tambahkan air secukupnya sesuai petunjuk dalam kemasan. Dan jadilah adukan mortar yang siap pakai.

Jika dibandingkan dengan pembuatan adukan perekat secara konvensional, tentu saja pemakaian mortar jauh lebih singkat. Berat bersih suatu mortar juga sudah diukur secara tepat sehingga akan mempermudah kita dalam menghitung kebutuhannya per m2. Rata-rata mortar seberat 40 kg dapat digunakan untuk memplester bata ringan seluas 20 m2 yang berketebalan 1,5 mm.

Keunggulan lainnya dari mortar ialah penempatannya yang lebih gampang sebab kita hanya perlu menyusun zak mortar saja. Bandingkan bila memakai perekat konvensional, maka Anda perlu menyiapkan lahan untuk menumpuk zak semen serta penimbunan pasir yang seringkali menyebabkan area kerja tampak berantakan. Karena kelebihan-kelebihannya inilah, penggunaan mortar dalam pembangunan skala besar dapat menghemat Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek secara signifikan.