Begini Cara Dempul Tembok Retak!

Bagaimana cara mengaplikasikan dempul pada tembok yang retak? Bangunan permanen terbuat dari tembok beton yang memiliki daya tahan tinggi. Kadang-kadang tembok tersebut bisa mengalami masalah seperti permukaannya yang ditumbuhi lumut, tembok berlubang karena suatu tekanan, atau strukturnya retak. Khusus masalah yang terakhir harus diperbaiki sesegera mungkin sebab tembok yang retak bisa roboh sewaktu-waktu.

Terdapat tiga macam keretakan yang bisa menimpa tembok rumah Anda. Di antaranya yaitu retak rambut, retak menjalar, dan retak lebar. Retak rambut memiliki ukuran keretakan yang sangat halus seukuran rambut sehingga tidak mempengaruhi kekuatan strukturnya. Berbeda dengan retak menjalar yang ukurannya panjang, bercabang-cabang, serta bisa mengakibatkan tembok runtuh. Sedangkan retak lebar mempunyai ukuran yang lebar tetapi tidak sampai menjalar.

cara-dempul-tembok-retak.jpg

Perbaikan terhadap tembok yang retak bisa dilakukan dengan berbagai metode. Salah satunya ialah menggunakan dempul. Sebenarnya kita tetap membutuhkan semen untuk mengisi celah-celah tembok yang retak. Fungsi dempul di sini hanyalah sebagai penutup semen tersebut supaya permukaan bagian luarnya tetap rata. Dengan begini, maka bekas tambalan tembok pun tidak akan kelihatan.

Alat dan Bahan :

  • Dempul (putty knife)
  • Plester drywall
  • Spackle (campuran semen)
  • Cat tembok

Langkah-langkah :

  1. Bagian celah-celah dari keretakan tembok harus dibersihkan terlebih dahulu dari lumut, debu, atau kotoran. Kami sarankan Anda bisa menggunakan pisau dan kuas untuk membersihkannya. Kalau Anda mempunyai vacuum cleaner, pakai saja alat ini untuk menyedot debu dari dalam tembok.
  2. Perkirakan seberapa besar ukuran keretakan tembok yang akan ditambal. Setelah itu, gunakan spackle (campuran semen) untuk mengisi keretakan tersebut. Kemudian untuk menghilangkan sisa tambalan semen yang meluber, Anda bisa menggunakan bantuan dempul supaya rata.
  3. Selanjutnya adalah menerapkan plester drywall. Plesteran ini berguna untuk menutup tambalan tembok yang telah Anda kerjakan. Aplikasikan plester di sepanjang keretakan tembok yang sudah ditambal.
  4. Di atas lapisan plester drywall, Anda bisa mengoleskan dempul sekali lagi. Jangan terlalu tebal dalam memberikan dempul di tembok. Cukup berikan lapisan yang tipis saja biar hasilnya halus dan rata.
  5. Kemudian Anda bisa mengampelas lapisan dempul tadi supaya tambalan lebih rata serta tidak ada benjolan yang timbul di permukaan tembok. Gerakan ampelas yang benar ialah dari atas ke bawah secara berulang-ulang.
  6. Proses penambalan tembok memakai dempul dan meratakannya dengan ampelas harus di kerjakan beberapa kali sampai permukaan tembok yang sudah ditambal tersebut benar-benar rata. Anda bisa merasakannya dengan meraba permukaan tembok memakai telapak tangan.
  7. Tembok yang sudah ditambal bisa dibiarkan minimal selama 1 x 24 jam agar kondisinya benar-benar kering. Setelah itu, Anda bisa mengecatnya dengan warna yang sesuai dengan warna tembok di sekitarnya. Tips biar hasil pengecatan tidak belang-belang, usahakan Anda mengecatnya pada satu bidang tembok sekaligus.