Perawatan
Aug12

Komplit, Cara Mengatasi Dinding Basah!

Dinding basah tidak hanya membuatnya menjadi lingkungan yang tidak sehat, tetapi juga mampu memperlemah daya tahan yang dimilikinya. Selain itu, lumut dan jamur yang mampu merusak dinding, tumbuh subur di sini. Tidak itu saja, dinding basah yang tidak segera ditangani juga dapat merembes ke area yang lebih luas.

cara-mengatasi-dinding-basah.jpg

Salah satu tempat yang sering ditemukan permukaan dindingnya basah adalah kamar mandi. Bagian dinding belakang kamar mandi yang terus-menerus basah dan tidak terkena sinar matahari langsung menjadikannya sebagai ladang tumbuhnya jamur. Kondisi ini biasanya ditandai dengan munculnya bercak-bercak hitam pada permukaan dinding. Jika dibiarkan, maka dinding juga akan ditumbuhi oleh lumut. Akibatnya, akar lumut yang kuat mampu merapuhkan dinding semen dan membuatnya lapuk.

Selain dikarenakan oleh faktor posisi, dinding yang basah juga terkadang menimpa permukaan dinding yang baru dicat. Hal ini biasanya dapat dilihat dari cat yang lama mengering atau cat yang sudah mengering tetapi mengeluarkan bintik-bintik air. Kejadian ini biasanya disebabkan oleh ketidakcermatan dalam mengecat dinding, mengecat pada dinding yang masih agak basah, memberikan beberapa lapisan cat tanpa dilakukan jeda agar lapisan sebelumnya mengering dahulu, dan sebagainya.

BAGAIMANA CARA YANG EFEKTIF UNTUK MENGATASI HAL INI?

  1. Mengatasi Dinding Kamar Mandi yang Basah. Kondisi basah pada dinding kamar mandi biasanya disebabkan oleh daya kapilaritas yang dimiliki oleh dinding. Maka dari itu, Anda sebaiknya membangun semacam dinding kedap air (plesteran trasraam) setinggi 30 cm yang mengapit dinding utama. Adapun untuk komposisi adukannya adalah 3 bagian pasir dicampur dengan 1 bagian semen. Dinding ini memungkinkan air sulit merembes masuk ke dalam dinding utama dan kalaupun berhasil maka air hanya akan mengenang di lapisan pelindung dinding ini saja.
  2. Mengatasi Dinding Basah Karena Cat. Pertama-tama amplaslah dinding terlebih dahulu untuk membuka pori-porinya. Dengan cara ini, uap air yang masih ada di dalam dinding bisa menguap. Selanjutnya, diamkan semalaman agar dinding benar-benar kering. Terakhir, Anda bisa mengecatnya kembali sesuai prosedur yang pernah kami berikan di sini. Pastikan pada saat Anda memberikan lapisan kedua, lapisan cat sebelumnya telah kering.
  3. Mengatasi Dinding yang Berjamur. Untuk memberantas jamur yang tumbuh di dinding basah, caranya adalah dengan mengelapnya menggunakan scrap. Kemudian, gosok permukaan dinding memakai sikat bergigi kasar. Apabila jamur yang nampak sudah mulai hilang, ambil cairan pemutih pakaian untuk memberantas bibit dan akar-akar jamur yang masih menempel. Usapkan merata cairan ini ke seluruh permukaan dinding dan tunggu selama 1 jam. Setelah 1 jam terlewati, Anda bisa membilasnya dengan air bersih. Sebagai bentuk penanganan yang lebih maksimal Anda bisa memakai cairan khusus untuk mematikan jamur. Selanjutnya, jangan lupa untuk memberikan cat anti-jamur supaya perlindungannya lebih kuat.
  4. Mengatasi Dinding yang Berlumut. Dinding yang ditumbuhi lumut jika dibiarkan bisa membuatnya lapuk dan roboh. Oleh karena itu, cara yang tepat untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan menghilangkan semua lumut yang menempel. Gunakan kape (mirip pahat) untuk mengikis lumut-lumut tadi. Lalu, dilanjutkan dengan mengamplas permukaan dinding secara merata untuk membersihkan sisa-sisa kotorannya. Selanjutnya, gunakan cat dasar yang berbasis solvent based sealef. Tunggu sampai lapisan ini mengering. Langkah terakhir, Anda bisa memulai untuk mempercantiknya dengan warna cat pilihan Anda.