Ruangan
Jun13

Vertical Garden : Solusi Berkebun di Lahan Sempit

Anda ingin berkebun di lahan sempit namun bisa merasakan panen yang melimpah ruah? Tinggal di rumah mungil bukan berarti anda tidak bisa bercocok tanam di sekitarnya. Keterbatasan tempat bisa anda akali dengan teknik berkebun yang sedang tren saat ini. Apakah itu?

Adalah vertikal garden, sebuah solusi berkebun yang kini sedang populer di kalangan penghobi tanaman yang tinggal di perkotaan. Vertical garden merupakan suatu teknik berkebun dengan membuat pola penanaman tumbuhan yang menjulang/mengarah ke atas. Bedanya dengan teknik konvensional, vertical garden ini memanfaatkan ketinggian dari suatu ruangan, sedangkan teknik konvensional tergantung pada luas tanah (horisontal).

tips-vertical-garden.jpg

Adapun kelebihan-kelebihan vertical garden dibandingkan dengan teknik konvensional, termasuk roof garden, antara lain :

  • Hemat ruangan/tanah karena sebidang tanah bisa ditanami puluhan tanaman dengan memanfaatkan ketinggiannya.
  • Tidak mudah ditumbuhi rumput liar/gulma mengingat pengawasannya yang lebih mudah.
  • Hemat pupuk dan pestisida sebab struktur lapisan tanah tidak mudah rusak.
  • Mudah dalam pemeliharaan tumbuhan karena terletak di dalam pot-pot.

Vertical garden memang memanfaatkan pot-pot sebagai media tanam tumbuhan. Kebanyakan orang-orang di Indonesia menggunakan botol plastik dan ceting plastik sebagai pengganti pot tanaman. Selain lebih menghemat uang, cara ini juga dinilai sebagai salah satu bentuk cinta kita terhadap lingkungan. Sebagai alternatif pot, anda juga masih bisa memakai barang-barang bekas lainnya seperti peti kayu, kaleng, dan talang air. Perlu diperhatikan, agar tampilan kebun tetap terjaga keindahannya, kebersihan pot-pot tersebut juga perlu anda pantau setiap saat.

Di dalam menyusun pot-pot secara vertikal, ada beberapa teknik yang sering digunakan, yaitu :

1. Teknik Rak

Seperti namanya, teknik ini menggunakan media rak sebagai tempat meletakkan pot-pot. Anda dapat membuat rak ini dari bahan kayu atau besi agar lebih awet, mengingat posisinya berada di eksterior rumah. Jarak antar tiap-tiap baris rak adalah 50 cm sampai 1 meter tergantung jenis tanaman yang akan dibudidayakan. Adapun model rak yang biasa digunakan ada tiga macam, yaitu rak datar, rak menjorok, dan rak melingkar.

2. Teknik Tempel

Prinsip dari teknik tempel adalah dengan menempelkan tanaman atau memaku pot-pot ke dinding. Kelebihan teknik ini dibandingkan dengan teknik rak adalah lebih menghemat biaya karena anda hanya membutuhkan peralatan tambahan berupa paku. Namun perlu diingat, tumbuhan yang ditanam hendaknya memiliki bobot ringan, sehingga tidak merusak dinding yang ditempelinya.

3. Teknik Tegak

Bagi anda yang suka dengan tanaman menjalar, cobalah berkebun dengan teknik tegak ini. Secara prinsip, tekni ini akan “memaksa” tumbuhan untuk hidup secara tegak ke atas dengan mengikatkan batangnya pada suatu tongkat. Teknik ini juga sering dipakai untuk membentuk batang suatu tanaman serta memperindah taman dengan menghadirkan tumbuhan menjalar.

4. Teknik Gantung

Sebenarnya, teknik gantung ini masih sama dengan teknik tempel. Hanya saja kita menggunakan media tambahan berupa tali sehingga tidak mengakibatkan pot menjadi rusak. Teknik gantung juga mempunyai variasi penempatan pot yaitu menyusun tongkat-tongkat secara horisontal, kemudian menggantungkan pot-pot dengan bertumpu pada tongkat tersebut.

5. Teknik Karpet

Meskipun dinamakan teknik karpet, teknik ini sama sekali tidak menggunakan karpet sebagai media tanamnya. Penyebutan karpet dikarenakan susunan tanaman yang sudah besar nantinya akan menyerupai bentuk karpet yang hijau. Adapun media yang dipakai adalah plastik yang panjang, kantong kain, atau karung beras. Nantinya, media-media ini ditegakkan kemudian dilubangi pada bagian atas dan sampingnya. Lubang-lubang inilah yang kita gunakan sebagai tempat benih untuk bertumbuh besar.