Perawatan
Jan15

Tips-tips Merawat Bangunan Kuno dan Bersejarah

Agar keberadaannya tetap bisa dinikmati oleh para generasi penerus bangsa, bangunan-bangunan kuno dan bersejarah yang ada di Indonesia harus dilestarikan. Caranya yaitu melalui perawatan yang benar dan perbaikan terhadap kerusakan-kerusakan yang timbul. Salah satu ihwalnya adalah memanfaatkan bahan material yang sama seperti yang sudah diterapkan pada bangunan tersebut. Selain berguna untuk memudahkan upaya perbaikan, hal ini juga dimaksudkan supaya keasliannya tetap terjaga.

merawat-bangunan-kuno.jpg

Sebelum proses perbaikan bagian bangunan yang retak atau acian yang rusak dimulai, sebaiknya periksa terlebih dahulu penyebab timbulnya permasalahan ini. Apabila disebabkan oleh gerakan struktural, maka dibutuhkan material untuk memperkuat pondasi, membuat nat, atau membuat celah antar-dinding dengan kolom struktur. Selanjutnya bagian yang rusak itu diisi memakai material yang bersifat lebih fleksibel.

Sementara itu, jika timbulnya kerusakan disebabkan atap yang bocor atau jendela yang rembes, Anda perlu memperbaiki atap atau jendela tersebut pertamakali. Kemudian barulah perbaikan terhadap bagian bangunan kuno yang rusak turut diperbaiki. Lain lagi bila kerusakan ditimbulkan oleh permukaan air tanah yang naik sehingga meningkatkan kelembaban bangunan, diperlukan upaya untuk menjaga dinding tetap kering melalui pembuatan drainase yang efektif.

Perawatan Terhadap Dinding Bangunan Bersejarah

Bentuk upaya perawatan terhadap dinding bangunan bersejarah dilakukan dengan senantiasa memastikan kebersihannya. Dalam pemeliharaan dinding bangunan tua, Anda juga bisa memanfaatkan bata dan gamping yang dihancurkan sebagaimana material asli bangunan tersebut. Material lainnya yang cocok diaplikasikan pada bangunan kuno yaitu mortar premixed yang dicampur semen, kapur, dan zat aditif untuk meningkatkan fleksibilitas.

Di sisi lain, penggunaan adukan beton yang terbuat dari campuran semen dan pasir justru hasilnya tidak bagus. Permukaan dinding akan tampak retak-retak karena adukan beton tidak mampu mengikat dengan sempurna pada dinding bangunan tua. Hal ini dikarenakan sifat dari adukan beton ini lebih kaku dan lebih keras dibandingkan dengan material pada zaman dahulu kala.

*****

Begitu banyak bangunan bersejarah yang ada di Indonesia. Sebut saja mulai dari candi, prasasti, benteng, monumen, hingga bangunan-bangunan kuno. Semua bangunan berharga itu akan terasa sayang sekali apabila hancur dimakan zaman. Jadi kalau bukan kita sendiri yang merawatnya, lalu siapa lagi?