Perawatan
Oct30

Cara Memperbaiki Mesin Bor Listrik/Tangan yang Rusak

Bagaimana cara memperbaiki mesin bor listrik/tangan yang rusak? Tidak ada sebuah benda pun di dunia ini yang bersifat kekal. Begitu pula dengan mesin bor listrik atau mesin bor tangan. Seiring dengan penggunaannya, cepat atau lambat mesin tersebut bakal mengalami kerusakan. Bahkan mesin bor yang disimpan terus pun bisa rusak akibat berkarat.

Ada beberapa kerusakan yang umumnya dialami oleh mesin bor ini. Misalnya mesin yang mati total, putaran yang dihasilkan lemah, dan mesin mengeluarkan bunyi yang berisik. Beberapa orang juga kerap mengalami keanehan pada mesin bor tangan miliknya yang kadang-kadang bisa menyala, tetapi di lain waktu mati total. Yang lebih ekstrem, timbul percikan api di dalam mesin bor sehingga mengeluarkan aroma hangus seperti terbakar.

cara-memperbaiki-mesin-bor.jpg

Sementara itu, penyebab munculnya kerusakan pada mesin bor juga bermacam-macam. Biasanya penggunaan jenis mesin bor yang tidak sesuai dengan peruntukannya memaksa motor untuk bekerja ekstra sehingga cepat rusak. Mesin yang sering terjatuh dari genggaman tangan pun dapat menimbulkan kerusakan yang serius. Begitu pula jika mesin sudah berusia cukup lama, komponen-komponen di dalamnya pun akan usang.

Pada dasarnya, proses perbaikan mesin bor listrik/tangan yang rusak cukup mudah dikerjakan. Pasalnya komponen-komponen elektronika yang menyusun di dalamnya sangat sederhana. Sebagian besar dari komponen tersebut terdiri atas perangkat mekanik. Namun untuk mempermudah Anda dalam melakukan perbaikan, silakan simak panduan sebagai berikut :

Kerusakan I : Mesin Bor Mati Total

Solusi :

Periksa kondisi arus listrik yang berasal dari kontak menggunakan AVO meter. Cek apakah ada kabel yang terputus dengan memeriksa nilai resistensi pada kabel tersebut. Caranya yaitu setting AVO meter pada skala x1 ohm. Kemudian hubungkan jarum merah ke ujung kontak dan jarum hitam ke ujung kabel yang satunya lagi. Apabila jarum pada layar skala AVO meter bergerak-gerak artinya kabel tersebut tidak mengalami kerusakan. Jadi Anda harus mengecek kabel yang lainnya.

Jika kondisi semua kabel kontak ternyata tidak ada yang bermasalah, maka Anda bisa melanjutkan pengecekan pada bagian arang sikat (carbon brush). Bila arang tersebut sudah habis, Anda bisa menggantinya dengan yang baru. Kalau perlu, periksa juga lilitan rotor memakai AVO meter untuk memastikan tidak ada bagian yang terputus. Berikutnya cek bagian rotor dan setatornya. Jika kedua komponen ini tampak hangus seperti terbakar harus diganti dengan yang baru.

Kerusakan II : Mesin Bor Hidup, Mati, Hidup

Solusi :

Mesin bor yang bisa menyala, kemudian mati lagi. Setelah dimiringkan akan menyala, tetapi tidak lama mati lagi bisa diperbaiki dengan cara berikut. Sebelumnya perlu diketahui, sumber masalah utama mesin bor tidak bisa hidup yaitu hubungan sepatu kabel dan bagian per sikat arang yang kendur. Jadi Anda bisa memulai memperbaikinya dengan memeriksa kondisi sakelar atau kabel kontaknya. Segera ganti komponen-komponen yang mengalami kerusakan.

Setelah itu, cek kondisi sepatu kabel yang berfungsi sebagai penjepit kabel. Apabila cengkeramannya tidak begitu sempurna, Anda harus membetulkan posisinya. Pakailah tang untuk memperkuat jepitan sepatu kabel tersebut. Selanjutnya masukkan kembali rumah sikat arang pada posisinya semula.

Kerusakan III : Tenaga Mesin Bor Lemah

Solusi :

Penyebab mesin bor hanya mampu menghasilkan tenaga yang tidak terlalu besar adalah adanya komponen yang aus. Periksa laker terlebih dahulu untuk mengetahui apakah komponen ini mengalami aus/speling. Jika iya, Anda harus menggantinya dengan yang baru. Perlu diketahui laker yang aus/speling akan mempengaruhi gesekan. Sehingga bila komponen ini rusak, maka tenaga gesekan yang dihasilkan pun tidak terlalu besar.

Langkah selanjutnya Anda bisa mengecek kondisi kondensator. Caranya pakai AVO meter yang telah diatur pada skala x10 ohm. Tempelkan jarum merah pada kutub positif dan jarum hitam pada kutub negatif. Jika jarum pada layar AVO meter tidak bergeming atau bergerak naik lalu diam berarti kondensator tersebut sudah rusak. Akibat dari kondensator yang rusak, aus, atau mati akan berdampak pada tenaga yang lemah.

Tenaga mesin bor yang melemah juga bisa disebabkan oleh kumparan yang terbakar dan tidak bisa menghasilkan magnet yang cukup. Karena jumlah magnet yang dibutuhkan kurang, maka tenaga yang terbentuk pun menjadi tidak maksimal. Bahkan kalau dipaksakan terus bekerja, semakin banyak bagian kumparan yang mengalami kerusakan. Perbaikannya bisa dilakukan dengan mengganti seluruh kumparan atau menggulung ulang kumparan yang telah rusak ini.

Kerusakan IV : Mesin Bor Bersuara Bising

Solusi :

Bagian leher mesin yang aus bisa menjadi biang kerok mesin bor mengeluarkan suara yang berisik. Selain itu, gesekan pada rotor dan setator pun bisa menimbulkan suara yang bising. Cara mengatasinya bisa dilakukan dengan mengoleskan pelumas ke bagian yang aus atau menggantinya bila sudah rusak.