Properti
Jul11

Delapan Untung Rugi Investasi Apartemen

Apa sajakah untung rugi dalam investasi apartemen? Pada waktu Anda memutuskan untuk berinvestasi dengan apartemen, terdapat dua sumber keuntungan yang bisa diperoleh yaitu pertumbuhan harga dan penghasilan sewa. Dibutuhkan perencanaan strategi yang matang untuk memaksimalkan kedua potensi keuntungan ini. Sebab jika tidak, berinvestasi di apartemen juga bisa mengakibatkan kerugian yang teramat besar.

Guna memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya, para investor sebaiknya memperhitungkan peluang-peluang yang dapat diambil. Peluang pertama ialah menyewakan apartemen, di mana keuntungan dapat diperoleh dari uang sewa yang masuk. Untuk bisa menentukan tarif sewa yang tepat carilah informasi rata-rata harga sewa di sekitar lokasi dan perhatikan pula kemampuan si calon penyewa. Hitung juga seluruh biaya yang sudah/akan dikeluarkan hingga apartemen disewakan.

untung-rugi-apartemen.jpg

Sementara itu, keuntungan apartemen yang ingin dijual kembali didapatkan dengan mempertimbangkan selisih harga jual dan harga beli serta biaya-biaya tambahan. Di antaranya meliputi PPN (Pajak Pertambahan Nilai), BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan), AJB (Akta Jual Beli), pajak atas barang mewah, biaya balik nama, biaya pertelaan, dan biaya perawatan. Saat akan menentukan harga jual apartemen, masukkan biaya-biaya ini ke dalam harga beli supaya Anda tidak merugi.

Lantas, apa saja sih kelebihan-kelebihan berinvestasi di apartemen?

  1. Apartemen merupakan properti yang memiliki tingkat permintaan yang sangat tinggi, khususnya apartemen yang berlokasi di daerah pusat bisnis, kawasan permukiman mewah, dan lingkungan pendidikan. Salah satu contoh lokasi dengan nilai yang premium di Jakarta adalah Kemang.
  2. Penyewa umumnya menyewa apartemen untuk mempermudah dia menuju ke lokasi pekerjaannya. Kebanyakan waktu sewa yang diambil termasuk menengah yakni berkisar antara 2-3 tahun.
  3. Dengan demand yang tinggi dan waktu sewa yang cukup lama membuat tingkat kekosongan apartemen menjadi rendah. Apalagi budaya hidup di tempat tinggal yang vertikal saat ini tengah menjadi tren tersendiri di masyarakat Indonesia.
  4. Karena tingkat kekosongan unitnya rendah, pendapatan yang diperoleh dari tarif sewa pun lancar. Alhasil capital rate yang dimilik apartemen pun tergolong tinggi sekitar 7-10 persen.

Di sisi lain, kekurangan-kekurangan investasi apartemen antara lain :

  1. Diperlukan tingkat kejelian yang sangat tinggi dalam menakar nilai lokasi dari sebuah apartemen. Terutama karena belakangan ini para pengembang banyak yang mulai membangun apartemen-apartemen yang sebenarnya berada di lokasi yang tidak terlalu menguntungkan.
  2. Manajemen gedung apartemen sangat menentukan kenyamanan dan keamanan di dalamnya. Jika ternyata pihak pengelola gedung ini mempunyai kualitas yang kurang baik, maka besar kemungkinan nilai apartemen tersebut akan menurun drastis.
  3. Harus membayar biaya perawatan secara rutin meliputi kebersihan, perbaikan, dan keamanan. Bayangkan bagaimana Anda bisa melunasi biaya-biaya tersebut, khususnya saat apartemen tengah kosong.
  4. Setiap tahunnya, nilai bangunan apartemen cenderung akan menyusut. Bahkan tingkat penurunan nilai bangunan ini bisa mencapai lebih dari 20 persen.