Sipil
Dec15

5 Jenis Sambungan Las yang Belum Anda Tahu

Apa sajakah jenis-jenis sambungan las? Tahukah Anda, sambungan las dapat dikelompokkan menjadi beberapa ragam yang dibedakan menurut faktor-faktor tertentu. Di antaranya meliputi ukuran dan profil batang yang bertemu di sambungan, besarnya luas sambungan yang tersedia untuk pengelasan, jenis pembeban yang mengenai, serta biaya relatif yang tersedia.

Pada dasarnya, sambungan las dapat digolongkan ke dalam lima jenis yaitu sambungan sebidang (butt joint), sambungan lewatan (lap joint), sambungan tegak (T joint), sambungan sisi (edge joint), dan sambungan sudut (corner joint). Masing-masing dari sambungan tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri sesuai karakteristiknya. Oleh karena itu, penerapannya pun harus didasarkan pada tujuan penyambungannya.

jenis-jenis-sambungan-las.jpg

Di bawah ini penjelasan secara lengkap mengenai sambungan-sambungan las tersebut!

  1. Sambungan Sebidang (Butt Joint)

Sambungan sebidang adalah sambungan yang posisi kedua benda kerjanya terletak di bidang yang sama sehingga penyambungan dilakukan di ujung kedua benda yang saling berdekatan ini. Sambungan sebidang biasanya digunakan untuk menyambung kedua ujung plat datar yang mempunyai tingkat ketebalan yang sama atau hampir sama.

Kelebihan dari sambungan ini yaitu tidak adanya daya eksentrisitas yang muncul pada sambungan. Itu sebabnya jika diaplikasikan dengan las tumpul penetrasi sempurna (full penetration groove weld), sambungan ini akan menghasilkan ukuran yang minimum dan lebih elastis daripada sambungan bersusun. Sedangkan kerugiannya yakni ujung benda yang akan disambung harus disiapkan secara khusus dan ditemukan dengan hati-hati.

  1. Sambungan Lewatan (Lap Joint)

Sambungan lewatan adalah sambungan yang terdiri atas dua benda kerja yang saling bertumpukan. Sambungan ini umum diterapkan pada pembuatan konstruksi bangunan. Keuntungan utama dari sambungan lewatan ialah mudah disesuaikan dan mudah disambung. Sambungan ini pun dapat diandalkan untuk menyambung plat yang memiliki ukuran ketebalan yang berbeda-beda.

  1. Sambungan Tegak (T Joint)

Sambungan tegak adalah sambungan yang salah satu benda kerjanya berada di posisi yang tegak lurus dengan benda kerja lainnya sehingga seolah-olah membentuk huruf T. Lumrahnya, sambungan tegak dipakai untuk membuat penampang bentukan (built up) seperti profil T, profil L, penggantung, pengaku tumpuan, penguat samping (bearing stiffener), konsol (bracket), dan gelagar plat (plat girder). Manfaat utama dari sambungan tegak yaitu untuk membuat penampang yang dibentuk dari plat datar yang disambung menggunakan las sudut atau las tumpul.

  1. Sambungan Sisi (Edge Joint)

Sambungan sisi adalah sambungan yang memiliki kedua benda kerja yang terletak sejajar satu sama lain dan salah satu ujung dari kedua benda kerja tersebut berada pada tingkat yang sama. Sambungan sisi tidak bersifat struktural, melainkan dipakai untuk mempertahankan posisi dua plat atau lebih berada pada bidang tertentu. Tujuannya ialah untuk menjaga kesejajaran (allignment) awal.

  1. Sambungan Sudut (Corner Joint)

Sambungan sudut adalah sambungan yang kedua benda kerjanya membentuk sudut tertentu sehingga kedua benda kerja tadi bisa disambungkan di bagian pojok dari sudut benda tersebut. Penggunaan sambungan ini banyak dimanfaatkan dalam proses pembuatan penampang yang berbentuk kotak segi empat. Sebagai contoh yaitu pembuatan kolom dan balok pada bangunan yang dipakai untuk menahan momen puntir yang nilainya cukup besar.