Perawatan
Aug1

Tips Merawat Furnitur Antik agar Tetap Mempesona

tips-merawat-furnitur-antik.jpg

Apakah Anda suka mengoleksi furnitur antik di rumah? Furnitur antik, selain berharga mahal juga membutuhkan tingkat perawatan yang tinggi. Sebab jika Anda salah sedikit saja hingga menyebabkan ada cacat dalam permukaan furnitur, bukan tidak mungkin harganya langsung jatuh. Tidak mau kan barang mewah ini menjadi barang rongsokan cuma gara-gara kesalahan dalam perawatannya?

Meskipun bersifat antik alias tua, pada umumnya ketahanan furnitur ini lebih tinggi daripada furnitur produksi sekarang. Hal ini karena bahan kayu yang digunakan umumnya berasal dari pohon tua yang memiliki kualitas dan ketebalan yang sangat bagus. Maka tidak heran jika furnitur ini mampu bertahun hingga berpuluh-puluh tahun lamanya.

Saat ini, hobi mengoleksi furnitur antik cukup marak melanda masyarakat di Indonesia. Mereka yang berkantong tebal biasanya memanfaatkan hobi ini sekaligus sebagai investasi. Maklum saja, harga furnitur baru yang umumnya mencapai jutaan rupiah, bisa kalah dengan furnitur antik yang harganya mampu menembus angka ratusan juta. Hal ini terutama karena usia dan nilai histori yang dikandung dalam furnitur. Semakin tua suatu furnitur maka harganya relatif akan naik.

Jika Anda merupakan kolektor furnitur antik, rawat benda-benda kesayangan Anda dengan tips berikut ini :

1. Jangan Menggunakan Benda Tajam untuk Membersihkan Noda

Bagian dasar furnitur mudah terkena noda yang menempel dengan sangat kuat. Memang benar, lebih cepat membersihkan noda yang membandel ini dengan benda keras dan tajam. Tetapi jika Anda melakukannya, hal ini justru akan meninggalkan goresan pada permukaan furnitur. Jangan sampai Anda melakukan hal yang bodoh ini karena bisa merusak nilai keindahan furnitur.

2. Bersihkan Furnitur Secara Rutin

Furnitur juga perlu dibersihkan dari debu agar pesonanya terjaga. Caranya pun tidak sulit. Gunakan sulak berbahan nylon untuk menyekanya. Hindari mengelap dengan memakai kain karena seratnya mampu menggores permukaan furnitur.

3. Meletakkan di Lingkungan Bersuhu Normal

Seperti kita ketahui, suhu udara yang lembab bisa menyebabkan tumbuhnya jamur di kayu. Kelembaban juga bisa merusak ketebalan kayu. Sementara itu, jika furnitur sering terkena sinar matahari langsung, maka warnanya akan cepat memudar. Jadi pastikan tempat untuk meletakkan furnitur ini bersuhu normal dan berada di tengah-tengah ruangan.

4. Bersihkan Furnitur Anyaman dengan Sikat

Untuk Anda yang lebih tertarik untuk mengoleksi furnitur anyaman, Anda bisa membersihkan sela-sela anyaman hanya menggunakan sikat halus. Adapun caranya adalah cukup dengan menggosokkan sikat searah sampai debu yang melekat hilang.

5. Gunakan Kuas untuk Membersihkan Sela-sela Kayu

Jangan lupa juga untuk menghilangkan kotoran yang menumpuk di sela-sela. Biasanya kotoran ini melekat cukup kuat dan sulit jika dibersihkan dengan memakai lap. Oleh karena itu, Anda bisa mempermudahnya dengan bantuan kuas berukuran kecil. Berhati-hatilah saat melakukan langkah kelima ini.

6. Melapisi dengan Wax/Cairan Pelapis Furnitur

Cairan pelapis furnitur atau biasa disebut wax berfungsi melindungi sisi terluar furnitur dari kotoran maupun goresan. Pertama-tama tuangkan beberapa tetes wax ke kain fiber/kanebo. Selanjutnya usapkan ke seluruh ruangan. Ulangi langkahnya hingga seluruh permukaan furnitur terlapisi secara merata.

7. Memoles Ulang Furnitur Minimal 3 Tahun Sekali

Furnitur jika dibiarkan dan dirawat begitu saja lambat laun warnanya pasti memudar. Maka dibutuhkan finishing ulang agar keindahannya bisa dimunculkan kembali. Finishing yang dilakukan juga harus menjaga karakter awal dari furnitur antik tersebut.