Perawatan
Nov14

3 Jurus Ampuh agar Rumah Tidak Lembab

Bagaimana caranya agar rumah tidak lembab? Semua orang pasti ingin memiliki rumah yang sehat. Salah satu ciri rumah sehat adalah suhu udara di interiornya normal. Apabila rumah terlalu lembab, sudah pasti hunian anda juga bakal menjadi tempat tinggalnya kuman, bakteri, dan jamur.

Selain menghadirkan jendela yang secukupnya, ada trik lain biar rumah anda tidak lembab. Apa saja?

1. Bagian Dinding

tips-agar-rumah-tidak-lembab.jpg

Dinding merupakan bagian yang paling sering menjadi biang keladinya kelembaban rumah meningkat. Perlu diketahui, pori-pori dinding bersifat kapiler yang bisa menyerap air di sekitarnya. Oleh karena itu, pembangunan dinding harus dirancang sedemikian rupa agar tidak terjadi peristiwa peresapan air ini.

Salah satu cara untuk mencegahnya adalah dengan membuat pondasi sloof di samping dinding bagian luar. Pondasi ini berfungsi agar air tertahan di tengah dan tidak terserap masuk hingga ke area dinding bagian dalam. Selanjutnya, lindungi juga bagian dinding tersebut memakai lapisan trasraam (lapisan semen kedap air) yang akan mencegah air naik hingga ke dinding bagian atas.

Anda juga bisa menyelipkan lempengan-lempengan besi atau karet di bawah dinding sebagai pengatur suhu. Tentunya, langkah ini dapat dilakukan saat pendirian dinding tersebut sedang berlangsung. Lempengan inilah yang nantinya berguna sebagai konduktor untuk memastikan dinding selalu kering.

2. Bagian Atap

tips-supaya-rumah-tidak-lembab.jpg

Dengan pemilihan model kontruksi yang tepat, atap bisa anda manfaatkan sebagai penyetabil suhu interior, termasuk untuk kamar mandi. Begitupun dengan ukuran atap yang lebar juga bisa mencegah dinding luar terkena terpaan air hujan.

Pastikan bahan atap yang anda gunakan tidak mudah menyerap air dan cepat mengalirkan hujan yang menimpanya. Dalam hal ini, bentuk atap rumah juga berpengaruh besar, di mana semakin curam kemiringan atap memungkinkan air hujan lebih mudah mengalir ke bawah. Sebaliknya, bentuk atap yang landai mengakibatkan aliran airnya lebih lambat.

Namun jika anda tetap ingin membangun atap datar, pastikan bahan yang dipilih berbentuk lembaran seperti bitumen, fiber semen, dan metal. Hal ini dikarenakan atap berbentuk lembaran memiliki overlap (lebar tumpukan) mencapai 20 cm yang akan mengurangi potensi kebocoran pada atap datar. Sebaliknya, hindari pemakaian atap genteng karena overlap-nya sangat kecil yaitu 3-5 cm sehingga mudah bocor, apalagi jika ada angin kencang.

Soal kemiringan yang tepat, anda bisa menyesuaikannya dengan daya serap masing-masing bahan atap. Misalnya atap polycarbonat, anda bisa memasangnya dengan kemiringan 3 derajat. Sedangkan, kemiringan atap seng dan pelat semen yang ideal adalah 10-15 derajat. Sedangkan untuk atap beton, kemiringan minimalnya yaitu 25 derajat.

Lain lagi dengan atap berbahan genteng tanah liat, atap ini sebaiknya dipasang dengan kemiringan antara 30 sampai 40 derajat. Dan untuk atap berbahan ijuk atau rumbia, paling tidak anda perlu memasangnya dengan kemiringan 40 derajat.

3. Bagian Talang

cara-agar-rumah-tidak-lembab.jpg

Rumah lembab juga bisa disebabkan oleh terlalu kecilnya ukuran lebar tumpukan antara genteng dan bibir talang. Hal ini mengakibatkan jatuhnya air hujan tidak sepenuhnya lancar melewati talang, tetapi ada juga sedikit yang tertahan dan meluber masuk melalui celah-celah atap. Untuk mengatasinya, anda bisa mengganti talang dengan ukuran yang lebih lebar dari sebelumnya sehingga aliran air hujan menjadi lebih lancar.

Untuk anda yang memakai talang berbahan metal dan seng, anda harus rutin mengecek kondisi talang agar tidak mudah berkarat. Talang yang berkarat ini tentu sangat rentan mengalami bolong. Adapun cara mencegahnya adalah dengan memberikan lapisan cat galvanis sebagai pelindung talang tersebut.