Perawatan
Mar1

7 Tips Merawat Celana Jeans agar Tidak Luntur

Celana jeans merupakan salah satu jenis celana favorit semua orang. Baik pria, wanita, orang dewasa, maupun anak-anak semuanya terlihat lebih menawan ketika mengenakan jenis celana yang satu ini. Celana jeans juga mudah dipadupadankan dengan bahan lain dan cocok digunakan di segala situasi, entah itu suasana yang bersifat resmi maupun bebas.

Sayangnya, bahan jeans dikenal sebagai salah satu bahan yang mudah luntur. Semakin sering dicuci, biasanya warna celana ini akan semakin pudar menjadi keputih-putihan. Kalau sudah begini, celana pun akan terlihat lusuh dan tidak menarik lagi. Tentu, anda tidak mau kan celana kesayangan tersebut menjadi rusak?

cara-merawat-celana-jeans.jpg

Celana Jeans

Nah, di bawah ini 7 tips merawat celana jeans agar keindahannya selalu terjaga.

1. Rendam di Larutan Garam

Agar pewarnanya lebih awet, rendam lah terlebih dahulu celana jeans yang baru dibeli di dalam larutan air garam sebelum dicuci. Seperti kita tahu, garam adalah bahan pengawet alami. Khasiat garam ini sudah lama dimanfaatkan untuk mempertahankan kualitas bahan jeans. Dalam 1 celana, kurang lebih anda membutuhkan garam sebanyak 2 sendok makan. Rendam celana tersebut selama 1 jam, lalu bilas dengan air dingin.

2. Kucek dengan Tangan

Semua jenis bahan celana lebih baik dicuci dengan cara dikucek menggunakan tangan, termasuk jeans. Tekstur tangan yang lembut memungkinkannya tidak akan merusak bahan celana tadi. Jika terpaksa harus memakai sikat untuk menghapus noda membandel, sikat yang digunakan harus berbulu lembut sehingga potensi merusak bahannya lebih kecil.

3. Deterjen yang Bebas Pemutih

Deterjen diperlukan khususnya untuk menghilangkan noda dan kotoran yang menempel kuat. Hanya saja, kebanyakan orang kurang teliti dalam memilih produk deterjen untuk membersihkan celana jeans-nya. Hindari deterjen yang telah dilengkapi zat pemutih karena bisa melunturkan warnanya atau menimbulkan noda putih. Pemakaian deterjen secukupnya juga akan mengurangi abrasi (gesekan) pada celana tersebut.

4. Cuci Ketika Diperlukan

Seperti yang pernah dibahas di sini, proses pencucian akan mengurangi daya tarik suatu celana. Terlebih untuk celana berbahan jeans ini yang dikenal sangat sensitif. Oleh karena itu, pencucian sebaiknya dilakukan ketika kondisi celana memang benar-benar sudah kotor. Untuk noda kecil yang menempel, cukup dihilangkan pada kotoran tersebut tanpa proses pencucian yang menyeluruh.

5. Cuci dalam Air Dingin

Umumnya, pewarnaan celana jeans dilakukan pada bagian atas seratnya, sehingga kurang mendalam. Untuk mencegah agar warna celana jeans tidak mudah luntur, cucilah celana tersebut dengan menggunakan air dingin. Gunakan perbandingan air yang cukup banyak untuk memastikan pesona celana jeans tetap bertahan.

6. Jemur di Tempat Teduh

Alangkah baiknya apabila proses penjemuran dilakukan di tempat yang teduh. Meskipun akan memakan waktu lebih lama, gunanya agar celana terhindar dari sengatan terik matahari langsung yang bisa melepuhkan kainnya. Hal yang sama juga berlaku pada celana berbahan jeans supaya kualitas dan daya tariknya tetap terjaga.

7. Jika Dikeringkan di Mesin

Selepas dicuci, biasanya ukuran celana jeans akan mengecil. Sebelum ditaruh di mesin pengering, kibaskan dulu celana tersebut lalu tarik bagian pinggang dan ujung kakinya. Gunakan panas dengan tingkat rendah atau menengah untuk mengeringkannya. Celana jeans harus dikeluarkan ketika sudah setengah kering, di mana bagian pinggulnya masih terasa sedikit basah.