Cara Merawat Pagar Kayu agar Awet dan Tidak Cepat Rusak

Kalau mau membuat pagar rumah yang bagus, kuat, kokoh, natural, serta alami, cobalah pertimbangkan untuk menggunakan pagar dari kayu. Semua pagar yang memakai kayu sebagai bahan utamanya disebut pagar kayu. Di tengah banyaknya material-material baru yang bermunculan, kayu masih banyak dipakai untuk membuat pagar. Manusia masih setia memanfaatkan kayu untuk dibuat menjadi pagar. Pagar ini tidak hanya kuat, tetapi juga menarik sekali dengan pesona alami yang dimilikinya.

Supaya pagar kayu ini tidak cepat rusak, tidak menjadi lapuk, tidak diserang rayap, dan mempunyai usia pemakaian yang lama, maka Anda harus merawatnya dengan baik. Perawatan pagar kayu itu gampang-gampang susah. Prosesnya kurang lebih mirip seperti merawat pagar bambu. Sebagai material alami, kayu mengandung sari pati yang membuatnya rawan diserang oleh serangga. Batang kayu juga memiliki ketahanan yang tidak terlalu baik terhadap perubahan kondisi cuaca secara ekstrem.

cara-merawat-pagar-kayu.jpg

Namun dengan teknik perawatan yang bagus, pagar kayu bisa menjadi sangat kuat dan kokoh. Bahkan kekuatannya pun dapat menyerupai besi baja sehingga mampu bertahan hingga puluhan tahun lamanya. Apalagi memang ada banyak jenis kayu asal Indonesia yang memiliki kualitas yang baik sekali. Dengan tambahan proses pengawetan sebelumnya, kayu-kayu tersebut sangat cocok digunakan untuk dipakai sebagai bahan baku pembuatan pagar rumah.

Memilih Kayu yang Berkualitas

Tidak sembarang kayu bisa digunakan untuk pagar. Kayu yang cocok dipakai untuk pagar ialah kayu yang memiliki kualitas yang tangguh dan tahan terhadap segala kondisi cuaca. Karena jika Anda salah dalam memilihnya, terik matahari dan air hujan dengan mudah dapat merusak pagar kayu tersebut. Berbagai jenis kayu asal kalimantan bisa Anda gunakan sebagai pilihan utamanya. Hindari memakai kayu yang mutunya rendah seperti sengon atau albasia karena pasti akan cepat rusak.

cara-perawatan-pagar-kayu.jpg

Melakukan Pengawetan Kayu

Sama halnya seperti bambu, kayu pun perlu diawetkan supaya kualitasnya semakin tinggi. Pengawetan kayu dapat dilakukan menggunakan metode tradisional ataupun memanfaatkan bahan-bahan kimiawi. Kayu yang akan dipakai untuk membuat pagar sebaiknya dipilih dari kayu yang telah diawetkan. Proses pengawetan ini penting untuk memastikan pagar kayu memiliki ketahanan yang tinggi terhadap kondisi cuaca yang ekstrem. Anda bisa memilih kayu yang telah diawetkan.

Lindungi dengan Cat Anti-Rayap

Pagar kayu tidak boleh dibiarkan tampil polos begitu saja. Anda wajib mengecat seluruh permukaannya. Lapisan cat ini tidak hanya berguna untuk memperindah tampilan pagar, tetapi juga berfungsi sebagai bahan pelindung pagar kayu supaya tidak diserang oleh rayap. Oleh sebab itu, Anda perlu menggunakan cat kayu anti-rayap untuk mengecat pagar tersebut. Jika Anda tetap ingin mempertahankan warna asli kayu, Anda bisa menggunakan bahan finishing berupa pelitur atau pernish. Sedangkan bila ingin pagar yang berwarna-warni, pilihlah cat solid.

agar-pagar-kayu-awet.jpg

Rutin Menyemprot Fungisida

Anda juga harus waspada terhadap jamur yang bisa tumbuh di pagar kayu. Jamur ini bersifat parasit karena mampu menyerap zat glukosa di dalam kayu sehingga membuat strukturnya mengeropos dan melempem. Lama-kelamaan pagar kayu tersebut menjadi keropos, lalu rusak. Untuk mencegah hal ini, Anda perlu menyemprotkan fungisida secara berkala ke seluruh permukaan pagar. Fungisida ini bisa Anda dapatkan di toko pertanian terdekat.

Jangan Lupa Bersihkan secara Rutin

Semua pagar wajib dibersihkan secara berkala agar kondisinya tetap bagus, awet, tahan lama, dan tak mudah rusak. Begitu pula dengan pagar kayu yang harus Anda bersihkan dengan rutin. Bagaimana cara membersihkan pagar kayu? Anda bisa menggosok permukaannya memakai kain lap yang basah untuk menghilangkan partikel-partikel kotoran yang menempel. Kalau perlu, Anda juga bisa membilas pagar yang baru saja tersiram air hujan, lalu mengelapnya dengan kain yang kering.