Perawatan
Oct8

Inilah Tips biar Kayu Tidak Dimakan Kutu Bubuk!

Bagaimana caranya agar kayu tidak dimakan kutu bubuk? Semua orang suka dengan barang-barang yang terbuat dari kayu. Walaupun perawatannya cukup merepotkan, tetapi pesona kayu tidak henti-hentinya memikat setiap pencintanya. Kayu mengandung nilai seni yang begitu kuat meskipun belum diberi finishing apapun. Pola serat kayu yang sesungguhnya terbentuk dari lapisan-lapisan kambium seakan mampu mengisahkan sebuah cerita. Apalagi jika kayu tersebut telah diberikan finishing tertentu, maka keindahannya kian menarik hati.

Semakin hari, harga kayu semakin mahal. Diprediksi harga kayu akan terus mengalami peningkatan lantaran jumlah hutan penghasil kayu yang semakin sedikit. Padahal jumlah orang yang mulai mencintai kayu terus bertambah setiap hari. Akibatnya persediaan kayu yang ada pun tidak mampu lagi memenuhi permintaan pasar yang begitu tinggi. Inilah yang menjadi pemicu utama mahalnya harga produk dari kayu. Salah satunya harga furniture kayu jati buatan jepara yang kini semakin mahal lantaran peminatnya sudah mencakup seluruh dunia.

kayu-tidak-dimakan-bubuk.jpg

Jadi Anda harus menyadari bahwa benda-benda dari kayu yang ada di rumah mempunyai nilai yang sangat tinggi. Semakin bertambahnya usia benda tersebut, semakin tinggi pula nilainya. Oleh karena itu, Anda wajib merawatnya baik-baik supaya  semua benda kayu tadi tetap awet. Syukur kalau bisa diwariskan sampai ke anak cucu sebagai investasi yang tak ternilai. Namun Anda harus waspada terhadap serangga yang dapat merusak benda-benda kayu. Contohnya kutu bubuk yang dapat memakan kayu sehingga mengakibatkan strukturnya menjadi keropos.

Agar kayu tidak dimakan kutu bubuk, ikutilah panduan langkah-langkahnya di bawah ini!

Alat dan Bahan :

  • Oli bekas
  • Solar
  • Kuas
  • Wadah

Proses pengerjaan :

  1. Pada dasarnya kita akan mengawetkan kayu supaya tidak dimakan oleh kutu bubuk, rayap, teter, dan serangga perusak kayu lainnya.
  2. Buatlah campuran bahan pengawet pertama yang terdiri dari oli bekas dan solar dengan perbandingan 1:1.
  3. Campuran bahan pengawet tersebut lantas dioleskan ke seluruh bagian kayu secara merata, termasuk sudut-sudutnya.
  4. Biarkan kayu selama beberapa saat agar campuran bahan pengawet di atas dapat meresap ke dalam pori-pori kayu.
  5. Setelah kondisi kayu sudah kering, kini waktunya untuk mengoleskan bahan pengawet kedua.
  6. Bahan pengawet kedua terdiri dari campuran bahan yang sama yaitu oli bekas dan solar tetapi perbandingannya 1:2.
  7. Aplikasikan campuran bahan pengawet kedua ini ke seluruh bagian permukaan kayu secara merata memakai kuas.
  8. Biarkan kayu mengering dengan cara diangin-anginkan selama 1-3 hari. Dijamin kayu tersebut akan terhindar dari kutu bubuk selama berpuluh-puluh tahun mendatang.

Sebaiknya upaya pengawetan kayu dengan metode di atas dilakukan ketika kondisi kayu masih basah yakni setelah kayu tersebut baru tiba dari lokasi pembeliannya. Anda bisa menerapkan campuran oli bekas dan solar secara merata, kemudian biarkan mengering sendiri dibantu oleh angin. Sedangkan untuk kayu yang akan diserut atau diketam lagi, pemberian bahan pengawet dapat dilakukan setelah pekerjaan tersebut selesai dilaksanakan. Dengan demikian lapisan bahan pengawet benar-benar mampu melindungi bagian permukaan kayu.