Perawatan
Dec1

Panduan Mudah, Cara Memasang Bata Ringan (Hebel)

Proses pemasangan bata ringan (hebel) dilakukan dengan menyusun bata-bata tersebut sedemikian rupa hingga membentuk dinding yang memiliki panjang dan ketinggian tertentu. Sebagai bahan perekat biasanya digunakan semen instan yang siap pakai dan mudah digunakan. Dengan kata lain, tingkat kesulitan memasang hebel sebenarnya cukup mudah namun tetap membutuhkan keterampilan dan ketelitian.

cara-memasang-bata-ringan.jpg

Seperti yang pernah kami bahas di sini, bata ringan mempunyai kelebihan-kelebihan tertentu dibandingkan dengan batubata dan batako. Di antaranya bata ringan memiliki bentuk yang presisi, seragam, kedap air, peredam yang baik, daya topangnya tinggi, serta tahan terhadap gempa. Selain itu, bata ringan juga mempunyai keunggulan-keunggulan seperti hemat plesteran, berbobot ringan, gampang diangkut, dan instalasinya relatif singkat.

Pada umumnya, pemasangan bata ringan dikerjakan dengan memakai bantuan bahan perekat berupa semen instan, baik untuk pengerjaan pasangan bata maupun plesteran dinding. Penerapan semen instan ini terbilang sangat mudah. Anda cukup menambahkan air secukupnya, tanpa pasir sama sekali, kemudian aduk merata dan semen pun telah siap digunakan. Pemakaian semen instan juga memungkinkan pasangan bata tampak rata dan permukaan plesteran dinding pun lebih halus.

Alat dan Bahan :

  • Bata ringan
  • Semen instan
  • Air
  • Roskam
  • Jidar
  • Cetok
  • Ember
  • Meteran
  • Tali
  • Waterpass

Langkah-langkah :

  1. Ukur bidang sloof dan pondasi yang akan dibangun dinding bata ringan di atasnya. Selanjutnya pasang tali di antara sudut-sudut dinding sembari gunakan waterpass untuk memastikan kerataannya.
  2. Buatlah adukan memakai semen instan yang dicampur air dengan perbandingan sesuai pada kemasan semen. Kemudian aduk hingga kedua bahan tersebut tercampur rata.
  3. Rendam bata ringan di dalam bak berisi air selama beberapa saat untuk mencegah pengerasan semen terlalu dini. Hal ini dilakukan mengingat daya serap bata ringan terhadap air tergolong cukup tinggi.
  4. Aplikasikan adukan semen setebal 10 mm pada bidang yang akan dipasangi bata ringan sebagai lapisan terbawah. Tebarkan adukan tersebut secara merata dengan ukuran satu blok per waktu dan mengikuti pola-pola yang sudah terbentuk dari bentangan benang.
  5. Pasang sebuah bata ringan di atas adukan tadi. Setelah itu, tekan dan ketuk-ketuk sedikit memakai palu sampai blok rata dengan batas benang. Jangan lupa untuk memastikan kerataannya memakai waterpass.
  6. Pasang sebuah blok bata ringan lagi di sudut yang berhimpitan dengan posisi blok sebelumnya. Jangan lupa untuk memeriksa permukaannya benar-benar rata menggunakan waterpass.
  7. Ulangi langkah kelima dan keenam di atas sampai keempat sudut ruangan telah terpasangi dua buah bata ringan yang saling berhimpitan. Tahap berikutnya Anda tinggal memasang bata ringan membentuk pasangan sebaris yang mengitari ruangan.
  8. Sebelum memasang bata ringan pada barisan kedua di atas barisan paling dasar, bersihkan dulu permukaan blok pada barisan pertama tersebut. Proses selanjutnya adalah sama yaitu memasang bata ringan di keempat sudut ruangan, lalu memasang sebaris bata ringan yang memutari ruangan.
  9. Lakukan proses pemasangan bata ringan ini sampai didapatkan dinding dengan ketinggian yang sesuai keinginan. Diamkan dinding tersebut selama 24 jam sebelum dapat diplester agar kondisinya sudah mengering sempurna.
  10. Pengerjaan plester juga dapat menggunakan semen instan supaya lebih cepat, lebih hemat, dan lebih mudah. Pemlesteran dinding cukup dilakukan tipis saja mengingat permukaan dinding yang dibentuk oleh bata ringan sudah cukup presisi dan seragam.
  11. Begitu pula dengan proses pengaciannya, Anda bisa memanfaatkan semen instan yang memiliki kualitas lebih terjamin. Langkah terakhir, Anda bisa melakukan finishing dengan mengecat dinding tersebut atau memasanginya memakai wallpaper setelah kondisi tembok betul-betul kering.

Selamat mencoba di rumah Anda!