Material
Aug6

Keuntungan dan Kelemahan Kaca Pada Bangunan

Apakah keuntungan dan kelemahan penggunaan kaca? Sejak pertama kali ditemukan, sejak saat itu pula kaca langsung menarik perhatian dunia arsitektur. Material ini begitu unik karena bersifat transparan dan mampu meneruskan cahaya dengan baik. Apalagi seiring dengan meningkatnya ketertarikan masyarakat akan desain modern yang memakai kaca sebagai salah satu elemen yang penting. Penggunaan kaca kini bisa ditemukan di hampir seluruh bangunan.

Sebenarnya apa sih kaca itu? Kaca adalah material yang berasal dari bahan yang bersifat cair tetapi mempunyai tingkat kepadatan tinggi dan struktur amorf. Bahan ini dibuat menggunakan campuran silika, batu pasir, dan fluks yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan kaca yang kita kenal selama ini. Tidak hanya bening, perkembangan teknologi menciptakan kaca dengan sifat yang berbeda-beda seperti colored glass, tempered glass, laminated glass, dan lain-lain. Cermin dan lensa juga termasuk hasil olahan dari kaca.

keunggulan-dan-kekurangan-kaca.jpg

Kaca sering dipergunakan untuk membentuk suatu bangunan, khususnya sebagai material non-struktural. Kebanyakan kaca diaplikasikan pada pintu, jendela, dan ventilasi. Tujuan utama pemakaian material ini untuk memaksimalkan intensitas cahaya yang masuk ke interior rumah. Selain itu, kaca juga dapat berperan sebagai penghias ruangan terutama untuk menghadirkan kesan modern, futuristik, serta mewah. Jadi Anda semakin tertarik memanfaatkan material kaca ini?

Berikut merupakan keuntungan-keuntungan dari kaca yang harus Anda tahu :

  1. Kaca mempunyai ketahanan yang sangat baik terhadap abrasi. Kaca tidak terpengaruh dengan bahan kimia, pelarut, minyak, dan cairan pembersih.
  2. Kaca mudah sekali dibersihkan. Anda bisa membersihkan permukaan kaca cukup dengan mengelapnya memakai kain lap.
  3. Kaca tidak memiliki masalah pada degradasi sinar ultraviolet. Beberapa jenis kaca juga mempunyai kemampuan menahan gelombang infrared.
  4. Kaca bisa digunakan dalam jangka waktu yang sangat lama tanpa mengalami perubahan sifat dan karakteristiknya.
  5. Kaca mempunyai tingkat kestabilan pada rentang temperatur yang relatif lebar. Material ini hanya bisa rusak pada suhu yang ekstrim.
  6. Kaca tersedia dalam beragam pilihan yang unik. Bahkan ada pula kaca yang dapat dibuat menjadi anak tangga karena saking kuatnya.
  7. Kaca mampu menampilkan keindahan yang tidak bisa dipancarkan oleh bahan yang lain. Satu-satunya bahan yang dapat menyaingi kaca adalah akrilik.
  8. Kaca tampak bening sehingga sanggup meneruskan cahaya dengan baik. Oleh sebab itu, pemakaian kaca dapat memberikan kesan ruangan yang luas dan terbuka.
  9. Kaca merupakan bahan bangunan yang sangat baik untuk pemanfaatan sebagai isolasi termal, penelitian air, dan konservasi energi.
  10. Kaca bisa menjadi sarana penghemat energi listrik, khususnya pada gedung-gedung perkantoran. Pemakaian kaca memungkinkan tidak diperlukannya lagi menyalakan lampu di siang hari karena ruangan sudah terang.

Sementara itu, kaca juga mempunyai beberapa kelemahan di antaranya :

  1. Kaca merupakan material yang cukup berat. Setidaknya bobot dari kaca ini lebih berat daripada plastik dan akrilik.
  2. Kaca bersifat getas yang membuatnya gampang sekali pecah apabila menerima tumbukan gaya, tekanan, atau beban.
  3. Kaca tergolong bahan bangunan yang harganya lumayan mahal. Jadi penggunaan kaca pada desain harus direncanakan dengan baik.
  4. Kaca yang jumlahnya terlalu banyak dapat mengurangi tingkat keamanan suatu bangunan, terutama bila tidak dipertimbangkan terlebih dahulu.
  5. Kaca mudah cepat kotor meskipun pembersihannya pun tidak terlalu sulit. Tetapi bagi Anda yang sibuk, kondisi ini tentu menjadi masalah.
  6. Kaca tidak aman untuk anak-anak. Anak Anda bisa saja memecahkan kaca tersebut dan terluka akibat serpihannya.
  7. Kaca selain meneruskan cahaya juga meneruskan panas. Pemasangan kaca yang berlebihan dapat membuat suasana interior terasa gerah.