3 Penyebab Dinding Retak Vertikal dan 5 Cara Mengatasinya

Dinding merupakan salah satu struktur utama pembentuk rumah. Pada bangunan permanen, dinding dibuat dari pasangan bata yang diberi finishing memakai plesteran dan acian. Hasilnya dinding menjadi kuat dan kokoh serta memiliki permukaan yang rapi. Setelah itu, dinding tersebut biasanya akan diberi plamir dan cat untuk menambah pesonanya. Namun kondisi dinding rumah tidak selamanya baik-baik saja. Cepat atau lambat dinding tersebut pasti akan bermasalah.

Salah satu masalah yang kerap terjadi yaitu dinding mengalami retak. Kasus keretakan ini tidak dapat dihindarkan dari dinding. Dinding yang retak mengakibatkan kekuatan strukturnya menjadi berkurang. Terdapat dua jenis keretakan yang menimpa dinding antara lain retak struktur dan retak rambut. Retak struktur adalah retak yang menimpa setruktur dinding sampai ke bagian dalamnya. Sedangkan retak rambut ialah retak halus yang hanya terjadi pada permukaan dinding.

penyebab-dinding-retak-vertikal.jpg

Dari sekian banyak kasus keretakan yang menimpa tembok, masalah yang paling sering terjadi yaitu keretakan yang berbentuk vertikal. Maksudnya keretakan tersebut berbentuk tegak lurus, menjalar dari atas ke bawah atau sebaliknya. Masalah ini tidak boleh dibiarkan sebab dapat menimbulkan keretakan yang lebih parah lagi. Apalagi jika keretakan tersebut termasuk ke dalam jenis retak struktur. Tandanya yakni timbulnya celah di bagian bawah dinding yang ukurannya cukup besar.

Kira-kira apa sih penyebab timbulnya keretakan vertikal pada dinding ini?

Penyebab 1. Balok Sloof sudah Patah

 Kebanyakan kasus dinding yang mengalami retak vertikal disebabkan oleh struktur balok sloof yang menjadi tempat bertumpunya dinding tersebut sudah mengalami kerusakan. Masalah yang paling sering terjadi yaitu patahnya balok sloof tersebut. Kondisi ini mengakibatkan struktur dinding mengalami pernurunan tetapi tidak secara serentak atau bersama-sama. Dampaknya yaitu terjadi perubahan elevasi pada dinding bangunan yang besarnya tidak sama.

Penyebab 2. Pemadatan yang Tidak Rata

Retak vertikal pada dinding juga bisa terjadi manakala pemadatan tanah yang tidak rata. Masalah ini umumnya timbul akibat adanya erosi tanah di bawah pondasi atau adanya aliran air tanah di dalamnya. Karena pondasi tersebut tidak ditopang dengan baik oleh tanah, akibatnya pondasi pun mengalami penurunan, melengkung, atau bahkan patah. Kasus ini akhirnya menjalar ke struktur-struktur bangunan yang ada di atas pondasi sampai ke bagian dinding.

Penyebab 3. Pembebanan yang Tak Seimbang

Pembebanan pada dinding yang tidak merata ke semua bagian juga dapat memicu terjadinya retak struktur dengan pola vertikal. Pemberian beban pada dinding yang tak seimbang ini akan menimbulkan beban terkonsentrasi hanya pada satu bagian saja. Sementara bagian yang lainnya tidak menanggung beban yang cukup berat. Perbedaan pembebanan  dapat memicu dinding mengalami retak struktur, khususnya pada bagian dinding yang harus menanggung beban paling berat.

SOLUSI

Kami mempunyai beberapa solusi untuk mengatasi retak vertikal yang menimpa dinding rumah Anda, antara lain :

  1. Perbaikan terhadap struktur balok sloof yang telah rusak dapat dilakukan dengan menambahkan kolom/tiang d bagian bawahnya untuk mengurangi penyaluran beban yang harus ditanggung balok tersebut. Namun bila tidak memungkinkan, Anda bisa menyuntikkan cairan epoxy ke dalam keretakan. Setelah itu, lakukan upaya pembesaran dimensi balok memakai perkuatan dari luar.
  2. Untuk pondasi yang sudah mengalami penurunan, Anda dapat mengatasinya dengan membuat pondasi tambahan di dekat pondasi yang bermasalah tadi. Pondasi ini berguna untuk membantu pondasi utama dalam menahan beban. Tapi sebelumnya lakukan upaya pengecekan dinding untuk mendeteksi bagian yang mengalami kerusakan terparah. Jangan lupa untuk memadatkan tanah di bawah pondasi baru. Lalu buatlah kolom baru untuk membantu penyaluran beban.
  3. Kalau ternyata penyebab dinding mengalami retak vertikal adalah struktur kolom yang rusak, maka Anda bisa membangun kolom tambahan yang berada di dekat kolom yang telah retak tadi. Fungsi kolom tambahan ini tidak lain untuk membagi pembebanan pada kolom yang rusak. Trik lainnya yaitu Anda bisa menyuntikkan cairan epoxy ke dalam celah retakan untuk menutup dan menambalnya. Kemudian perlebar dimensi kolom tersebut.
  4. Kasus keretakan vertikal tidak selamanya berukuran besar dan lebar. Kadang-kadang ukuran keretakan tersebut juga kecil. Namun Anda tidak boleh menyepelekannya sebab retak ini dapat membesar seiring dengan berjalannya waktu. Cara mengatasi retak vertikal berukuran kecil yang menimpa kolom dan balok yaitu tutuplah keretakan ini menggunakan plesteran supaya tulangan besi di dalamnya tidak terpapar langsung dengan udara agar tidak berkarat.
  5. Ingat, dinding rumah juga bisa mengalami keretakan akibat tanah di bawahnya bermasalah. Jadi Anda harus menjaga kondisi tanah di sekitar rumah supaya tetap terjaga sehingga tidak memicu kerusakan pada bangunan. Lakukan kontrol terhadap air di sekitar pondasi untuk mencegah terjadinya erosi di bagian bawah pondasi. Anda juga harus waspada terhadap banjir yang kerap menyebabkan kekuatan pondasi dan dinding menurun.