9 Cara Menghias Dinding Rumah Anda!

Ingin menghias dinding supaya tampilanya semakin menarik? Area dinding merupakan area di mana kita bisa memainkan daya kreatifitas dengan lebih bebas. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk membuatnya tampak menarik. Apa saja?

Cat Dinding

Cat merupakan pilihan praktis yang paling sering digunakan untuk menghias dinding interior. Selain lebih murah, penerapan cat juga lebih mudah dan mampu menghasilkan desain sesuai keinginan. Ada dua jenis cat yang biasa diaplikasikan. Cat pertama adalah cat polos yang bisa diterapkan di sembarang dinding ruangan. Sedangkan jenis cat kedua adalah cat bertekstur yang berfungsi sebagai aksen dekoratif. Artinya penggunaan cat bertekstur cukup dilakukan pada satu atau dua dinding saja sebab jika terlalu mendominasi akan tampak kasar dan kurang rapi.

Wallpaper

Wallpaper dinding (wallcover) juga seringkali digunakan sebagai penghias dinding interior rumah. Bedanya dengan cat, wallpaper ini memiliki motif sehingga terlihat lebih menarik. Wallpaper bisa diterapkan di seluruh interior rumah, kecuali kamar mandi karena sifatnya yang sensitif terhadap air. Untuk tips memadupadankan pola dan warna wallpaper, bisa anda pelajari di sini.

Keramik

Untuk ruangan dengan kelembaban tinggi, keramik bisa menjadi andalannya. Selain sebagai pemanis dinding, keramik juga mampu melindung dinding dari serangan luar seperti jamur, lumut, dan sinar ultraviolet. Ada banyak sekali pilihan warna dan motif keramik, mulai dari yang polos, mozaik, sampai aksen lis. Untuk keramik dinding, sebaiknya pilih ukuran yang relatif kecil seperti 10×5, 10×10, dan maksimal 20×20. Keramik berukuran kecil mampu menghasilkan tampilan yang lebih menarik ketimbang keramik berukuran besar.

Batu Alam

Batu alam paling cocok digunakan untuk menghias eksterior atau interior bergaya alami. Pasalnya, kesan yang melekat pada batu alam ini begitu kuat dan terasa bebas. Pemilihan batu alam didasarkan pada warnanya. Ada batu alam berwarna paras yogya, krem, dan candi gelap. Agar perawatannya menjadi lebih mudah, berikan finishing berupa coating.

Cermin

Untuk anda yang ingin menghias interior agar terlihat lebih luas, anda bisa memasang cermin di dinding interior tersebut. Cermin mampu menghasilkan ruangan semu yang akan menciptakan kesan luas. Biasanya, cermin dipasang dengan frame maupun tanpa frame. Selain itu, anda juga dapat menutupi satu dinding ruangan dengan cermin raksasa maupun menyusun cermin-cermin kecil menjadi bentuk yang indah.

Dinding Ekspos

Dinding ekspos dibuat untuk menghasilkan kesan unik dari sifat material bangunan. Batu bata merah, gipsum, plester kamprot, dan beton ringan aerasi merupakan beberapa contoh dinding ekspos. Kunci pembuatan dinding seperti ini adalah kerapian dalam setiap proses pengerjaan. Pasalnya, di sini kita tidak akan menutupi bidang dinding tersebut dengan plester aci. Penambahan coating sesuai sifat alami material bangunan akan mempertegas tampilannya.

Cerukan dan Ambalan

Solusi lain agar anda tetap bisa memajang hiasan di ruangan sempit adalah dengan membuat cerukan dan ambalan. Cerukan dilakukan dengan melubangi dinding dengan bentuk sedemikian rupa agar bisa dipakai untuk rak dan tetap terlihat indah. Biasanya di balik cerukan dipasangi lampu agar semburat cahayanya terlihat indah. Sedangkan, ambalan dibuat dengan menambal dinding membentuk rak sehingga bisa dimanfaatkan untuk menaruh benda-benda hias.

Benda Seni

Jika ingin praktis, memajang benda-benda seni juga bisa menambah pesona ruangan. Namun pastikan, benda yang digunakan harus sesuai dengan desain yang diusung. Jangan sampai anda meletakkan lukisan abstrak berwarna-warni di ruangan bergaya tradisional. Selain itu, keseimbangan antasan ukuran lukisan dengan ukuran dinding juga patut diperhatikan agar menghasilkan tampilan yang proporsional.

Mural

Bagi anda yang jago melukis, anda bisa menyalurkan bakat anda tersebut pada dinding ruangan. Yap, melukis di dinding atau dikenal dengan istilah mural akan menghidupkan suasana interior dalam sekejap. Gambarlah motif-motif yang sesuai dengan tema ruangan, asalkan jangan terlalu ramai karena bisa mengacaukan tampilan dinding. Teknik mural ini paling cocok diterapkan saat kita mendesain kamar tidur anak.