Perawatan
Nov2

Tips Membuat Septic Tank Sesuai Standar SNI

Membuat septic tank memang harus dirancang dengan tepat. Diperlukan pemahaman yang matang, mengingat di sini kita berhubungan dengan limbah kotoran yang bisa merusak lingkungan kapan saja jika salah menanganinya. Semakin bagus kualitas septic tank di kamar mandi anda, artinya semakin tidak merepotkan pula septic tank tersebut.

tips-membuat-septic-tank.jpg

Adapun syarat-syarat pembuatan septic tank yang sesuai dengan standar SNI, antara lain :

  1. Pembangunan septic tank setidaknya terdiri dari dua ruang, yaitu ruang lumpur dan ruang basah. Ruang lumpur berguna untuk menampung ampas kotoran. Sedangkan ruang basah difungsikan sebagai tempat penampungan cairan kotoran.
  2. Ukuran septic tank harus disesuaikan dengan jumlah penghuni rumah dan tingkat penggunaannya. Sebagai contoh, ukuran septic tank ideal yang dipakai oleh lima orang yaitu 0,45 m³ untuk ruang lumpur, 1,2 m³ untuk ruang basah, dan 0,4 m³ untuk ruang ambang batas bebas.
  3. Pastikan struktur septic tank tersebut kokoh dan tahan terhadap zat asam. Pastikan juga tidak ada celah pada ruang septic tank yang bisa menjadi jalan merembesnya kotoran dan mencemari tanah di sekelilingnya. Umumnya, septic tank dibuat dari bahan beton, batako, batu bata, keramik, batu kali, plat besi, dan PVC.
  4. Pembangunan septic tank juga harus memperhatikan jarak yang aman dengan sumber air bersih. Paling tidak, pembuatan septic tank ini dibuat sejauh 10 meter dari sumur. Hal ini berguna agar air sumur yang digunakan untuk keperluan sehari-hari ini tidak tercemar dengan kuman dan bakteri maupun bau yang bersumber dari kotoran.
  5. Agar septic tank lebih ramah lingkungan, sebaiknya dibuatkan sebuah bak filter air tambahan. Nantinya, bak ini berfungsi untuk menyaring air kotor sehingga air yang akan dibuang melalui saluran pembuangan kota sudah lebih bersih.
  6. Hindari membersihkan kloset dengan cairan pembersih kimia. Sebab, dikhawatirkan kandungan bahan kimia keras yang terdapat produk pembersih tersebut bisa membunuh bakteri pengurai dan menyebabkan populasinya menurun.

Ada dua model septic tank yang biasa dibangun, antara lain :

Septic Tank Dua Ruang

Seperti namanya, septic tank ini dibangun dengan dua ruang. Ruang pertama biasa disebut dengan ruang lumpur, sedangkan yang kedua adalah ruang basah. Selanjutnya, kedua ruang ini dihubungkan dengan pipa berukuran 2 sampai 3 inci yang diletakkan di partisi bagian atas. Pipa inilah yang kemudian berfungsi sebagai saluran yang memisahkan kotoran berbentuk lumpur dan cairan.

Kelebihan dari model septic tank ini, pembuatannya dapat dilakukan dengan lebih sederhana dengan waktu yang lebih singkat. Biaya pembuatannya pun menjadi lebih sedikit, mengingat septic tank hanya terdiri dari dua ruang. Hanya saja, frekuensi penyedotan model ini juga harus dilakukan lebih sering. Septic tank ini paling tetap diterapkan pada rumah berukuran mungil dengan lahan yang terbatas.

Septic Tank Tiga Ruang

Pada prinsipnya, pembuatan septic tank tiga ruang ini sama dengan model sebelumnya. Hanya saja di sini kita menambahkan sebuah ruangan lagi yang berfungsi sebagai filterasi agar limbah yang masuk ke ruangan akhir benar-benar berbentuk cairan. Adapun prinsip kerjanya yaitu ketika kotoran masuk ke dalam ruang pertama dan terkumpul, maka cairan kotoran akan mengalir ke ruang kedua. Di ruang kedua ini cairan yang terkumpul masih tercampur dengan sedikit lumpur, oleh sebab itulah lumpur tersebut dibiarkan mengendap di sini.

Dari ruang kedua, limbah cairan mengalir lagi menuju ruang ketiga, di mana ini merupakan ruang akhir. Bagian dasar ruang ketiga ini tidak diplester sehingga memungkinkan cairan bisa mengalir melalui pori-pori tanah. Sebaiknya. di dekat ruang ketiga ini ditumbuhi dengan tanaman-tanaman yang rindang agar bisa memakan kotoran yang diserap oleh tanah tersebut.

Meskipun biaya pembuatannya lebih mahal dan memakan waktu yang lebih lama, namun model septic tank dengan tiga ruang ini bersifat lebih awet dan tidak mudah penuh. Model ini paling cocok diterapkan pada rumah dengan tingkat penggunaan kloset yang tinggi.