Agar Bambu Tidak Pecah Saat Dipaku, Silakan Gunakan 5 Trik Ampuh Ini

Sama halnya dengan kayu, bambu juga sering dimanfaatkan sebagai material bangunan. Pohon bambu tumbuh subur di berbagai belahan negeri, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Kenyataannya tanaman bambu memang masih tergolong rumput-rumputan sehingga mampu tumbuh subur di tempat mana pun. Cuma karena mempunyai tekstur yang keras, ukurannya panjang, serta berdiameter besar, batang bambu lantas digunakan sebagai bahan bangunan untuk membuat rumah.

Keunggulan utama bambu yaitu memiliki struktur yang keras serta kokoh. Tetapi dari strukturnya yang keras ini, terdapat kelemahan batang bambu yaitu mudah patah dan pecah. Karakteristiknya yang keras membuat bambu bersifat getas. Anda harus berhati-hati saat bekerja dengan bambu agar tidak merusak material tersebut. Masalah yang paling sering terjadi yaitu bambu tiba-tiba pecah ketika Anda mencoba menancapkan paku di atasnya. Bambu tersebut pecah sendiri saat Anda memakunya.

cara-memaku-bambu.jpg

Di bawah ini kiat-kiat memasang paku pada bambu agar tidak pecah yang bisa Anda coba! Dijamin pasti berhasil deh!

Bambu bisa Direndam Dahulu di Air

Bambu memang mempunyai struktur yang sangat keras. Tingkat kekerasannya akan semakin meningkat seiring dengan kondisinya yang mengering. Semakin kering bambu, maka semakin kerap pula material tersebut. Namun strukturnya yang keras ini mempunyai dampak negatif yaitu bambu bersifat getas dan mudah pecah. Anda dapat mengurangi tingkat kekerasan bambu dengan merendamnya di air terlebih dahulu selama beberapa saat. Dengan demikian, struktur bambu ini pun tidak terlalu getas.

Pakailah Paku yang Ukurannya Kecil

Paku yang Anda gunakan juga akan mempengaruhi hasil akhirnya, apakah bambu tersebut akan pecah atau tidak. Kami sarankan pakailah paku yang posturnya ramping. Tidak masalah kalau paku tadi cukup panjang, tapi diameter kakinya harus kecil. Apabila ukuran kaki paku ini terlalu besar, maka retakan yang dibuatnya pun akan lebih besar sehingga membuat bambu rentan pecah. Hendaknya pakailah paku yang berukuran kecil saat memaku bambu sehingga tidak menciptakan celah retakan yang cukup besar.

Gunakan Selotip Sebagai Alas Paku

Trik lain untuk mencegah pecahnya bambu saat Anda menancapkan paku ke material ini yaitu Anda bisa memasang selotip terlebih dahulu sebagai landasan paku. Anda bisa menggunakan selotip plastik yang berwarna bening. Pasanglah selotip ini membentuk huruf X, di mana titik pertemuan garis X tersebut berada pada titik yang akan dipasangi paku. Barulah kemudian Anda bisa mencoba menancapkan paku di sana. Dengan cara ini, kami jamin bambu tersebut tidak bakal pecah lagi.

Hamparkan Kain Sebagai Landasan

Kalau menurut Anda memasang selotip satu per satu ke bambu pada setiap titik yang hendak dipaku itu terlalu merepotkan, maka Anda bisa menggunakan solusi alternatif berikut. Anda dapat memanfaatkan kain yang cukup tebal sebagai landasan dari bambu tersebut. Landasan kain ini berguna untuk menahan getaran atau guncangan yang terjadi selama proses pemasangan paku berlangsung. Getaran ini memang harus diredam agar tidak membuat bambu mengalami stres yang dapat mengakibatkannya pecah.

Pukulkan Martil secara Tegak Lurus

Cara Anda dalam menancapkan paku ke bambu juga turut mempengaruhi hasil akhir akhir dari proses memasang paku ini. Anda harus menggunakan martil dengan cara yang tepat agar tidak menyebabkan paku memecahkan bambu. Martil ini wajib dipukulkan langsung ke arah paku dengan posisi yang tegak lurus ke bawah. Usahakan gerakan ayunan martil ini tidak miring ya. Paku yang terpasang secara tegak lurus tidak hanya mencegah bambu mengalami pecah, tetapi juga mempercepat pemasangannya.