Perawatan
Dec6

Kelebihan dan Kekurangan Berbagai Bahan Atap Rumah

Berbagai pilihan bahan atap rumah saat ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan rumah anda. Yap, masing-masing bahan ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Misalnya, atap tanah yang terlihat tradisional, atap keramik yang mewah, atau atap beton yang tampak modern sekali.

Atap Tanah

atap-tanah.jpg

Atap tanah atau genteng terakota merupakan atap yang terbuat dari tanah liat dan dibentuk sedemikian rupa, lalu dibakar. Karena bahannya berasal dari tanah, atap rumah ini memiliki pori-pori yang tak kasat mata dan sangat bagus dalam menyetabilkan suhu interior. Maka tak heran, jika ruangan beratap genteng tanah terasa sejuk, tidak panas ataupun dingin. Selain itu, harga genteng tanah juga tergolong murah dibandingkan dengan material atap yang lain. Hanya saja, atap ini mudah rusak jika tertimpa suatu benda.

Atap Metal

Atap metal terbuat dari campuran bahan alumunium, silikon, dan seng yang dibentuk menjadi lembaran bergelombang. Atap ini biasa disebut juga dengan atap baja lapis ringan. Keunggulannya, atap ini tahan sekali terhadap kebocoran karena sudah dirancang dengan sempurna, meskipun dipasang dengan sudut 15 derajat sekalipun. Karena terbuat dari logam, maka atap ini bisa berkarat dalam kurun waktu tertentu apabila terkena air hujan terus-menerus. Pun saat hujan, suara tetesan hujan yang menimpa atap terdengar berisik. Belum lagi bagi anda yang tinggal di lingkungan perkotaan yang panas, bahan metal sebagai konduktor yang baik akan menghantarkan panas matahari masuk ke dalam rumah. Oleh karenanya, perlu bukaan yang maksimal untuk mengusir hawa panas ini.

Atap Fiber

Dibuat dari campuran serat fiber, semen, dan bahan penguat, atap fiber merupakan salah satu atap terbaik yang tidak mudah bocor. Bahan fiber juga terkenal bersifat kedap suara dan anti karat. Dalam hal pemasangannya, atap fiber membutuhkan waktu yang relatif singkat karena bentuknya berupa lembaran berukuran lebar. Namun kekurangannya, atap fiber ini cenderung kaku dan warnanya gampang luntur.

Atap Aspal

Dalam hal perlindungan dari air hujan, atap aspal atau bitumen ini bisa sangat diandalkan. Bahan pembuat atap ini terdiri dari campuran bahan aspal, bubuk kertas, resin, dan serat organik. Karakteristik atap aspal antara lain fleksibel, kedap suara, berbobot ringan, dan anti karat. Anda tidak perlu khawatir pesona atap menghilang, karena warna atap aspal tidak gampang memudar. Atap ini biasa dipasang dengan sudut kemiringan 15 derajat dalam waktu yang relatif singkat. Namun karena masih impor, harga atap aspal terbilang mahal.

Atap Fiberglass

Kelebihan dari atap fiberglass adalah atap ini dapat ditembus cahaya matahari karena bersifat transparan. Di pasaran, atap ini dijual dalam bentuk lembaran bergelombang. Saat hujan, atap ini tidak menimbulkan suara bising dan bersifat tahan karat. Sifatnya yang fleksibel memungkinkan pemasangan atap ini lebih mudah dan cepat. Dengan overlap 19 mm, atap fiberglass juga anti bocor. Sama seperti atap aspal, harga atap fiberglass tergolong cukup mahal.

Atap Keramik

Bagi anda yang menginginkan atap rumah yang tampak mewah, bisa mencoba atap berbahan keramik ini. Sama seperti keramik lantai, keramik atap juga dilapisi dengan finishing glatzur yang membuat permukaannya mengkilap. Maka tak heran jika harganya terbilang mahal untuk ukuran atap dan pemasangannya pun relatif lama. Namun hal ini sebanding dengan kualitas atap keramik yang memiliki warna tidak mudah memudar, anti karat, dan kedap suara. Karena memantulkan panas, udara di rumah pun menjadi lebih sejuk sehingga cocok untuk hunian di lingkungan perkotaan.

Atap Beton

Atap beton biasanya diterapkan pada rumah modern dan minimalis. Terang saja, pengaplikasian atap ini dibentuk secara datar. Karakteristiknya adalah anti karat dan anti berisik. Selain itu, pesona atap beton juga mampu bertahan lebih lama. Namun di balik kelebihannya itu, atap beton ini terbilang berbobot berat, menyerap matahari, dan rawan bocor.