Perawatan
Jan8

Cara Mengaci Dinding yang Baik agar Tidak Retak

Pada dasarnya, proses mengaci dinding atau tembok membutuhkan tingkat keuletan yang tinggi. Bayangkan, anda diwajibkan melakukan suatu gerakan yang sama secara berulang-ulang sampai seluruh dinding rumah tertutupi sempurna oleh adukan acian. Anda juga dituntut untuk selalu teliti saat mengerjakan proses pengacian ini, karena meskipun kelihatannya simpel, ada banyak sekali masalah yang harus dihadapi. Salah satunya adalah pada kualitas penerapan bahan acian yang berpengaruh pada permukaan dinding yang rata, halus, dan tidak retak.

cara-mengaci-dinding.jpg

Alat dan Bahan :

  • Semen
  • Air
  • Roskam
  • Kuas
  • Kertas semen
  • Ember kecil

Langkah-langkah :

  1. Bersihkan permukaan dinding yang akan diaci agar terbebas dari kotoran dan debu. Pastikan tidak ada noda yang menempel karena akan berpengaruh pada permukaan tembok yang tidak rata. Apabila dinding terlihat kering, siram dengan sedikit air untuk membasahinya. Dinding yang basah memudahkan adukan acian dapat merekat dengan kuat.
  2. Buatlah adukan acian yang terdiri dari campuran semen dan air. Masukkan bubuk semen ke dalam ember kecil secukupnya, lalu tuangkan air sedikit demi sedikit agar bubuk semen berubah bentuk menjadi pasta. Jika semen masih padat tambahkan beberapa air untuk mengencerkannya. Sebaliknya jika terlalu cair, tambahkan beberapa sendok semen lagi untuk mengentalkannya.
  3. Setelah adukan acian semen selesai dibuat, ambilah sejumput adukan tersebut memakai roskam, lalu aplikasikan pada dinding berplester. Caranya, tekan roskam yang telah terdapat adukan aci di dasarnya pada dinding, lalu sebarkan ke sisi sampingnya agar adukan menutupi pori-pori tembok secara merata. Begitu seterusnya sampai seluruh dinding rumah tertutupi oleh lapisan aci. Agar hasilnya tidak retak, ketebalan acian yang disarankan adalah 1,5 mm sampai 3,0 mm.
  4. Kesulitan terbesar saat menerapkan adukan acian ini terletak pada pelapisan sudut tembok. Hal ini dikarenakan bidang sudut tembok berhimpitan 45 derajat dengan tembok di sebelahnya, sehingga gerakan tangan menjadi terbatas. Untuk mengatasinya, dianjurkan memulai proses pengacian dinding ini dari sudut tembok menggunakan roskam berukuran kecil. Lakukan juga gerakan yang searah dari bidang sudut ke bidang yang terbuka. Alternatif lain, anda bisa memanfaatkan kuas untuk mengoleskan adonan acian pada sudut dinding yang sulit dijangkau.
  5. Agar hasil acian dinding terasa halus, setelah proses pengacian rampung dan lapisan semen terlihat agak kering, anda bisa mengampelas permukaannya. Kali ini anda bisa memanfaatkan kertas bekas wadah semen atau kain bertekstur kasar sebagai ampelas. Caranya sangat mudah, seperti proses pengampelasan pada umumnya, gosokkan kertas semen tersebut dengan gerakan memutar dan merata pada seluruh permukaan dinding. Tujuannya untuk mengikis lapisan acian tipis yang menggembung ke atas permukaan.
  6. Periksa sekali lagi hasil acian yang telah anda terapkan pada dinding. Pastikan seluruh permukaannya berbidang rata. Jika semuanya sudah beres, anda bisa mengecat dinding tersebut dengan warna sesuai keinginan agar terlihat lebih indah.

Selamat bekerja.