Ruangan
May23

Tips Membuat Taman Atap Rumah – Roof Garden

Sponsored Links

tips-membuat-taman-di-atap-rumah.jpg

Tips membuat taman di atap rumah memberikan suasana berbeda dan lebih hijau. Memiliki taman sendiri merupakan idaman semua orang. Apalagi taman tersebut dipenuhi oleh bunga dan buah yang tumbuh dengan cantiknya. Tapi mungkinkah memiliki taman idaman di rumah yang kecil?

Roof garden adalah sebuah alternatif bagi rumah mungil untuk mempunyai taman pribadi yang terletak di atap rumah. Konsep roof garden adalah membuat sebuah taman atap untuk menghijaukan bangunan rumah tersebut. Di Indonesia, konsep roof garden ini sudah banyak diterapkan di gedung-gedung perkotaan. Sementara di Eropa dan Amerika, taman atap ini merupakan trend yang populer di tengah isu global warming dan gerakan go green. Sementara para petani di kawasan Asia Timur telah menggunakannya sebagai media bercocok-tanam padi dan sayur-mayur. Bagi Anda yang ingin membuat taman atap di rumah, silahkan mencoba tips berikut ini:

1. Konsep desain taman

Buatlah sebuah sketsa mengenai desain yang ingin Anda tampilkan di taman atap tersebut. Pilihlah jenis tanaman ringan yang tahan terhadap sinar matahari, tidak berakar ganas dan tidak membutuhkan banyak air. Usahakan menggunakan tanaman berbunga atau berbuah sebagai penghidup suasana taman nantinya. Selain itu, perhitungkan juga jumlah biaya dalam membangun permukaan taman dan sistem drainase yang nantinya akan mengalirkan sisa-sisa air penyiraman.

2. Membangun lapisan tanah

Ada lima tahapan dalam membangun lapisan tanah untuk taman atap. Yang pertama adalah memastikan bahwa kualitas dek atap rumah dalam kondisi bagus dan siap menerima tambahan beban berupa tanah, kerikil, air, dan lain-lain. Jangan sampai pembuatan taman di atap rumah malah mengakibatkan robohnya atap rumah Anda.

Selanjutnya adalah membuat lapisan pertama berupa water proofing di seluruh permukaan atap. Fungsi lapisan ini adalah untuk menghindari terjadinya bocor akibat kandungan air dan penyiraman di taman. Usahakan permukaan yang dibentuk nantinya miring menuju ke drainase air.

Setelah itu, buatlah sebuah saluran yang memudahkan air menuju drainase. Anda bisa menggunakan batu bata yang disusun sesuai desain taman yang telah dibuat. Berikan jarak antar batu bata untuk memudahkan air mengalir lancar ke drainase akhir.

Langkah berikutnya adalah pembuatan sub-base. Fungsi sub-base adalah menahan tanah agar tidak ikut terbawa air menuju drainase. Sub-base yang digunakan berupa kerikil atau ijuk kelapa. Berikan lapisan pasir di atas sub-base untuk memperlancar aliran air.

Tahap terakhir adalah pembuatan lapisan tanah bagian atas. Tanah yang digunakan adalah tanah biasa yang telah dicampur dengan pupuk kompos. Tinggi lapisan tanah antara 5-15 cm tergantung jenis tanaman yang digunakan.

3. Perawatan taman

Perawatan untuk taman di atap rumah sama seperti taman pada umumnya. Perawatan berupa penyiraman air, pemberian pupuk, serta dijaga pertumbuhannya. Akan sangat manis apabila taman yang diciptakan tumbuh dengan sempurna dan sesuai dengan desain rumah Anda.

Sponsored Links
  • SHARE!

Related Posts