8 Cara Merawat Dispenser Supaya Awet

Merawat dispenser harus dilakukan secara berkala agar usia pakainya dapat bertahan lebih lama. Selain itu, perawatan juga berfungsi agar kualitas dan kebersihan air minum yang kita konsumsi selalu terjaga. Tidak jarang, dispenser yang kurang mendapatkan perawatan akan ditumbuhi oleh lumut dan kerak yang berbahaya bagi kesehatan kita.

Lantas, bagaimanakah caranya?

1. Bersihkan Secara Rutin

Pastikan anda membersihkan bagian casing luar dispenser setiap hari. Berikan perhatian yang lebih pada wadah penampungan air sementara, sebab bagian ini yang akan menentukan kehigienisan air yang dikonsumsi. Setiap 3 bulan sekali, bersihkan bagian dalam dispenser agar terbebas dari tumpukan debu dan kerak.

2. Tempatkan di Ruangan yang Sejuk

Tempat yang paling pas untuk menaruh dispenser adalah ruangan yang kering dan sejuk. Ruangan yang terlalu lembab akan memicu tumbuhnya jamur di permukaan dispenser. Sebaliknya, ruangan yang terkena matahari langsung juga akan mengurangi kinerja komponen pendingin pada dispenser tersebut.

3. Pastikan Tegangan Listrik Stabil

Kapasitas tegangan listrik yang dialirkan oleh PLN biasanya tidak stabil setelah sampai di rumah-rumah warga, kadang naik dan kadang turun. Kondisi ini menyebabkan kinerja komponen-komponen elektronika yang ada di dalam dispenser tersebut juga ikut tidak stabil. Alhasil, komponen pun mudah rusak sehingga kinerja dispenser kurang optimal. Solusinya, anda perlu menyediakan perangkat elektronik bernama stabilizer agar tegangan tetap konstan di angka 220 volt.

3. Matikan Dispenser Saat Air Galon Kosong

Kebiasaan keliru yang sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia adalah tetap menyalakan dispenser meskipun air di galon sudah kosong. Yang benar, ketika air galon sudah habis, matikan dispenser untuk sementara agar mesin pendingin/pemanas berhenti bekerja. Lalu, segera ganti dengan galon yang baru dan nyalakan kembali.

5. Penutup Galon Anti Tumpah

Bagi beberapa orang, aktifitas mengganti galon merupakan kegiatan yang menyebalkan. Di satu sisi kita dituntut agar air galon tidak tumpah. Namun di sisi lain, jika terlalu cepat akan menghantam permukaan dispenser. Dengan membeli penutup galon anti tumpah, anda bisa lebih berhati-hati dalam menggantinya.

6. Cek Kondisi Air

Setelah penggantian galon dilakukan, sebelum anda menyalakan dispenser kembali, cobalah cek apakah dispenser tersebut sudah terisi air atau belum. Caranya, buka kran pendingin dan pemanas sampai airnya keluar. Jika sudah, segara nyalakan dispenser tersebut kembali.

7. Kenakan Sarung Dispenser

Sarung dispenser, selain berguna untuk meningkatkan penampilan dispenser, juga melindungi permukaannya agar tidak lecet. Pastikan anda mempunyai sarung dispenser lebih dari satu.

8. Cabut Stop Kontak Saat Ditinggal Lama

Jika dispenser akan ditinggal dalam waktu lama, lebih baik cabut stop kontaknya. Hal ini berguna untuk menghindari kemungkinan terjadinya konsleting pada perangkat elektronik tersebut saat anda tidak di rumah.