Sipil
Oct3

3 Jenis Pondasi Dalam pada Bangunan

Apa sajakah jenis pondasi dalam pada bangunan? Pengertian pondasi dalam adalah pondasi yang memiliki kedalaman lebih dari 3 meter. Pondasi ini umumnya dibangun untuk menopang beban bangunan yang sangat besar, kondisi tanah yang buruk di kedalaman dangkal, dan adanya kendala-kendala tertentu seperti garis properti. Kebanyakan pondasi dalam dibuat dengan metode tumpukan, kotak, tiang jembatan, atau poros dibor.

Pondasi dalam diklaim mempunyai kemampuan mengalirkan beban yang lebih baik ke dalam tanah. Hal ini tidak lain disebabkan pula oleh proses pembuatan awal, di mana pondasi dalam dibangun sampai pada kedalaman yang mengandung tanah berstruktur paling kokoh. Dengan kata lain, tanah yang kondisinya labil dan kualitasnya kurang bagus dapat dihindari.

Berdasarkan teknik pembuatannya, pondasi dalam bisa dibedakan menjadi tiga jenis. Di antaranya ialah pondasi tiang pancang, pondasi sumuran, dan pondasi bored pile. Berikut ini penjelasan dari jenis-jenis pondasi dalam tersebut dari Arafuru selengkapnya!

1. Pondasi Tiang Pancang

jenis-pondasi-dalam-tiang-pancang.jpg

Pondasi Tiang Pancang

Pondasi tiang pancang adalah pondasi yang dibuat dengan memancangkan/menancapkan tiang secara tegak lurus ke dalam tanah. Pada kasus tertentu, tiang dapat juga ditanamkan secara serong untuk menahan gaya horisontal seperti di dermaga. Pondasi ini biasanya dibuat di tempat-tempat dengan kondisi tanah yang mempunyai daya dukung rendah pada permukaanya, tetapi tanah di kedalaman tertentu cukup kuat menahan beban di atas. Prinsip kerja pondasi tiang panjang yakni mengalirkan beban dari atas melalui tiang-tiang ke bawah sampai lapisan dalam yang mengandung tanah keras.

Pondasi tiang pancang dapat diterapkan untuk mengangkat beban konstruksi melalui lapisan tanah sehingga beban diteruskan dengan baik. Pondasi ini juga bisa meningkatkan derajat kekerasan tanah sehingga dapat mengontrol amplitudo getaran dan frekuensi alam. Kegunaan lain dari pondasi tiang pancang antara lain menjaga penurunan tanah, memadatkan endapan tak berkohesi, dan mendukung keamanan bangunan. Di samping itu, pondasi ini juga bermanfaat sebagai penahan gaya desakan ke atas dan gaya guling, serta menahan kaki menara terhadap pergulingan tanah.

2. Pondasi Sumuran

jenis-pondasi-dalam-sumuran.jpg

Pondasi Sumuran

Pondasi sumuran adalah pondasi yang dibuat dengan menggabungkan prinsip pembuatan antara pondasi dangkal dengan pondasi tiang pancang. Dinamakan sumuran karena pembangunan pondasi ini dilakukan dengan membuat beberapa sumur yang kemudian diisi tiang beton. Pondasi sumuran paling baik pada tempat-tempat yang mengandung tanah dengan lapisan keras berada di kedalaman lebih dari 3 meter.

Untuk membuat pondasi sumuran, galilah beberapa sumur yang memiliki diameter 0,8-1 m dengan kedalaman yang tidak ditentukan. Maksudnya, penggalian tanah dilakukan hingga menjumpai lapisan tanah yang keras dan stabil. Lalu bagian dasar dari sumur-sumur ini dicor beton berketebalan 0,4-1 m. Lalu isilah sumuran ini memakai batu kali hingga menyisakan ruang kosong sedalam 1 meter dari permukaan tanah. Akhirnya, di ruang kosong tersebut dicor kembali untuk selanjutnya dibangun pondasi pelat setempat.

3. Pondasi Tiang Bor

jenis-pondasi-dalam-tiang-bor.jpg

Pondasi Tiang Bor

Pondasi tiang bor (bored pile) adalah pondasi yang dibuat dengan memasukkan casting dari tiang besi ke dalam lubang bor. Prinsip kerjanya yaitu beban bangunan diteruskan ke dalam tanah yang paling kokoh melalui casting besi. Proses pengecekan tingkat kekerasan tanah disebut sondir. Kelebihan dari pondasi bored pole yakni mampu meredam getaran yang terjadi di dalam tanah sehingga cocok diaplikasikan pada bangunan yang terletak di lingkungan padat.

Cara membuat pondasi berjenis tiang bor diawali dengan menggali lubang pada tanah menggunakan mesin bor khusus. Setelah lapisan tanah yang keras ditemukan, kini saatnya memasang casting dari material besi yang telah dirakit sebelumnya. Proses dilanjutkan dengan mengisi lubang-lubang tadi menggunakan cor beton hingga terisi penuh. Terakhir, casting besi dikeluarkan kembali setelah proses pengecoran selesai dikerjakan.