Properti
Jun28

Tata Cara Membeli Apartemen yang Benar

Ingin tahu bagaimana tata cara membeli apartemen yang benar? Pada dasarnya, proses pembelian apartemen mirip seperti ketika kita membeli rumah kebanyakan. Anda bisa melakukan pembayaran secara tunai, angsuran/cash bertahap, dan KPA (Kredit Pemilikan Apartemen).

Menariknya jarang sekali pengembang apartemen yang menawarkan unit ready stock alias sudah dibangun. Mayoritas developer menjual gambar kepada calon pembelinya. Oleh sebab itu, sebagai pembeli Anda harus pintar dalam membaca dan mencermati gambar site plan tersebut. Beberapa faktor yang harus diperhatikan meliputi izin site plan, gambar yang jelas, dan status tanah.

cara-membeli-apartemen.jpg

Nah, berikut ini langkah-langkah yang harus Anda lakukan pada waktu hendak membeli apartemen :

  1. Membayar Uang Muka

Tidak peduli apakah Anda akan membayar apartemen secara tunai, angsuran, atau kredit, para pengembang biasanya mensyaratkan calon pemilik unit untuk melakukan booking terlebih dahulu dengan membayar uang muka/down payment senilai 20% dari harga totalnya. Beberapa juga ada yang menyertakan biaya tambahan sebagai tanda jadi sebesar Rp 5-10 juta tergantung ukuran apartemen. Ada pula pengembang yang mengikat pembelian awal dengan daftar beli yang kemudian diberi NUB (Nomor Urut Beli).

  1. Memilih Unit Apartemen

Selalu pilih apartemen yang dibangun oleh pengembang terpercaya. Pikirkan unit yang bakal Anda pesan dengan matang. Pertimbangkan faktor-faktor yang krusial seperti posisinya berada di lantai berapa, apa pemandangan yang dimiliki, seberapa jauh jarak dari lift dan tangga darurat, serta arah hadap jendela. Biasanya setelah Anda melakukan pembayaran booking, Anda akan diberikan sebuah brosur yang memuat informasi apartemen secara lebih lengkap meliputi tipe, lokasi, kuitansi, dan metode pembayaran.

  1. Membayar DP secara Angsuran

Di antara berbagai opsi dalam pembayaran down payment, kami sangat merekomendasikan pembayaran DP secara angsuran. Kenapa? Hal ini akan berguna dalam meringankan cash flow Anda. Biasanya pengembang menyesuaikan panjang angsuran DP menurut progres pembangunan konstruksi. Perlu diketahui, nilai DP 20% setara dengan progres konstruksi 20% yang umumnya pembuatan pondasi, basement, dan lantai dasar sudah rampung.

Rata-rata lama angsuran DP ini berkisar antara 3 kali sampai dengan 12 kali. Kalau bisa pilih angsuran dalam waktu yang paling panjang sembari memperhatikan ada tidaknya aktivitas pembangunan pada apartemen yang Anda incar. Jika belum ada sama sekali, Anda harus berani menanyakan kapan konstruksi ground breaking-nya akan dimulai dan bagaimana jadwal pembangunannya . Dalam kasus ini, Anda bisa menilai seberapa bagus kualitas developer tersebut melalui keterbukaannya.

  1. Menerima Dokumen PPJB

Dokumen PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) adalah dokumen yang berisi tentang kesepakatan antara penjual dan pembeli dalam melakukan jual beli properti. Dokumen ini menjadi bukti sah kepemilikan Anda terhadap unit apartemen dan bersifat sementara sebelum ikatan AJB (Akta Jual Beli) selesai dibuat. PPJB biasanya akan Anda terima setelah pembayaran uang muka sudah lunas.

  1. Membayar Unit Apartemen

Setelah Anda menerima PPJB sebaiknya segera lakukan pembayaran terhadap unit apartemen yang telah Anda pilih. Pembayarannya bisa dilakukan secara tunai, angsuran, atau kredit. Ketiganya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Yang terpenting, sesuaikan mekanisme pembayaran tersebut dengan kemampuan dan kepentingan Anda.