Material
Mar29

Kenali Jenis-jenis Mortar Ini Yuk!

Apakah jenis-jenis dari mortar? Pengertian mortar ialah campuran dari bahan pengikat, bahan pengisi, dan air. Bahan pengikat yang biasa digunakan yaitu semen atau kapur, sedangkan untuk bahan pengisinya berupa pasir. Mortar umumnya dipakai untuk bahan perekat bata, meratakan permukaan pasangan bata, dan menyalurkan beban bangunan.

Adukan mortar yang baik harus memenuhi sifat-sifat tertentu antara lain kuat, mudah, dan menyusut. Yang dimaksud kuat adalah mortar tersebut wajib dapat menahan beban yang diterimanya. Penerapan mortar juga sebaiknya gampang dikerjakan, serta adukannya tidak terlalu basah maupun terlalu kering. Selain itu, mortar pun sebisa mungkin tidak cepat menyusut karena berisiko dapat mengakibatkan keretakan.

jenis-jenis-mortar.jpg

Berdasarkan bahan ikatannya, mortar dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) jenis, antara lain :

1. Mortar Lumpur

Bahan baku untuk membuat mortar lumpur terdiri atas pasir, lumpur/tanah liat, dan air. Selanjutnya bahan-bahan ini dicampur secara merata dengan perbandingan tertentu hingga menghasilkan tingkat kelayakan yang cukup baik. Kuncinya terletak pada pemakaian pasir dengan komposisi yang tepat, di mana apabila pasir yang digunakan terlalu sedikit akan mengakibatkan hasilnya tampak retak-retak sebab proses pengeringannya terlampau cepat. Begitu pula jikalau pemakaian pasir terlalu banyak, maka hasilnya adukan pun tidak dapat merekat sempurna. Kebanyakan mortar lumpur dimanfaatkan untuk pembuatan tembok tradisional dan tungku perapian.

2. Mortar Kapur

Pasir, kapur, semen merah, dan air merupakan bahan-bahan yang membentuk mortar kapur. Proses pembuatannya yakni campurkan pasir dan kapur dalam kondisi kering terlebih dahulu. Kemudian tambahkan air secukupnya ke dalam campuran tersebut sampai didapatkan adukan yang ideal sebagai bahan perekat. Seringkali selama proses pelekatan berlangsung, kapur mengalami penyusutan yang cukup signifikan. Oleh karena itu, perbandingan jumlah komposisi antara pasir dan kapur yang banyak digunakan yaitu 3:1. Sementara itu, jenis kapur yang lumrah dipakai dalam adukan mortar ini yaitu fat lime dan hydraulic lime.

3. Mortar Semen

Mortar semen terbuat dari semen, pasir, dan air yang dicampur sedemikian rupa pada tingkat proporsi yang sesuai. Tingkat perbandingan semen dan pasir yang membentuk mortar ini berkisar antara 1:2 sampai 1:6 tergantung kebutuhan pemakaian. Dibandingkan dengan dua jenis mortar sebelumnya, mortar semen memiliki kekuatan yang jauh lebih kokoh. Tidak heran, banyak orang yang menerapkannya untuk pembangunan tembok, pilar, kolom, dan struktur bangunan penopang beban lainnya, baik di dalam dan luar bangunan maupun di atas atau bawah permukaan tanah. Prinsip kerja mortar semen adalah air dan semen membentuk pasta, di mana pasta semen ini akan mengisi pori-pori di antara agregat halus dan mengikatnya sehingga menciptakan butiran agregat yang saling terikat dan membentuk suatu massa yang padat.

4. Mortar Khusus

Disebut sebagai mortar khusus sebab dalam pembuatannya, adukan ini diberi tambahan berupa zat aditif alias bahan khusus yang mempunyai kegunaan tertentu. Sebagai contoh, mortar khusus yang memilik bobot cukup ringan biasanya ditambahi dengan asbestos fiber, jutes fiber, butiran kayu, serbuk gergaji, serbuk kaca, dan sebagainya. Lain halnya jika ingin suatu mortar mempunyai tingkat ketahanan yang tinggi terhadap api, maka dalam pembuatannya adukan mortar tersebut harus ditambah dengan serbuk batu api dan aluminous cement.