5 Tahap Cara Membongkar Beton

Bagaimana cara membongkar beton yang benar? Struktur beton banyak digunakan sebagai material pembentuk konstruksi bangunan. Ini dikarenakan beton mempunyai kekuatan dan ketahanan yang sangat baik. Proses pembuatannya juga mudah dengan anggaran yang tidak terlalu tinggi. Selain itu, beton pun dapat dibentuk sesuka hati.

Namanya juga manusia. Kadang-kadang kita merasa bosan dengan struktur bangunan yang telah dibuat sebelumnya. Renovasi saja dianggap tidak cukup untuk memperbaharui keindahan dari struktur beton tersebut. Satu-satunya jalan keluar yang dapat diambil ialah membongkarnya, lalu mendirikan struktur yang baru. Pembongkaran biasanya dilakukan pula terhadap struktur beton yang usianya sudah terlalu tua sehingga perawatan saja tidak mampu mengembalikan kekuatannya.

cara-membongkar-dinding.jpg

Pada artikel kali ini, kita akan belajar melakukan pembongkaran struktur beton yang ukurannya tidak terlalu tinggi dan tidak besar. Contoh yang paling mudah adalah pagar yang terbuat dari beton. Sedangkan jika Anda ingin belajar merobohkan gedung, Anda bisa mempelajari panduannya di sini.

Tahap I. Persiapan Awal

Mulailah dengan mencari tahu ukuran struktur beton yang akan dibongkar. Anda bisa memperkirakan berapa luas lahan yang dapat digunakan untuk menampung sisa-sisa pembongkaran. Bersihkan area di sekitar struktur beton tadi supaya bebas dari benda-benda yang dapat mengalami kerusakan serius jika tertimpa beton. Misalnya bila Anda hendak membongkar pagar taman, usahakan tempat yang akan ditimpa robohan beton harus bebas dari tanaman dan ornamen. Pastikan pula tidak ada orang lain yang berlalu-lalang di area kerja.

Tahap II. Pengecekan Struktur

Beton precast biasanya mempunyai struktur yang lebih getas dibandingkan dengan beton solid. Hal ini disebabkan oleh adanya rongga udara yang terdapat di dalam struktur beton precast.  Jadi dibutuhkan usaha yang lebih keras untuk membongkar beton solid. Kemudian Anda bisa membagi panjang beton yang akan dibongkar menjadi beberapa bagian. Tujuannya supaya beban robohan tidak terlalu besar sehingga risiko kerusakan pun dapat diperkecil. Bagian tepi struktur yang berhubungan langsung dengan struktur di sampingnya harus dibongkar paling akhir. Agar tidak merusak struktur di sampingnya, berikan jarak aman minimal 50 cm.

Tahap III. Pembongkaran Beton

Proses pembongkaran beton biasanya dilakukan menggunakan palu beton (bogem) dan pahat. Terkadang Anda juga perlu memakai gergaji besi untuk memotong tulangan besi yang masih menancap kuat. Usahakan bidang kerja pembongkaran jangan terlalu luas, cukup sekitar 1 x 1 m per suatu waktu. Jadi bila Anda telah berhasil membongkar bidang beton seluas 1 m2, kemudian Anda dapat berpindah ke bidang di sebelahnya dengan luas area yang sama. Selain akan mempermudah proses pekerjaan, risiko bahaya yang ditimbulkannya pun dapat diperkecil. Pembongkaran cukup dilakukan dengan memukulkan palu beton pada struktur yang akan dihancurkan, di mulai dari bagian atas ke bawah. Bagian struktur yang sulit dihancurkan hanya memakai palu bisa dibantu menggunakan pahatan.

Tahap IV. Pembongkaran Tepi

Tahap ini memiliki risiko kerusakan yang sangat tinggi karena struktur beton yang akan dibongkar tersambung langsung dengan struktur di sebelahnya. Jika Anda salah dalam melakukan pembongkaran, bukan tidak mungkin struktur di sampingnya tadi akan turut roboh. Sebelum dilakukan pembongkaran, sebaiknya struktur disiram memakai air terlebih dahulu supaya lebih lunak. Setelah itu, Anda bisa menghantamnya memakai palu dimulai dari sisi yang paling luar sedikit demi sedikit.

Tahap V. Pembuangan Sisa

Sisa-sisa material bekas pembongkaran beton harus disingkirkan sesegera mungkin supaya tidak mengganggu lingkungan. ATahap baiknya jika sisa-sisa material tersebut disiram sampai basah terlebih dahulu. Tujuannya agar saat disapu, debu-debu dan kotorannya tidak beterbangan ditiup angin. Singkirkan sisa pembongkaran beton ini di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak supaya tidak dipakai untuk bermain.