Tabel Berat Jenis Material Bahan Bangunan

Suatu bangunan umumnya terbentuk dari gabungan berbagai macam bahan material yang diolah sedemikian rupa untuk saling disatukan. Supaya aman, beban riil keseluruhan bangunan tersebut harus diketahui secara pasti. Caranya adalah dengan menjumlahkan berat dari setiap material penyusunnya.

berat-jenis-bahan-bangunan.jpg

Setiap bahan bangunan memiliki berat jenis yang berbeda-beda. Oleh karena itu, beban yang harus ditanggung bangunan pun berbeda pula menurut material pembentuknya. Beban maksimum suatu bangunan dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini :

qu = (1,2 x qd) + (1,6 x ql)

Keterangan :

  • qu : beban maksimum
  • qd : beban mati
  • ql : beban hidup

Pengetahuan akan berat jenis masing-masing bahan bangunan sangat penting untuk diketahui. Fungsinya agar kita bisa merancang desain bangunan yang akan didirikan dengan detail dan benar. Nah, berikut merupakan tabel berat jenis bahan bangunan yang meliputi pasir, kerikil, tanah, batu, batubata, kayu, beton, besi, baja, dan timah.

Tabel Berat Jenis Bahan Bangunan

No.Nama MaterialBerat Jenis
1.Pasir1.400 kg/m3
2.Kerikil, Koral, Split (kering/lembab)1.800 kg/m3
3.Tanah, Lempung (kering/lembab)1.700 kg/m3
4.Tanah, Lempung (basah)2.000 kg/m3
5.Batu Alam2.600 kg/m3
6.Batu Belah, Batu Bulat, Batu Gunung1.500 kg/m3
7.Batu Karang700 kg/m3
8.Batu Pecah1.450 kg/m3
9.Pasangan Bata Merah1.700 kg/m3
10.Pasangan Batu Belah, Bulat, Gunung2.200 kg/m3
11.Pasangan Batu Cetak2.200 kg/m3
12.Pasangan Batu Karang1.450 kg/m3
13.Kayu (Kelas I)1.000 kg/m3
14.Beton2.200 kg/m3
15.Beton Bertulang2.400 kg/m3
16.Besi Tuang7.250 kg/m3
17.Baja7.850 kg/m3
18.Timah/Timbel11.400 kg/m3

Bahan bangunan alami seperti pasir, batu, dan kerikil biasanya mempunyai berat jenis yang tidak pasti. Tetapi selisih tersebut tidak begitu mencolok atau masih terdapat dalam rentang ukuran di atas. Sedangkan berat jenis material bangunan buatan seperti semen, beton, dan batubata bisa dikontrol dengan baik.