Sipil
Nov3

5 Cara Merobohkan Gedung Bertingkat yang Benar

Bagaimana cara merobohkan gedung bertingkat yang benar? Seiring dengan berjalannya waktu, usia suatu bangunan akan bertambah tua. Kondisi bangunan yang semula kuat dan kokoh lama-kelamaan akan menjadi lapuk. Jika dipaksakan untuk terus dipakai, gedung tersebut tentu membahayakan para penghuni karena sewaktu-waktu bisa rubuh.

Dibandingkan dengan merawat gedung yang sudah berusia cukup tua, merobohkan gedung tersebut lalu menggantinya dengan bangunan yang baru jauh lebih bijak. Biaya yang dikeluarkan pun lebih hemat pilihan yang pertama daripada kedua. Begitu pula dengan besar risiko yang harus ditanggung ketika Anda tetap mempertahankan gedung tua yang sebenarnya sudah tidak layak pakai.

cara-merobohkan-gedung-bertingkat.jpg

Di Amerika Serikat, rata-rata suatu gedung bertingkat akan diambrukkan pada saat usianya sudah mencapai lebih dari 50 tahun. Terdapat beragam metode yang dapat ditempuh untuk menghancurkan bangunan pencakar langit. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan metode mana yang paling sesuai antara lain waktu, biaya, kondisi bangunan, keadaan lingkungan, dan keamanan.

Lantas, bagaimana sih tata cara merobohkan suatu gedung yang benar? Berikut ini adalah lima metode yang paling sering diterapkan!

  1. Twinkle Toss Excavator

Proses perobohan gedung bertingkat yang paling sederhana dapat dikerjakan dengan menggunakan excavator. Namun bukan sembarang excavator, excavator yang dipakai adalah twinkle toss excavator. Excavator ini berukuran tinggi dan besar serta mempunyai semacam tangan yang panjang. Prosesnya dimulai dengan meruntuhkan satu per satu lantai bangunan dari lantai yang paling atas.

  1. Wrecking Ball

Bagi Anda yang pernah menonton film kartun Hey Arnold, pasti langsung paham dengan wujud alat berat yang satu ini. Wrecking ball merupakan sebuah mesin yang dilengkapi dengan bola bertali. Prinsip kerjanya yaitu bola dari baja ini diayunkan tepat menuju gedung yang ingin dihancurkan. Teknik perobohan ini sudah ditemukan sejak tahun 1955an.

  1. Ledakan

Gedung juga bisa dirobohkan dengan cara diledakkan secara sengaja. Bahan-bahan peledak yang kerap dipakai yaitu dinamit atau TNT. Metode ini sanggup merubuhkan bangunan yang semula berdiri kokoh dengan tempo yang cepat. Kekurangan dari metode ini justru terletak pada lama waktu survei kondisi bangunan yang bisa mencapai lebih dari 6 bulan, belum termasuk proses pembersihan puing-puing bangunan.

  1. Sistem Hidrolik

Teknik penghancuran gedung memakai sistem hidrolik umumnya dikendalikan oleh komputer khusus. Teknik ini diawali dengan memasang tiang-tiang hidrolik di lantai dasar bangunan yang berguna untuk menyangga fisik gedung tersebut. Lalu berlanjut dengan menghancurkan lantai bagian bawah bangunan.

Meskipun lantai bawah sudah roboh, gedung tersebut tetap bisa berdiri karena ditopang oleh tiang-tiang hidrolik. Setelah pekerja membersihkan semua sisa reruntuhan bangunan, lantai gedung lantas diturunkan kemudian dihancurkan dan dibersihkan. Begitu seterusnya hingga seluruh bagian dari gedung tadi habis tak tersisa.

  1. Perobohan Dua Lantai

Metode merobohkan gedung yang paling modern dilaksanakan dengan menurunkan struktur lantai bagian atas ke bawah sedemikian rupa secara bertahap. Struktur lantai ini diturunkan sebanyak dua lantai sekaligus dalam waktu beberapa hari. Setelah berada di bawah, dua lantai tadi kemudian dihancurkan. Kelebihan dari metode ini yaitu prosesnya lebih bersih dari teknik-teknik sebelumnya karena mampu menekan sebaran debu hingga lebih dari 90 persen.