Material
Dec12

Kenali Jenis-jenis Pasir untuk Bahan Bangunan Ini!

Pasir bisa disebut sebagai butir-butir batu yang sangat halus. Ukuran butiran pasir biasanya sekitar 0,0625-2 mm. Warna pasir sesuai dengan material pembentuknya seperti silikon dioksida atau batu kapur.

Pasir merupakan bahan pembentuk suatu bangunan yang menyusun struktur terbawah sampai dengan struktur paling atas. Penggunaan pasir umumnya dipakai untuk bahan urugan, pembuatan adukan, dan campuran beton. Pasir juga dapat dibuat menjadi bahan bangunan yang baru misalnya batako, paving block, dan kansteen.

jenis-jenis-pasir.jpg

Jenis-jenis pasir menurut sumber penambangannya terbagi menjadi dua macam antara lain :

1. Pasir Alam

Pasir alam adalah pasir yang ditambang langsung dari alam. Tempat-tempat yang banyak mengandung pasir meliputi pantai, sungai, gunung, dan rawa-rawa. Kekurangan dari pasir jenis ini yaitu kadar mutunya tidak pasti karena disusun oleh material yang berbeda-beda.

2. Pasir Pabrikasi

Pasir pabrikasi merupakan sebutan untuk pasir bikinan manusia. Metode pembuatan pasir ini dilakukan dengan menggiling batu memakai mesin stone crusher dan semacamnya. Kemudian hasil penggilingan tersebut diolah dan disaring sampai diperoleh butiran-butiran batu yang berukuran sesuai keinginan. Karena murni terbuat dari bongkahan-bongkahan batu, kualitas pasir pabrikasi tidak perlu diragukan lagi untuk dipakai mendirikan bangunan.

Sementara itu berdasarkan karakteristiknya, jenis-jenis pasir bisa dikelompokkan menjadi 4 macam di antaranya :

1. Pasir Beton

Pasir yang paling bagus untuk bahan pembuat bangunan yaitu pasir beton. Biasanya pasir ini digunakan dalam pekerjaan pondasi, pengecoran, pembangunan dinding, dan plesteran. Pasir ini ditandai dari warnanya yang hitam pekat dengan butiran yang berukuran cukup halus. Ketika dikepal memakai tangan, pasir beton tidak menggumpal alias buyar kembali. Mengingat kualitasnya tinggi, harga pasir ini paling mahal dibandingkan jenis-jenis pasir yang lain.

2. Pasir Pasang

Untuk bahan campuran adukan plesteran dinding biasanya digunakan pasir yang berjenis pasang. Hal tersebut dimaksudkan supaya adukan tidak terlalu kasar dan bisa menempel sempurna ke dinding batubata. Ukuran pasir pasang ini halus sekali dan akan tetap menggumpal saat dikepal menggunakan tangan. Umumnya pasir pasang dijual dengan harga yang lebih murah daripada pasir beton.

3. Pasir Elod

Pasir yang mempunyai butiran yang berukuran paling halus ialah pasir elod. Pasir ini masih mengandung tanah sehingga kurang bagus dipakai untuk material bangunan. Oleh karena itu, harga pasir ini pun relatif lebih rendah. Karakteristiknya yaitu butiran-butirannya menggumpal dan tidak bakal buyar ketika dikepal dengan tangan. Pasir elod seringkali dimanfaatkan untuk campuran pasir beton dan bahan pembentuk batako.

4. Pasir Merah

Sesuai namanya, pasir merah berwarna hitam kemerah-merahan sebab dibentuk dari pelapukan batu alam. Di Indonesia, daerah penghasil pasir merah yang terkenal berada di Cianjur, Jawa Barat. Wujudnya yang kasar dengan butiran yang berukuran cukup besar membuat pasir ini paling baik dipakai untuk pekerjaan pengecoran. Beberapa orang juga sering menggunakannya sebagai bahan urugan dengan mencampurnya bersama pasir beton.