Perawatan
Feb11

Penyebab Atap Rumah Bocor dan Cara Mengatasinya

Apakah penyebab atap rumah menjadi bocor? Bagaimana pula cara mengatasinya? Rumah-rumah di Indonesia biasa terkena siraman air hujan dengan curah yang cukup tinggi. Air hujan memang merupakan berkah dari Sang Maha Kuasa karena dari sinilah kehidupan tercipta. Tetapi di sisi lain, air hujan juga dapat mengganggu kenyamanan tinggal di rumah. Terutama bila atapnya bocor sehingga air hujan bisa masuk ke dalam rumah.

Atap yang bocor tentunya menjadi masalah yang sangat serius. Anda tidak boleh membiarkan atap rumah dalam kondisi bocor begitu saja. Kebocoran tersebut wajib diatasi secepat mungkin agar tidak bertambah semakin luas ke bagian rumah yang lain. Bukan hanya kesehatan Anda sekeluarga yang menjadi taruhannya, tetapi perabotan rumah tangga Anda bisa mengalami kerusakan. Furniture kayu dan logam sangat rentan rusak akibat air hujan.

penyebab-atap-rumah-bocor.jpg

Bocor terjadi karena air hujan bisa melewati, menembus, atau meresap melalui lubang yang terdapat pada material atap. Sekecil apapun ukuran lubang tersebut, air tetap bisa melaluinya. Masalah ini biasanya timbul akibat perencanaan konstruksi yang salah, kondisi alam dengan cuaca yang ekstrem, serta pemilihan bahan bangunan yang kualitasnya kurang bagus. Anda perlu mendeteksi penyebab utamanya sehingga bisa mengatasinya dengan tuntas.

Sudut Kemiringan Atap Salah

Atap rumah harus dibuat dengan bentuk miring supaya air hujan yang jatuh di atasnya bisa langsung meluncur turun. Sekalipun ada atap datar, namun sebenarnya atap tersebut tetap dibuat miring. Atap dari genteng harus memiliki sudut kemiringan tidak kurang dari 30 derajat dan toleransinya 40 derajat. Sedangkan atap dari asbes atau seng boleh dibuat lebih landai karena rongga antarbidang yang terbentuk sangat kecil. Pembatasan sudut kemiringan atap ini bertujuan agar aliran air hujan bisa dikontrol dengan baik.

Bentuk Atap Tidak Sesuai Material

Bentuk atap tidak hanya mempengaruhi tampilan estetika rumah secara keseluruhan, tetapi juga sangat berperan terhadap penanggulangan bocor. Perlu Anda ketahui, beberapa bentuk atap yang sering diaplikasikan pada rumah modern di Indonesia antara lain flat, perisai, dan pelana. Dalam memilih bentuk atap rumah, Anda juga perlu memperhatikan material yang akan digunakan. Sebab tidak semua material bisa dibuat menjadi atap dengan bentuk yang sesuai keinginan Anda.

Penggunaan Material Bermutu Rendah

Rumah-rumah di Indonesia kebanyakan memakai genteng dari tanah liat atau keramik. Genteng tanah liat memiliki kelemahan pada kekuatannya yang cukup rapuh. Genteng ini mudah berlubang apabila tertimpa dahan, buah, atau benda-benda lain dari atasnya. Sementara genteng keramik sering ditemukan bentuknya melengkung. Hal ini mengakibatkan proses pemasangan genteng keramik membutuhkan ketelitian tinggi. Jika kurang cermat akan terbentuk celah di antara susunan genteng keramik tersebut.

Cara Pemasangan Tidak Betul

Proses pemasangan material pembentuk atap bangunan harus sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Seperti yang sudah kami sebutkan di atas, atap genteng tidak boleh dipasang dengan sudut kemiringan kurang dari 30 derajat. Bila Anda ingin membuat atap dengan sudut kemiringan hingga 10 derajat, Anda bisa menggunakan seng atau asbes. Khusus untuk atap beton, Anda perlu memberikan treatment dengan material pelapis supaya terhindari dari keretakan dan anti bocor. Walaupun atap beton memiliki kekuatan yang sangat baik, tetapi kalau strukturnya berlubang maka atap tersebut pasti akan bocor.