Material
May31

Yuk Pelajari : Cara Memilih Exhaust Fan

Ingin tahu bagaimana cara memilih exhaust fan yang benar? Exhaust fan dikenal sebagai perangkat yang berfungsi untuk menghisap udara dari dalam ruangan kemudian dibuang ke luar. Pada saat yang bersamaan, exhaust fan juga menarik udara segar dari luar ruangan lalu dialirkan menuju ke dalam ruangan. Lebih canggihnya, perangkat elektronik ini mampu mengatur volume udara yang akan disirkulasikan pada ruangan tersebut.

Exhaust fan dinilai mampu mendukung kesehatan suatu ruangan dengan cara memastikan sirkulasi udara di dalamnya dapat berputar dengan lancar. Alat elektronik ini juga dapat membantu menciptakan rumah yang sejuk tanpa AC. Pun untuk hunian yang sudah dilengkapi dengan AC sebaiknya ditambah dengan exhaust fan supaya tingkat kelembaban udaranya tetap terkendali.

cara-memilih-exhaust-fan.jpg

Sesuaikan dengan Ukuran dan Fungsi Ruangan

Hal pertama yang wajib diperhatikan dalam memilih exhaust fan adalah ukuran ruangan. Setelah itu, barulah Anda bisa mencari tahu fungsi sesungguhnya dari ruangan tersebut. Sebagai contoh, kamar tidur Anda tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat, tetapi juga ruangan bekerja. Setelah Anda memahami kegunaan ruangan secara menyeluruh, kini tinggal menyesuaikan saja antara spesifikasi exhaust fan dengan kebutuhan ruangan.

Sama halnya dengan komputer, exhaust fan juga mempunyai beberapa indikator yang dapat menggambarkan spesifikasinya. Catat poin-poin pada spesifikasi exhaust fan yang harus diperhatikan sebagai berikut :

  1. Energi listrik (watt) : Anda perlu menyesuaikan daya yang diperlukan oleh exhaust fan dengan ketersediaan energi listrik di rumah. Jangan sampai Anda membeli perangkat-perangkat yang mengonsumsi listrik di atas 1.000 watt, padahal daya PLN yang tersedia hanya 900 watt saja.
  2. Rotation per minute (RPM) : RPM menandakan jumlah perputaran kipas yang terjadi setiap semenit. Semakin besar RPM yang dimiliki oleh suatu exhaust fan, maka semakin cepat pula perputarannya sehingga kemampuannya dalam menghisap dan mengeluarkan udara pun semakin tinggi.
  3. Tingkat kebisingan (noise) : Perputaran kipas pada exhaust fan selalu menimbulkan kebisingan yang dapat mengganggu suara dan kenyamanan ruangan. Skala noise pada perangkat elektronik biasanya dinyatakan dalam satuan desibel (db)
  4. Kapasitas udara (air volume) : Indikator ini menerangkan jumlah udara yang mampu ditarik oleh exhaust fan pada suatu waktu. Standar satuan volume udara adalah CMM (cubic meter per minute) atau CMH (cubic meter per hour).

Ingat : Ukuran dan fungsi ruangan berpengaruh besar terhadap tingkat kebutuhan pertukaran udara yang ditulis dalam satuan ACH (air change per hour). Nilai konstanta untuk kamar tidur dan ruang keluarga adalah 6, dapur sebesar 15, dan toilet berkisar antara 10-12.

Ilustrasi

Andi ingin memasang exhaust fan di kamar tidurnya. Diketahui ukuran kamar tidur milik Andi yaitu panjang 3 m, lebar 3 m, dan tinggi 3 m. Tolong bantu Andi dalam memilih exhaust fan yang ideal!

Yang perlu diperhatikan pertama kali yaitu nilai CMH yang dibutuhkan oleh kamar Andi.

Rumus : CMH = volume ruangan x ACH (air change per hour)

CMH yang diperlukan = (3 x 3 x 3) x 6 (konstanta kamar tidur) = 27 x 6 = 162

Jadi, pertama kali Andi harus memilih exhaust fan yang memiliki CMH minimal 162 atau lebih sedikit.