5 Langkah Pemasangan Batu Alam Maju Mundur

Anda butuh bantuan memasang batu alam dengan metode maju mundur? Selalu ada cara untuk membuat tampilan rumah Anda semakin indah. Salah satunya adalah mengaplikasikan batu alam di permukaan dinding rumah. Batu alam mengandung nilai estetika yang luar biasa menarik. Bahan bangunan yang satu ini memiliki kesan natural yang begitu kuat. Sehingga bangunan yang diperindah olehnya dapat menyatu dengan alam.

Tidak seperti keramik atau granit, batu alam bisa dipasang dengan teknik yang berbeda-beda untuk menghasilkan suatu kesan yang unik. Salah satunya adalah teknik maju mundur. Dinamakan teknik maju mundur karena batu alam sengaja dipasang dengan permukaan yang tidak rata. Ada yang lebih maju, ada pula yang lebih mundur. Unik itulah kesan pertama yang mampu dihasilkan oleh batu alam maju mundur.

batu-alam-maju-mundur.jpg

Anda yang baru mengenal batu alam mungkin akan sedikit kesulitan dalam memasang batu alam dengan teknik maju mundur. Walaupun kelihatannya gampang, tetapi langkah-langkah pengerjaan teknik ini tidak semudah yang dikira. Anda tetap harus memperhatikan ketinggian permukaan batu alam dengan baik. Sebab pemasangan yang dilakukan secara asal-asalan justru membuat dinding batu alam menjadi kacau dan tampak aneh.

Berikut ini langkah-langkah kerja selengkapnya :

Langkah 1. Bahan Material

Siapkan batu alam sebagai material utamanya. Bentuk batu alam ini biasanya belum siku karena bukan buatan pabrik. Anda bisa menggunakan keramik sebagai acuan untuk membuat batu alam tersebut menjadi siku pada sisi-sisinya. Letakkan keramik di atas batu alam. Gunakan pensil untuk membuat pola berbentuk keramik di atas permukaan batu alam. Setelah itu, potong batu alam tersebut menggunakan gerinda sesuai dengan pola yang telah dibuat.

Anda juga perlu menyiapkan seman dan pasir untuk membuat adukan perekat batu alam. Perbandingan jumlah pasir dan semen yang dibutuhkan kurang lebih sama seperti pada saat pemasangan keramik di dinding. Kemudian Anda pun memerlukan coating sebagai bahan pelapis untuk mengkilapkan batu alam agar tidak kusam serta melindungi permukaannya dari jamur, lumut, dan kutu. Tak lupa pula tali dan paku batu untuk menarik benang acuan.

Langkah 2. Bidang Kerja

Jauh lebih mudah memasang batu alam di tembok baru yang belum diberi acian maupun plesteran dibandingkan dengan tembok lama yang sudah dicat. Sebab di dinding yang masih baru ini, Anda bisa langsung menarik benang acuan untuk kemudian dipasangi batu alam. Sedangkan untuk dinding yang sudah dibangun sempurna dan diberi finishing, dinding tersebut harus dibobok terlebih dahulu, minimal dirusak atau dibuat cacat. Tujuannya agar adukan semen nantinya dapat menempel dengan kuat pada permukaan dinding.

Langkah 3. Tarik Benang

Tentukan salah satu sisi di bagian dinding yang siku sebagai awal pemasangan benang acuan. Nantinya proses pemasangan batu alam akan dimulai dari titik ini. Tariklah benang tersebut sebagaimana dalam pemasangan keramik pada dinding ruangan. Lalu basahi permukaan dinding menggunakan air secukupnya untuk membuat kondisinya menjadi lembab. Hal ini akan mempermudah penempelan batu alam ke dinding sehingga dapat melekat kuat.

Langkah 4. Pemasangan Batu

Mekanisme pemasangan batu alam dimulai dari bagian dinding yang paling bawah menuju ke atas. Lakukan dengan teliti dan hati-hati supaya hasilnya memuaskan. Pasanglah batu alam tersebut satu per satu pada posisi yang telah ditentukan. Agar batu alam yang sudah ditempelkan tidak merosot, Anda bisa memasang pengganjal persis di bawahnya. Atur ketinggian permukaan mau seberapa maju posisi yang diinginkan.

Tidak terlalu sulit kok untuk bisa memasang batu alam ke dinding. Pada dasarnya, seluruh rangkaian prosesnya sama seperti ketika kita memasang keramik atau granit. Anda perlu memberi adukan semen ke permukaan dinding terlebih dahulu. Kemudian pasanglah batu alam di depannya. Setelah itu, ketuk batu alam tersebut menggunakan palu karet beberapa kali sehingga menyatu dengan adukan semen dan tidak ada ruang kosong di belakangnya. Segera bersihkan adukan semen yang mengotori permukaan bagian depan batu alam.

Langkah 5. Pemberian Coating

Setelah dinding berhasil tertutupi batu alam maju mundur dengan baik, biarkan dinding tersebut selama 24 jam agar mengering secara sempurna. Khusus saat musim penghujan, tutupilah dinding ini memakai plastik terpal untuk mencegah air hujan mengenai permukaannya. Anda bisa mengaplikasikan bahan pelapis (coating) apabila kondisi dinding batu alam sudah benar-benar kering. Kami sarankan untuk memberikan lapisan coating sebanyak tiga kali supaya hasilnya bagus.